Diduga Bentak Pasien dan Vonis Tak Bisa Sembuh, Warga Minta Oknum Dokter di Puskesmas Sungai Parit Dicopot
Indragiri Hulu — Seorang dokter berinisial FP yang bertugas di Puskesmas Sungai Parit, Kecamatan Sungai Lala, Kabupaten Indragiri Hulu, tengah menjadi sorotan setelah diduga membentak pasien dan keluarganya serta mengeluarkan pernyataan yang melemahkan semangat pengobatan. Kejadian ini memicu kemarahan warga dan desakan agar dokter tersebut segera dicopot dari jabatannya. Senin (05/05/2025)
Insiden tersebut dialami oleh Joko Subandi, seorang pasien yang mengalami gangguan pada matanya, saat berobat ke Puskesmas pada Sabtu (3/5). Sang ibu, Juminah, mengaku mendapatkan perlakuan kasar dari dokter FP ketika ia meminta surat rujukan ke RSUD untuk pengobatan lanjutan.

“Saya cuma menjelaskan kondisi anak saya dan minta rujukan, tapi malah dibentak. Dokternya bilang, ‘Sakit mata anak ibu sudah lama, sudah tak bisa sembuh, untuk apa di rujuk ke RSUD , tapi kalau ibuk juga tetap memaksa nanti saya berikan surut rujukannya, paling juga di RSUD cuma dikasih obat tetes,’” kata Juminah menirukan ucapan sang dokter saat diwawancarai pada Sabtu (3/5).
Menurut Juminah, selain membentak, dokter tersebut juga tidak memberikan obat sementara untuk mengurangi keluhan pasien, yang dinilai menunjukkan kurangnya empati dalam pelayanan medis.
Seorang warga berinisial S menyatakan bahwa keluhan terhadap sikap dokter FP bukanlah hal baru. “Sudah sering warga mengadu. Banyak yang merasa diperlakukan tidak menyenangkan,” ungkapnya.
Pihak keluarga juga menyebutkan bahwa mereka pernah mengalami penolakan serupa dari dokter FP sebelumnya. Namun, saat meminta surat rujukan kepada dokter lain di puskesmas yang sama, permintaan langsung dikabulkan tanpa hambatan.
Keluarga pasien kini mendesak Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hulu untuk turun tangan dan mengevaluasi kinerja dokter FP serta sistem pelayanan di Puskesmas Sungai Parit. Mereka menilai perilaku tersebut tidak hanya melanggar etika profesi, tetapi juga mencederai nilai-nilai dasar pelayanan kesehatan publik yang seharusnya mengutamakan empati, kesantunan, dan profesionalisme.
Hingga berita ini diturunkan, upaya konfirmasi kepada dokter FP belum membuahkan hasil. Sementara itu, upaya menghubungi Kepala Dinas Kesehatan Indragiri Hulu, Elis Julinarti, melalui sambungan telepon maupun pesan singkat juga belum mendapatkan respons.
Namun menurut informasi pihaknya akan langsung turun ke puskesmas sungai parit untuk mendapatkan klarifikasi
Media masih terus berusaha menghubungi pihak-pihak terkait untuk memperoleh klarifikasi lebih lanjut. (Iin)










