MW KAHMI Angkat Spirit Karbala dalam Membaca Geopolitik Timur Tengah
Jakarta — Majelis Nasional KAHMI melalui Bidang Kajian Politik dan Hubungan Internasional menggelar diskusi strategis bertajuk *Peradaban Persia dan Peta Geopolitik Timur Tengah Pasca Konflik Amerika Serikat–Israel vs Iran* pada Sabtu (18/4/2026).
Diskusi yang berlangsung di Sekretariat MN KAHMI ini menghadirkan sejumlah akademisi dan praktisi untuk membedah dinamika geopolitik kawasan, dengan salah satu fokus utama pada relevansi sejarah Karbala dalam membentuk sikap politik Iran modern.
Dosen Universitas Islam Internasional Indonesia, Zezen Zaenal Mutaqin, menjelaskan bahwa peristiwa Karbala tidak hanya menjadi simbol tragedi, tetapi juga fondasi ideologis perlawanan Iran terhadap dominasi global, khususnya Amerika Serikat dan Israel.
Menurutnya, perjuangan Imam Husein melawan Yazid bin Mu’awiyah dalam peristiwa Karbala menjadi simbol keteguhan moral dalam menghadapi kekuasaan yang dianggap tidak adil.
“Peristiwa ini bukan hanya sejarah, tetapi menjadi inspirasi perlawanan yang terus hidup dalam kesadaran politik Iran,” ujar Zezen.
Ia menguraikan empat nilai utama Karbala yang relevan dengan konteks Iran saat ini. Pertama, posisi Iran sebagai bangsa yang kerap berada dalam tekanan global akibat sikap politiknya. Kedua, tumbuhnya sikap kritis terhadap kekuatan dominan dunia. Ketiga, Karbala sebagai cetak biru perjuangan, di mana kekalahan fisik tidak menghapus kemenangan moral. Keempat, semangat pengorbanan dalam perjuangan yang menjadi energi ketahanan nasional Iran.
Diskusi ini juga menghadirkan Wajid Fauzi dan M. Syaroni Rofii, serta peneliti Paramadina Public Policy Institute, Topan Mahdi. Sementara itu, Lely Pelitasari Soebekti bertindak sebagai moderator.
Sekitar 100 peserta mengikuti diskusi secara luring dan daring, menunjukkan tingginya antusiasme terhadap isu geopolitik global yang kian dinamis.
Ketua Bidang Politik MN KAHMI, Alfan Alfian, menegaskan pentingnya forum-forum intelektual semacam ini sebagai ruang konsolidasi pemikiran strategis alumni HMI dalam merespons isu-isu global.
Dalam kesempatan tersebut, Alfan juga membagikan bukunya berjudul “Demokrasi Digital Manusia, Teknologi, dan Kontestasi” kepada peserta yang aktif berpartisipasi dalam diskusi.
Melalui forum ini, KAHMI menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan wacana kritis dan konstruktif dalam membaca perkembangan geopolitik dunia, sekaligus memperkuat peran intelektual alumni dalam kehidupan kebangsaan.






