Rokan Hilir, Utamapost.com |
Pelaksanaan kegiatan proyek DAK tahun 2024 di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Rokan Hilir (Rohil) bermasalah dan tidak sesuai dengan mekanisme swakelola.
Kegiatan swakelola tipe I dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan melalui perbaikan sarana dan prasarana pendidikan yang meliputi rehabilitasi ruang kelas dengan tingkat kerusakan minimal sedang.
Pembangunan ruang kelas baru, pembangunan ruang perpustakaan, pembangunan ruang guru, pembangunan ruang laboratorium dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). pembangunan ruang Usaha Kesehatan Siswa (UKS), pembangunan ruang tata usaha, pembangunan rumah dinas guru, dan rehabilitasi toilet.
Melalui kegiatan peningkatan sarana dan prasarana Pendidikan pada 19 sekolah dasar (SD) yang bersumber dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi tahun 2024. Dari 19 sekolah dasar tersebut terdapat 7 Sekolah Dasar sebanyak 22 kegiatan fisik anggaran dana DAK tahun 2024 diduga tidak sesuai spesifikasi.
Bahkan kegiatan fisik Sekolah Dasar tersebut belum 100 persen sesuai realisasi anggaran tersebut. Hal tersebut dapat merugikan negara meliaran rupiah.
Pantauan dan informasi dari berbagai sumber dan masyarakat, hari ini dana dak Fisik tahun 2024 sekolah dasar dengan anggaran lebih kurang 20 Miliar lebih sudah tarmen atau cair sebanyak 100%.
Sayangnya, kebanyakan pekerjaan dilapangkan di sinyalir belum 100%. Seperti pada pekerjaan SDN 007 Pulau Halang Belakang, Kecamatan Kubu Babussalam, termasuk juga pembangunan SDN 002 Pasir Limau Kapas masih dilaksanakan oleh pihak lain pelaksanaan kegiatan namun belum selesai dan pembangunan SDN 017 Balam Sempurna Kota disinyalir belum 100 persen.

Kita ketahui, penyaluran anggaran dana DAK tahun 2024 tersebut untuk peningkatan sarana dan perasana pendidikan dilakukan melalui tiga tahap, tahap pertama 25 persen tahap kedua 45 persen dan tahap ketiga 30 persen.
Dalam pelaksanaan pengerjaan secara swakelola diduga serapan anggaran tidak sesuai dengan capaian kemajuan fisik dan jadwal yang telah di rencanakan.
Terdapat beberapa bagian bangunan sekolah yang mengalami kerusakan meskipun bangunan sekolah sudah selesai di kerjakan seperti halnya SDN 007 Pulau Halang Belakang dan SDN 002 Pasir Limau Kapas. Ironisnya para siswa siswi SDN
017 Balam Sempurna Kota tersebut melakukan proses belajar dan mengajar di halaman parkir masjid sekitar.
Hal tersebut berdampak belum di manfaatkan sekolah tersebut sehingga para pelajar di salah satu sekolah dilaksanakan proses belajar mengajar di teras diakibatkan beberapa bangunan sekolah belum selesai.
Wartawan Utamapost.com | kembali mencoba menghubungi PPTK Disdikbud Rohil Irwansyah melalui via WhatsApp namun WA PPTK Disdikbud Rohil tidak merespon konfermasi wartawan, sehingga berita ini diterbitkan, Sabtu (13/8/2025).
Untuk itu, diminta kepada Kejati Riau untuk menghusut tuntas diduga ada indikasi korupsi yang diselewengkan kegiatan fisik dari dana DAK 2024 Disdikbud Rohil.(Red)










