Dugaan Kepentingan Pribadi di Balik Bantuan Sapi Baznas Rohil, Kejati Riau Diminta Turun Tangan

- Jurnalis

Selasa, 7 Oktober 2025 - 10:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rokan Hilir, Utamapost.com | Program bantuan sapi binaan yang digagas Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) kini menuai sorotan tajam. Bantuan yang seharusnya ditujukan untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui program “Rohil Makmur” itu, diduga kuat tidak tepat sasaran dan sarat kepentingan pribadi.

Informasi yang diterima redaksi menyebutkan, sejumlah kelompok penerima bantuan ternyata bukan masyarakat yang masuk dalam kategori penerima manfaat zakat produktif. Beberapa di antaranya bahkan disebut memiliki usaha ternak pribadi dan memiliki kedekatan dengan pihak tertentu dalam struktur Baznas maupun tim politik lokal.

Bantuan Tak Tepat Sasaran

Dari hasil penelusuran di lapangan pada 7 September 2025, diketahui salah satu kelompok penerima bantuan adalah kelompok yang diketuai oleh MD. Ia menerima 10 ekor sapi—1 ekor jantan dan 9 betina—namun sebagian besar sapi yang diterima merupakan anak sapi.

“Pembuatan kandang kami pakai dana pribadi, belum ada bantuan dari Baznas,” kata MD saat dikonfirmasi. Ia juga mengakui bahwa dua ekor sapi sempat sakit, dan atas inisiatif bersama dengan pihak desa, sapi tersebut kemudian dipotong dan dibagikan kepada masyarakat sekitar.

Namun, dari temuan lapangan terungkap fakta lain. MD diketahui memiliki sapi ternak pribadi dan tercatat sebagai orang tua dari anggota tim relawan Bijak 02, kelompok relawan politik lokal. Kondisi ini menimbulkan dugaan kuat adanya benturan kepentingan dan intervensi kepentingan politik dalam proses penentuan penerima bantuan.

Indikasi Keluarga dan Relawan Terlibat

Lebih lanjut, sumber internal menyebutkan bahwa kelompok penerima atas nama MD diduga beranggotakan kerabat dekat dan keluarga sendiri. Jika benar demikian, hal ini jelas bertentangan dengan prinsip dasar penyaluran bantuan berbasis zakat produktif, yang menuntut asas adil, transparan, dan tepat sasaran.

“Ini tidak hanya persoalan administratif, tapi juga menyangkut integritas lembaga pengelola zakat. Bantuan yang bersumber dari dana umat harus benar-benar menyentuh masyarakat yang membutuhkan, bukan untuk memperkuat jaringan politik atau kelompok tertentu,” ujar salah satu tokoh masyarakat yang enggan disebutkan namanya.

Desakan ke Kejati Riau

Menanggapi dugaan tersebut, berbagai pihak meminta Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau untuk melakukan penyelidikan mendalam terhadap pelaksanaan program bantuan sapi binaan Baznas Rohil. Dugaan penyelewengan ini dinilai mencederai prinsip keadilan sosial serta berpotensi melanggar ketentuan hukum terkait pengelolaan dana zakat dan bantuan sosial.

“Jika benar ada unsur kepentingan pribadi, maka ini bukan sekadar salah sasaran, tapi juga penyalahgunaan amanah dana umat. Kejati harus turun tangan agar publik mendapat kejelasan,” tegas seorang aktivis antikorupsi di Bagansiapiapi.

Sorotan Terhadap Pengawasan dan Transparansi

Hingga berita ini diturunkan, pihak Baznas Rohil belum memberikan keterangan resmi terkait tudingan tersebut. Namun publik berharap agar lembaga tersebut segera membuka data penerima bantuan secara transparan untuk menghindari spekulasi dan kecurigaan.

Program “Rohil Makmur” sejatinya dirancang untuk mendorong kemandirian ekonomi masyarakat miskin melalui peternakan produktif. Namun tanpa pengawasan yang ketat dan sistem distribusi yang akuntabel, program ini rawan disalahgunakan menjadi alat kepentingan kelompok tertentu. (IBR)

Follow WhatsApp Channel utamapost.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polisi Peduli Pendidikan, Kapolsek VII Koto Ilir Tanamkan Disiplin dan Cegah Bullying Di SDN 05 Balai Rajo
PARES ADHARA DESAK DUA KAPOLRES DI TANGERANG PERKUAT PATROLI MALAM, TITIK RAWAN KEJAHATAN DIMINTA DIAWASI KETAT.
Tujuh Pemanah Terbaik Kota Cirebon Siap Berburu Medali Emas di Porprov Jabar 2026
Bupati Solok Jon Firman Pandu Melantik Rudi Repenaldi Rilis Sebagai Sekretaris Daerah Kabupaten Solok
Waka Polres Dharmasraya Jadi Pembina Upacara di SMPN 2 Pulau Punjung, Ajak Pelajar Jauhi Bullying dan Tawuran
Sejarah Baru Perdamaian di Tolikara, Dua Kelompok yang Bertikai Sepakat Akhiri Perang, Surat Pernyataan Sikap Ditandatangani
Gerak Cepat! Kurang dari 24 Jam, Polda Jambi Bekuk 8 Pelaku Penyerangan dan Penembakan Mako Polres Merangin
Sat Reskrim Polres Payakumbuh Amankan Terduga Pelaku Curanmor, Satu Unit Suzuki FU Disita

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 17:28 WIB

Polisi Peduli Pendidikan, Kapolsek VII Koto Ilir Tanamkan Disiplin dan Cegah Bullying Di SDN 05 Balai Rajo

Senin, 2 November 2026 - 15:19 WIB

PARES ADHARA DESAK DUA KAPOLRES DI TANGERANG PERKUAT PATROLI MALAM, TITIK RAWAN KEJAHATAN DIMINTA DIAWASI KETAT.

Senin, 2 November 2026 - 14:09 WIB

Bupati Solok Jon Firman Pandu Melantik Rudi Repenaldi Rilis Sebagai Sekretaris Daerah Kabupaten Solok

Senin, 2 November 2026 - 13:36 WIB

Waka Polres Dharmasraya Jadi Pembina Upacara di SMPN 2 Pulau Punjung, Ajak Pelajar Jauhi Bullying dan Tawuran

Minggu, 1 November 2026 - 18:29 WIB

Sejarah Baru Perdamaian di Tolikara, Dua Kelompok yang Bertikai Sepakat Akhiri Perang, Surat Pernyataan Sikap Ditandatangani

Berita Terbaru

News Update

Oknum Pemain Solar di Kabupaten Bogor

Senin, 2 Nov 2026 - 17:36 WIB