KAMPAR, 25 Juni 2026 – Potensi limbah perkebunan kelapa sawit yang selama ini belum dioptimalkan, kini berhasil disulap menjadi peluang usaha bernilai ekonomi tinggi. Melalui skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat dengan ruang lingkup Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat Tahun 2026, tim dosen bersama mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KUKERTA) Universitas Riau (UNRI) sukses menggelar pelatihan kerajinan lidi sawit bagi Kelompok Usaha Bersama (KUB) Sentra Kreatif di Desa Kuapan, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini tidak sekadar memberikan teori, melainkan langsung mengajak warga berfokus pada praktik pembuatan produk kerajinan bernilai jual. Limbah lidi sawit diolah secara kreatif menjadi aneka rupa produk fungsional dan estetis, seperti piring anyaman, tempat buah, tatakan gelas, wadah serbaguna, hingga hiasan dekoratif yang bernilai ekonomis.
Untuk memastikan kualitas produk yang dihasilkan, pelatihan ini menghadirkan Ibu Zubaeni sebagai instruktur utama. Di bawah bimbingannya, para peserta didampingi secara detail melewati setiap tahapan produksi. Proses ini dimulai dari ketelitian dalam pemilihan bahan baku, proses pembersihan, pengeringan, penyortiran, hingga penguasaan teknik dasar menganyam. Pendekatan komprehensif ini tidak lain ditargetkan untuk memantik kreativitas, mengasah keterampilan teknis, sekaligus menumbuhkan ekosistem kewirausahaan yang tangguh di lingkungan KUB Sentra Kreatif.
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Rahmat Junaidi, S.E., M.M., menegaskan bahwa melimpahnya limbah sawit di Riau merupakan potensi besar yang harus dimanfaatkan secara cerdas. “Program ini tidak hanya mengajarkan keterampilan membuat kerajinan, tetapi juga menumbuhkan semangat kewirausahaan masyarakat. Kami berharap anggota KUB mampu mengembangkan usaha berbasis potensi lokal sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga,” ungkap Rahmat.
Guna menghasilkan produk yang rapi, kuat, dan memiliki daya saing pasar, peserta terus didorong untuk memperhatikan ketelitian, khususnya saat memilih bahan serta menjaga kerapian anyaman. Ketua KUB Sentra Kreatif, Yenfitri Merni, memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif program pemberdayaan ini. Ia menuturkan bahwa pelatihan tersebut tidak hanya memberikan wawasan baru, tetapi juga memompa kepercayaan diri anggota kelompok untuk berinovasi menciptakan produk lokal yang berkualitas.
Selain transfer keterampilan teknis, para mahasiswa KUKERTA UNRI juga membekali warga dengan strategi bisnis modern. Di tengah suasana pelatihan yang interaktif, mahasiswa memotivasi masyarakat untuk mulai memanfaatkan platform media sosial dan marketplace guna memperluas jangkauan pasar kerajinan mereka. Langkah nyata ini juga membawa dampak positif bagi lingkungan. Lidi sawit yang sebelumnya hanya terbuang sebagai limbah perkebunan, kini sukses diolah menjadi produk Produk Ekonomi Kreatif Berbasis Green Economy yang berkelanjutan. Sinergi apik antara mahasiswa dan dosen UNRI, masyarakat Desa Kuapan, serta dukungan strategis dari DPPM KemenDiktiSainTek ini diharapkan menjadi tonggak awal lahirnya produk-produk unggulan daerah yang siap bersaing di kancah nasional, sekaligus memperkuat roda perekonomian desa secara mandiri.
Penulis: Tim KUKERTA DPPM Universitas Riau 2026 Desa Kuapan.










