Pasaman Barat (02/09) – Pergerakan Pemuda Pasaman Barat meminta Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Pasaman Barat mendorong dan memfasilitasi pelaksanaan debat visi dan misi bagi para kandidat calon Wali Nagari yang akan mengikuti Pemilihan Wali Nagari (Pilwana).
Debat visi dan misi dinilai penting sebagai ruang bagi masyarakat untuk mengenal lebih jauh gagasan, program, serta komitmen masing-masing kandidat calon Wali Nagari dalam membangun nagari.
Ketua Umum Pergerakan Pemuda Pasaman Barat, Almaizet Putra, S.Pd. mengatakan masyarakat memiliki hak untuk mendapatkan informasi yang jelas mengenai rekam jejak calon pemimpin nagari sebelum menentukan pilihan.
“Kami meminta Pemda Pasaman Barat dapat memfasilitasi debat visi dan misi para kandidat Wali Nagari. Masyarakat perlu mengetahui apa yang menjadi gagasan, program prioritas, serta komitmen masing-masing calon untuk kemajuan nagari,” ujarnya.
Menurut Almaizet, debat tidak hanya menjadi ajang penyampaian program tetapi juga menjadi sarana pendidikan politik bagi masyarakat. Debat juga menjadi saranan bagi para kandidat calon Wali Nagari agar bisa menyampaikan gagasan secara terbuka sekaligus menjawab berbagai persoalan dan tantangan yang dihadapi masyarakat di nagari masing-masing.
Pergerakan Pemuda Pasaman Barat juga berharap debat tersebut dilaksanakan secara terbuka, adil, dan memberikan kesempatan yang sama kepada seluruh kandidat. Dengan demikian, masyarakat dapat menilai calon berdasarkan visi, misi, kemampuan, dan program kerja yang ditawarkan.
“Jangan sampai masyarakat hanya mengenal kandidat dari baliho, spanduk, atau kampanye dari mulut ke mulut. Masyarakat harus diberikan ruang untuk mendengar langsung gagasan dan program para kandidat serta masyarakat bisa berdialog langsung dengan calon pemimpinnya.” tambah Almaizet
Pergerakan Pemuda Pasaman Barat menilai keterbukaan informasi dalam proses pemilihan calon Wali Nagari akan membantu menciptakan pemilihan yang berkualitas, demokratis, dan menghasilkan pemimpin yang benar-benar memahami kebutuhan masyarakat.
“Biarkan masyarakat memilih berdasarkan gagasan dan program, bukan sekadar popularitas. Nagari membutuhkan pemimpin yang punya visi dan mampu bekerja untuk masyarakat.” tutupnya (FF)









