Tegal //utamapost.com – Upaya memperkuat kesiapsiagaan dan kapasitas penanggulangan bencana di Kabupaten Tegal terus dilakukan.
Sebanyak 150 hingga 200 relawan dari berbagai organisasi kebencanaan mengikuti Jambore Relawan Penanggulangan Bencana Kabupaten Tegal 2026 yang digelar di kawasan Pantai Larangan, Desa Munjungagung, Kecamatan Kramat.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, Sabtu hingga Minggu (31 Oktober–1 November 2026), tersebut menjadi momentum strategis untuk meningkatkan keterampilan teknis, memperkuat koordinasi lintas organisasi, sekaligus menumbuhkan solidaritas ant relawan dalam menjalankan misi kemanusiaan.
Mengusung tema “Menjaga Kebersamaan dalam Simfoni Kemanusiaan”, jambore ini tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi dan konsolidasi relawan.
Berbagai pembekalan teknis dan taktis juga diberikan guna meningkatkan kesiapan personel dalam menghadapi situasi darurat bencana.
Sejumlah materi pelatihan menjadi perhatian utama, di antaranya keterampilan vertical rescue atau teknik evakuasi korban di medan ekstrem yang diberikan oleh Basarnas, serta fire rescue atau penanganan dan pemadaman kebakaran bersama petugas Pemadam Kebakaran (Damkar).
Selain penguatan kapasitas teknis, kegiatan tersebut juga diisi dengan aksi sosial berupa penyaluran air bersih kepada masyarakat serta kegiatan pembersihan lingkungan sebagai bentuk kepedulian relawan terhadap kondisi sosial dan kelestarian ekosistem pesisir.
Sekretaris Forum Komunikasi Relawan Penanggulangan Bencana (FKRPB) Kabupaten Tegal, Surono, menjelaskan bahwa jambore tersebut merupakan bagian dari agenda kerja resmi FKRPB tahun 2026.
Pelaksanaannya juga mengacu pada semangat Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana.
Menurutnya, peningkatan kapasitas dan keterampilan relawan merupakan kebutuhan mendasar dalam membangun sistem penanggulangan bencana yang tangguh.
Terlebih, relawan kerap menjadi unsur penting yang berada di garis depan ketika terjadi kondisi darurat di tengah masyarakat.
“Melalui jambore ini, kami ingin meningkatkan kemampuan teknis relawan, khususnya vertical rescue dan fire rescue. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat solidaritas dan kebersamaan antarorganisasi relawan di Kabupaten Tegal,” ujar Surono.
Ia berharap, melalui kegiatan tersebut, seluruh potensi relawan kebencanaan di Kabupaten Tegal semakin solid, memiliki keterampilan yang memadai, serta mampu membangun koordinasi yang efektif ketika diterjunkan dalam operasi kemanusiaan.
Jambore Relawan Penanggulangan Bencana Kabupaten Tegal 2026 sekaligus menjadi pengingat bahwa kesiapsiagaan menghadapi bencana bukan hanya tanggung jawab pemerintah dan petugas terkait, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
Dengan semangat kebersamaan dan kepedulian kemanusiaan, para relawan diharapkan semakin siap menghadapi berbagai tantangan kebencanaan, sekaligus hadir memberikan pertolongan bagi masyarakat yang membutuhkan.









