Padang, 4 Mei 2026 — Massa buruh yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) DPD Sumatera Barat menggelar aksi unjuk rasa menolak praktik kapitalisme dan upah murah, Senin (4/5/2026).
Aksi tersebut juga menuntut penghapusan sistem outsourcing yang dinilai merugikan pekerja di Sumatera Barat.
Dengan semangat tinggi, para buruh secara bergantian menyampaikan orasi, menyuarakan perlawanan terhadap kebijakan perusahaan yang dianggap tidak berpihak kepada kesejahteraan tenaga kerja.
Aksi dimulai dari kawasan GOR H. Agus Salim, Kota Padang. Massa kemudian melakukan long march menuju Kantor Gubernur Sumatera Barat dengan pengawalan aparat keamanan.
Dalam aksi damai tersebut, para buruh meminta untuk bertemu langsung dengan Gubernur atau Wakil Gubernur Sumatera Barat guna menyampaikan aspirasi mereka.
Namun, setelah hampir satu jam melakukan orasi di depan kantor gubernur, tidak ada perwakilan pemerintah provinsi yang menemui massa aksi.
Ketidakhadiran gubernur maupun wakil gubernur di tengah aksi tersebut memicu kekecewaan para buruh. Mereka menilai pemerintah daerah kurang responsif terhadap tuntutan pekerja.
Sebagai bentuk protes, massa aksi menyatakan akan kembali menggelar unjuk rasa dengan jumlah yang lebih besar apabila tuntutan mereka tidak segera ditanggapi.
Aksi berlangsung tertib dan mendapat pengamanan dari aparat kepolisian…Zulpancer










