TELUK KUANTAN – Menanggapi resmi dilantiknya Muklisin sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Kuantan Singingi (Kuansing), Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Pemuda Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Provinsi Riau menyampaikan sejumlah catatan kritis sekaligus tuntutan mendesak terkait ketimpangan pembangunan infrastruktur di daerah tersebut, Jumat (3/7/2026).
Ketua DPW Pemuda LIRA Provinsi Riau, Daniel Saragi, S.H., menegaskan bahwa momentum transisi kepemimpinan ini harus menjadi titik balik bagi perbaikan nasib masyarakat di wilayah eks-transmigrasi yang selama ini dinilai kurang mendapat perhatian dari pemerintah daerah.
Menurut Daniel, banyak ruas jalan menuju kawasan eks-transmigrasi di Kecamatan Singingi dan Singingi Hilir yang mengalami kerusakan parah sehingga menyulitkan mobilitas masyarakat menuju Kota Teluk Kuantan.
Beberapa ruas jalan yang disebutkan antara lain:
– Simpang Koto Baru menuju Desa Sukamaju;
– Simpang Petai menuju Desa Simpang Raya;
– Simpang Kebun Lado menuju Desa Sungai Sirih;
– Simpang Sambung menuju Desa Sungai Bawang;
– Simpang Ojo Lali menuju Desa Air Mas; serta
– Simpang Handoyo menuju Desa Sumber Datar.
Ia mengatakan, hampir seluruh akses menuju wilayah eks-transmigrasi Singingi dan Singingi Hilir dalam kondisi rusak berat sehingga membutuhkan perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi.
Daniel juga menagih janji politik Muklisin saat masa kampanye, khususnya terkait komitmen untuk memperbaiki jalan akses utama yang menghubungkan Teluk Kuantan dengan kawasan eks-transmigrasi di Singingi dan Singingi Hilir.
Menurutnya, selama ini pembangunan di kawasan eks-transmigrasi berjalan sangat lambat. Kondisi jalan yang rusak telah menghambat aktivitas ekonomi masyarakat, menyulitkan mobilitas warga, serta mengganggu distribusi hasil pertanian dan perkebunan.
Karena itu, DPW Pemuda LIRA Riau meminta Plt Bupati Kuansing segera menginstruksikan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait agar percepatan perbaikan jalan menuju wilayah eks-transmigrasi dimasukkan sebagai prioritas dalam penganggaran APBD.
«”Jabatan Plt ini bukan sekadar pengisi kekosongan kekuasaan, melainkan amanah besar untuk menuntaskan utang janji kepada rakyat. Masyarakat eks-transmigrasi adalah bagian sah dari Kuansing yang memiliki hak yang sama untuk menikmati hasil pembangunan. Kami akan mengawal secara ketat kebijakan ini,” tegas Daniel Saragi, S.H., Ketua DPW Pemuda LIRA Provinsi Riau yang juga merupakan putra kelahiran Singingi.»
Daniel menambahkan, Pemuda LIRA akan terus berperan sebagai mitra kritis sekaligus pengawas publik (social oversight) guna memastikan pembangunan infrastruktur di wilayah pedalaman dan eks-transmigrasi benar-benar menjadi perhatian pemerintah daerah serta mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat tanpa penundaan lebih lanjut.
Sumber: Pemuda LIRA Riau.










