Saning Baka, utamapost.com | Jelang hari kemerdekaan 17 Agustus 2025, DKM Masjid Raya Saning Baka gelar tabligh akbar Sabtu 9/8/2025.
Kegiatan Tabligh Akbar menghadirkan ustadz Abdur Rahman Ad-Dify dari Payakumbuh Kabupaten Lima Puluh Kota.
Abdur Rahman Adify merupakan lulusan Universitas Islam Madinah dan pimpinan pondok pesantren Asy- Syamil Payakumbuh.
Dalam ceramahnya, Ustadz Abdur- Rahman Addify menyampaikan bahwa kemerdekaan yang hakikat dipandang dari sisi agama adalah terbebas dari tiga hal, antara lain:
Kesyirikan.
Syirik merupakan dosa kecil yang ganjaran atau hukumannya adalah lebih besar dari dosa dosa besar. Jika seandainya seseorang menggandengkan kesyirikan dengan ibadah, maka orang tersebut adalah orang yang paling merugi. Seseorang yang mendatangi dukun saja tanpa mengiyakan apa yang disampaikan dukun sudah cukup syarat untuk dia untuk tidak diterima sholatnya selama 40 hari , apalagi melakukan apa yang disarankan dukun.
hawa nafsu
Perkara mengendalikan hawa nafsu bukan sesuatu yang gampang, menahan emosi dan amarah termasuk komponen penting agar hidup terasa merdeka. Hawa nafsu mesti terarah sesuai dengan tuntunan agama. Seseorang yang sedang marah tida boleh mengekuarkan kata kata kasar dan kotor. Jika marah sedang berdiri, maka hendaklah ia duduk, jika masih marah maka hendaklah ia berbaring, jika masih amarah hendaklah ia berwudhu, dan seandainya masih marah maka hendaklah ia meninggalkan tempat dimana ia sedang marah.
Dunia.
Komponen Dunia selalu menjadi sebab hilangnya keseimbangan untuk melaksanakan ibadah menuju akhirat. Banyak hal dunia yang mengalahkan amalan untuk akhirat. Jangan letakkan dunia dihati, tetapi tempatkan akhirat sebagai tujuan utama. Jika kita kejar dunia maka akhirat tidak akan didapat, tetapi jika akhirat dikejar maka dunia akan mengikut.
Diakhir ceramah, ustadz Abdurrahman Addify sampaikan hakikat merdeka sebenarnya bebas dari tiga hal tersebut, jika hanya bisa satu maka merdeka sepertiga, jika hanya bisa dua maka merdeka dua pertiga, dan jika bisa melaksanakan ketiganya maka baru bisa dikatakan merdeka seutuhnya. ( Abd21 )









