Warga Pulau Temiang Soroti Pembangunan Parit, Titik Rawan Banjir Justru Tak Dikerjakan

- Jurnalis

Kamis, 1 Oktober 2026 - 12:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

UTAMAPOST.COM,TEBO – Pekerjaan pembangunan parit pembuang air di Kelurahan Pulau Temiang, Kecamatan Tebo Ulu, Kabupaten Tebo, menjadi sorotan warga. Pasalnya, titik pembangunan parit dinilai tidak sesuai dengan kebutuhan masyarakat, terutama di lokasi yang selama ini menjadi langganan genangan air saat hujan deras.

Warga mempertanyakan penentuan titik pekerjaan yang dinilai terkesan pilih-pilih. Menurut masyarakat, pembangunan parit semestinya diprioritaskan pada kawasan yang memang membutuhkan saluran pembuangan air untuk mengatasi genangan saat musim hujan.

Seorang ibu rumah tangga yang enggan disebutkan namanya mengaku kecewa dengan pelaksanaan pekerjaan tersebut. Ia menilai sejumlah lokasi yang selama ini mengalami genangan justru tidak menjadi sasaran pembangunan.

“Seharusnya yang dibuat parit adalah titik-titik yang memang sering tergenang air saat musim hujan. Namun, lokasi yang tidak menjadi titik banjir justru dikerjakan, sementara kawasan yang sering terdampak genangan malah tidak tersentuh,” ujarnya.

Ia mencontohkan kawasan mulai dari depan rumah Ibu Evi hingga ke depan Kantor Polsek Pulau Temiang. Menurutnya, kawasan tersebut kerap digenangi air ketika hujan deras.

Kondisi tersebut, kata dia, semakin diperparah setelah saluran atau gorong-gorong pembuangan air di tengah jalan ditutup saat dilakukan pekerjaan perbaikan jalan.

Gorong-gorong yang dimaksud warga berada tepat di depan rumah Effendi. Sementara jalur parit pembuangan air disebut berada di sekitar samping rumah Sukimin dan Kamal Anuar.

Warga menyebut, akibat saluran pembuangan yang tidak berfungsi sebagaimana mestinya, air hujan berpotensi menggenangi kawasan mulai dari halaman rumah warga hingga halaman Kantor Polsek Tebo Ulu.

Warga Pertanyakan Titik dan Transparansi Pekerjaan

Selain mempersoalkan titik pembangunan, masyarakat juga mempertanyakan transparansi pekerjaan tersebut.

Warga mengaku memperoleh informasi bahwa pembangunan parit tersebut memiliki panjang sekitar 300 meter. Namun, masyarakat mengaku tidak mengetahui secara pasti pihak yang mengerjakan pekerjaan tersebut, apakah PT atau CV, lantaran tidak melihat papan informasi proyek di lokasi.

“Kami juga tidak tahu pekerjaan ini dikerjakan oleh PT atau CV mana. Papan informasi pekerjaan juga tidak terlihat di lokasi. Karena itu kami berharap Pemerintah Provinsi Jambi atau Dinas PUPR Provinsi Jambi dapat turun langsung melihat kondisi di lapangan,” kata warga.

Masyarakat juga mempertanyakan ukuran teknis parit yang dikerjakan, termasuk lebar dan kedalamannya. Warga mengaku tidak mengetahui nilai anggaran, sumber anggaran, maupun tahun anggaran pekerjaan tersebut.

Menurut mereka, apabila pekerjaan tersebut bersumber dari APBD Provinsi Jambi, informasi mengenai kegiatan seharusnya dapat diketahui masyarakat melalui papan informasi pekerjaan di lokasi.

Minta PUPR Provinsi Jambi Tinjau Ulang

Warga berharap Dinas PUPR Provinsi Jambi melakukan peninjauan terhadap pekerjaan pembangunan parit tersebut.

Masyarakat meminta agar titik-titik pekerjaan dievaluasi kembali dengan mempertimbangkan kondisi faktual di lapangan, khususnya kawasan yang selama ini menjadi titik genangan saat hujan deras.

“Harapan kami pemerintah provinsi atau Dinas PUPR Provinsi Jambi turun dan melihat langsung. Jangan sampai parit dibangun di tempat yang tidak menjadi masalah, sementara lokasi yang setiap musim hujan tergenang justru dibiarkan,” harapnya.

Warga juga berharap persoalan saluran pembuangan air di kawasan tersebut dapat menjadi perhatian pemerintah, sehingga pembangunan infrastruktur drainase benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat dan mampu mengurangi persoalan genangan saat musim hujan.

Hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh keterangan resmi dari Dinas PUPR Provinsi Jambi maupun pihak pelaksana mengenai titik pekerjaan, nilai anggaran, sumber dana, spesifikasi teknis, serta alasan penentuan lokasi pembangunan parit tersebut.(Ag)

Follow WhatsApp Channel utamapost.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polisi Peduli Pendidikan, Kapolsek VII Koto Ilir Tanamkan Di Disiplin dan Cegah Bullying Di SDN 05 Balai Rajo
Bupati Solok Jon Firman Pandu Melantik Rudi Repenaldi Rilis Sebagai Sekretaris Daerah Kabupaten Solok
Waka Polres Dharmasraya Jadi Pembina Upacara di SMPN 2 Pulau Punjung, Ajak Pelajar Jauhi Bullying dan Tawuran
Gerak Cepat! Kurang dari 24 Jam, Polda Jambi Bekuk 8 Pelaku Penyerangan dan Penembakan Mako Polres Merangin
Sat Reskrim Polres Payakumbuh Amankan Terduga Pelaku Curanmor, Satu Unit Suzuki FU Disita
Wabup Tebo Hadiri Sosialisasi dan FGD Bapas Kelas II Muara Bungo, Perkuat Sinergi Pembinaan dan Reintegrasi Sosial
Diduga Bebas Beroperasi dan Lemahnya Kepolisian untuk Menindak Tegas Pengedar Obat Keras Daftar G di Babakan Setu, Kesehatan Masyarakat Terancam
Kapolda Jambi Tekankan Sinergi Lintas Sektor Jaga Kelestarian Hutan, Audiensi Bersama Instansi Kehutanan Di BPDAS Batanghari

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 17:28 WIB

Polisi Peduli Pendidikan, Kapolsek VII Koto Ilir Tanamkan Di Disiplin dan Cegah Bullying Di SDN 05 Balai Rajo

Senin, 2 November 2026 - 14:09 WIB

Bupati Solok Jon Firman Pandu Melantik Rudi Repenaldi Rilis Sebagai Sekretaris Daerah Kabupaten Solok

Minggu, 1 November 2026 - 09:05 WIB

Gerak Cepat! Kurang dari 24 Jam, Polda Jambi Bekuk 8 Pelaku Penyerangan dan Penembakan Mako Polres Merangin

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 19:52 WIB

Sat Reskrim Polres Payakumbuh Amankan Terduga Pelaku Curanmor, Satu Unit Suzuki FU Disita

Jumat, 30 Oktober 2026 - 13:30 WIB

Wabup Tebo Hadiri Sosialisasi dan FGD Bapas Kelas II Muara Bungo, Perkuat Sinergi Pembinaan dan Reintegrasi Sosial

Berita Terbaru

News Update

Oknum Pemain Solar di Kabupaten Bogor

Senin, 2 Nov 2026 - 17:36 WIB