Singkarak, utamapost.com | Puluhan hektar sawah dijorong Kasiak dan jorong Limo Ninik kekeringan tak berair. Kondisi ini sudah dirasakan lebih dari satu dekade oleh masyarakat yang sebagian besar berpenghasilan dari pertanian. Musim kemarau berkepanjangan berdampak tidak baik terhadap pertanian sehingga banyak tanaman padi hangus gagal panen serta sayur dan buah buahan mati dan bahkan puluhan hektar sawah tak berfungsi ( liek/ minang.red ).
Satu satunya solusi adalah menghidupkan kembali sumber air kapalo banda Batang Puniak ujuang kampuang nagari Kasiak yang rusak dan tertimbun material perbukitan. Untuk mengaktifkan kembali butuh keseriusan pemerintah bangun kembali bak tampung kapalo banda batang puniak ujuang kampuang .

Menurut keterangan warga, jumlah sawah yang tak teraliri air saat ini lebih dari sepuluh hektar, dengan jumlah 250 sukat benih dan mencapai 30 ton lebih hasil panen.
” Kalau kapalo banda ini berfungsi kembali, kami bisa mengolah sawah seperti dulu, bahkan aliaran banda ini bisa mengairi sawah tunggua buto yang biasanya hanya mengharapkan air hujan, malahan bisa lebih dahulu panen dibanding kami yang berada dekat sumber air dari ” ucap salah satu Tokoh Masyarakat.
Trio Karno Vivo anggota DPRD kabupaten Solok Fraksi Golkar, Sabtu 5/7/2025 kunjungi lokasi kapalo banda batang puniak yang menjadi urat nadi pertanian. Kunjungan ini merupakan fast respon aspirasi masyarakat nagari Koto Sani terkenal dekat dengan masyarakat.
Dalam diskusi bersama masyarakat dilokasi Kapalo Banda, Trio Karno Vivo sampaikan bahwa aspirasi masyarakat untuk perbaikan embung kecil ini akan disampaiakan ke pemerintah baik melalui Pokir dirinya ataupun program lainnya.
” Insyaa Allah perbaikan pengedaman ini akan saya masukkan dalam pokir saya ditahun 2026 sebanyak seratus juta, kita berharap program ini berjalan sesuai aturan sebagaimana mestinya dan memberikan dampak baik terhadap pertanian yang sudah lama lumpuh ” Pungkas Trio Karno Vivo akrab disapa Kayo salah satu figur muda utara kabupaten Solok. ( Abd21 ).










