BAGANSIAPIAPI,utamapost.com | Sikap seorang perawat yang bertugas di ruang perawatan pasien anak RSUD Pratomo menjadi sorotan setelah seorang orang tua pasien mengeluhkan pelayanan yang dinilai kurang ramah dan terkesan ketus saat menanyakan kondisi kesehatan anaknya.
Peristiwa tersebut bermula ketika salah satu orang tua pasien hendak memperoleh informasi mengenai perkembangan kondisi anaknya yang sedang menjalani perawatan di rumah sakit tersebut. Namun, pada saat dokter memberikan penjelasan mengenai kondisi pasien, salah satu orang tua tidak berada di tempat sehingga informasi medis tersebut belum diterima secara langsung oleh yang bersangkutan.
Berangkat dari keinginan untuk mengetahui kondisi terkini anaknya, orang tua pasien kemudian berinisiatif menanyakan hal tersebut kepada perawat yang sedang bertugas.
Namun, alih-alih mendapatkan jawaban yang menenangkan, orang tua pasien justru mengaku menerima respons yang dinilai tidak ramah.
Perawat tersebut disebut menjawab, “Kalau mau bertanya itu pagi, Pak! Saat ada dokter!” dengan nada bicara yang menurut orang tua pasien terdengar ketus.
Ucapan tersebut pun menimbulkan kekecewaan. Pasalnya, pertanyaan yang disampaikan orang tua pasien semata-mata dilandasi kekhawatiran terhadap kondisi kesehatan anaknya, bukan untuk mengganggu tugas maupun tanggung jawab tenaga medis.
Pelayanan Kesehatan Bukan Sekadar Tindakan Medis
Peristiwa ini kembali mengingatkan bahwa pelayanan kesehatan tidak hanya berkaitan dengan tindakan medis, pemberian obat, maupun prosedur perawatan. Keramahan, empati, dan komunikasi yang baik juga merupakan bagian penting dari kualitas pelayanan rumah sakit.
Terlebih, ketika berhadapan dengan orang tua pasien anak, tenaga kesehatan diharapkan mampu memahami kondisi psikologis keluarga yang sedang diliputi kecemasan dan kekhawatiran terhadap buah hati mereka.
Jawaban yang disampaikan dengan bahasa santun dan pendekatan humanis tentu akan memberikan rasa tenang serta membangun kepercayaan keluarga pasien terhadap pelayanan rumah sakit.
Sebaliknya, komunikasi yang terkesan ketus berpotensi menimbulkan kesalahpahaman dan memperburuk pengalaman keluarga selama mendampingi pasien menjalani perawatan.
Manajemen Rumah Sakit Diharapkan Melakukan Evaluasi
Kejadian ini diharapkan menjadi perhatian manajemen RSUD Pratomo, khususnya dalam melakukan evaluasi terhadap standar pelayanan, etika komunikasi, serta sikap tenaga kesehatan dalam berinteraksi dengan pasien maupun keluarga pasien.
Penting bagi setiap tenaga kesehatan untuk memahami bahwa keluarga pasien memiliki hak untuk memperoleh informasi mengenai kondisi kesehatan pasien sesuai ketentuan dan prosedur yang berlaku.
Apabila terdapat batasan waktu atau prosedur tertentu dalam penyampaian informasi medis, hal tersebut semestinya disampaikan dengan cara yang santun, jelas, dan tidak menyinggung perasaan keluarga pasien.
Rumah sakit merupakan tempat masyarakat mencari kesembuhan dan ketenangan, bukan justru tempat keluarga pasien merasa diabaikan atau diperlakukan dengan sikap yang kurang menyenangkan.
Kritik ini bukan dimaksudkan untuk mendiskreditkan profesi perawat, melainkan sebagai bentuk kepedulian terhadap peningkatan mutu pelayanan kesehatan dan dorongan agar prinsip pelayanan yang ramah, profesional, serta berorientasi pada kemanusiaan benar-benar diterapkan.
Masyarakat tentu berharap RSUD Pratomo dapat terus meningkatkan kualitas pelayanannya, sehingga setiap pasien dan keluarga yang datang mendapatkan perhatian, penghormatan, serta perlakuan yang layak.
Sebab, di balik setiap pasien yang dirawat, ada keluarga yang sedang menaruh harapan besar pada pelayanan dan kepedulian tenaga kesehatan.(Ibr)









