Solok Selatan, Kamis 25 Desember 2025 —
Utamapost.com – Di saat masyarakat Sumatera Barat masih diliputi duka mendalam akibat bencana banjir dan galodo yang melanda sejumlah kabupaten dan kota, tindakan sejumlah oknum guru dan kepala sekolah di Kabupaten Solok Selatan menuai sorotan tajam. Pasalnya, di tengah suasana darurat bencana tersebut, mereka justru diketahui melakukan perjalanan wisata ke luar negeri, yakni ke Singapura dan Malaysia.
Fakta ini menjadi perhatian publik karena sebelumnya Bupati Solok Selatan, Khairunnas, secara tegas telah menyampaikan imbauan lisan kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) agar tidak bepergian ke luar Sumatera Barat. Imbauan tersebut disampaikan sebagai bentuk solidaritas dan empati terhadap para korban banjir dan longsor akibat cuaca ekstrem yang telah merenggut ratusan nyawa serta menyebabkan kerugian besar bagi masyarakat.
Namun demikian, aktivitas melancong yang dilakukan oleh sejumlah oknum guru dan kepala sekolah, termasuk yang bertugas di wilayah Sungai Pagu, KPGD dan lainnya dan tercatat dalam kelompok kegiatan tersebut, dinilai mencerminkan minimnya rasa empati dan kepekaan sosial terhadap penderitaan para korban bencana yang masih berjuang Tenda-tenda Pengunsian.
Awak media kemudian mencoba mengonfirmasi persoalan ini kepada Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Solok Selatan, Hamudis. Saat dimintai tanggapan, Hamudis menyatakan bahwa kegiatan tersebut kemungkinan dilakukan karena masih dalam masa libur sekolah, sehingga menurutnya tidak ada kewajiban bagi ASN untuk mengajukan izin kepada dinas.
“Kemungkinan kegiatan itu dilakukan saat libur sekolah. Bisa jadi juga sudah direncanakan jauh hari sebelumnya oleh guru-guru dan kepala sekolah dalam grup masing-masing,” ujar Hamudis saat dikonfirmasi via WhatsApp
“Tak harus minta ijin karena masuk masa libur”. Tandasnya
Meski demikian, pernyataan tersebut tidak serta-merta meredam kritik publik. Banyak pihak menilai bahwa persoalan ini bukan semata soal izin administratif, melainkan soal etika, empati, dan tanggung jawab moral sebagai ASN, terlebih di saat daerah dan masyarakat sedang berada dalam kondisi darurat bencana.
Sebagai pelayan publik dan pendidik, guru serta kepala sekolah diharapkan mampu menjadi teladan dalam bersikap, menunjukkan kepedulian sosial, serta menghormati imbauan pimpinan daerah. Terlebih, imbauan Bupati Solok Selatan agar ASN menahan diri untuk tidak bepergian keluar daerah dimaksudkan sebagai bentuk solidaritas kepada masyarakat yang tengah tertimpa musibah.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada klarifikasi resmi dari pihak guru maupun kepala sekolah yang mengikuti perjalanan tersebut. Publik pun berharap agar peristiwa ini menjadi bahan evaluasi bersama, sehingga ke depan, nilai empati dan kepedulian terhadap sesama dapat lebih diutamakan, terutama saat Sumatera Barat masih berjuang bangkit dari bencana banjir dan longsor.*** zulpancer






