Surian, Utamapost.com – Semangat kebersamaan dan kepedulian sosial kembali ditunjukkan masyarakat Jorong Tambang, Nagari Surian, Kecamatan Pantai Cermin, Kabupaten Solok. Pada Rabu (10/6/2026), warga bersama jajaran Pemuda Pancasila (PP) PAC Pantai Cermin kembali melaksanakan gotong royong untuk memperbaiki Jembatan Gantung Keduo yang roboh pada pekan lalu.
Sejak pagi hari, puluhan warga tampak berkumpul di lokasi jembatan dengan membawa berbagai peralatan dan material yang dibutuhkan. Bersama anggota Pemuda Pancasila, masyarakat bahu-membahu memperbaiki bagian-bagian jembatan yang rusak agar dapat segera difungsikan kembali untuk kebutuhan aktivitas sehari-hari.
Kegiatan gotong royong tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi masyarakat yang hingga kini masih mengalami kesulitan akibat terputusnya akses utama penghubung Surian Tigo Jorong Tambang dengan wilayah lainnya.
Ketua PAC Pemuda Pancasila Pantai Cermin, Erianto, mengatakan bahwa pihaknya akan terus mendampingi masyarakat dalam upaya perbaikan jembatan tersebut.
“Kami hadir untuk membantu masyarakat. Ini adalah bentuk pengabdian Pemuda Pancasila kepada masyarakat. Selama masih dibutuhkan, kami akan ikut bergotong royong bersama warga agar akses ini bisa kembali dimanfaatkan,” ujarnya.
Menurutnya, semangat gotong royong yang ditunjukkan masyarakat menjadi bukti bahwa nilai-nilai kebersamaan masih terjaga dengan baik di tengah masyarakat pedesaan.
Di lokasi, warga terlihat bekerja tanpa mengenal lelah. Sebagian mengumpulkan material batu untuk memperkuat tiang penahan Aling dan sebagian lagi mengerjakan penyambungan besi dengan cara di las.
sementara yang lain menyiapkan material dan memperkuat bagian konstruksi yang masih dapat digunakan.
Pantauan awak media dari lapangan.tak terlihat perangkat nagari dan unsur pemerintahan kecamatan dilapangan.
Salah seorang warga mengatakan bahwa perbaikan sementara ini sangat penting dilakukan mengingat jembatan tersebut merupakan satu-satunya akses utama yang digunakan masyarakat untuk berbagai keperluan.
“Kalau jembatan ini tidak segera diperbaiki, masyarakat akan terus kesulitan. Anak-anak sekolah, petani yang membawa hasil panen, hingga warga yang memiliki keperluan mendesak harus mencari jalan alternatif yang cukup berisiko,” katanya.
Diketahui, sejak robohnya jembatan pada Rabu (3/6/2026) lalu, warga terpaksa melewati jalur alternatif dengan turun ke dasar sungai untuk beraktivitas. Kondisi tersebut tentu sangat menyulitkan, terutama bagi pelajar dan warga lanjut usia.
Meski perbaikan yang dilakukan saat ini bersifat sementara, masyarakat berharap jembatan tersebut setidaknya dapat kembali dilalui sambil menunggu realisasi pembangunan permanen dari Pemerintah Kabupaten Solok.
Kegiatan gotong royong yang melibatkan masyarakat dan Pemuda Pancasila tersebut berlangsung penuh semangat. Kebersamaan yang terjalin menjadi harapan baru bagi warga Jorong Tambang untuk kembali mendapatkan akses yang layak dan aman dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
Masyarakat berharap perhatian pemerintah terhadap pembangunan jembatan permanen dapat segera terealisasi, sehingga akses vital yang menjadi urat nadi kehidupan sekitar 200 kepala keluarga di Surian Tigo Jorong Tambang dapat kembali normal dan lebih aman digunakan dalam jangka panjang.
(ZulPancer)









