INDRAGIRI HULU — Praktik dugaan penyalahgunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi kembali menjadi sorotan di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Riau. Aktivitas pengisian BBM bersubsidi secara tidak wajar diduga terjadi di SPBU nomor registrasi 14.293.688, Pangkalan Kasai, Kecamatan Seberida, Senin (24/8/2026).
Pantauan di lokasi menunjukkan adanya pengisian BBM bersubsidi ke dalam jerigen, kendaraan yang diduga telah dimodifikasi, hingga mobil pengangkut milik perusahaan. Aktivitas tersebut disebut berlangsung secara terbuka pada siang hari dan diduga berlanjut hingga malam hingga stok BBM habis atau SPBU tutup.
Seorang warga yang mengantre Bio Solar mengaku resah dengan kondisi tersebut. Ia menyebut pengisian dalam jumlah tidak wajar diduga telah berlangsung berulang kali tanpa adanya tindakan tegas dari pihak berwenang.
“Para mafia BBM bersubsidi ini mulai pengisian jerigen, mobil modifikasi hingga mobil pengangkut hasil dari perusahaan hingga kini belum mendapat tindakan dari pihak berwenang,” ungkapnya.
Tak hanya Bio Solar, warga juga menduga pengisian Pertalite kepada pihak yang tidak berhak turut berlangsung secara terbuka.
“Jangankan BBM jenis solar, Pertalite aja pihak SPBU berani terang-terangan mengisi pada siang hari, dan diduga ini juga berlangsung hingga malam hari sampai SPBU tidak memiliki minyak atau pas jam tutup,” tambah warga tersebut.
Kondisi itu disebut berdampak langsung terhadap masyarakat, khususnya petani yang membutuhkan BBM untuk kendaraan operasional dan mengangkut hasil perkebunan. Antrean panjang membuat aktivitas warga terganggu.
“Mobil kita ini untuk memuat hasil panen kita sendiri yakni sawit, dan kalau ada warga yang minta bantu juga kita bantu untuk mengangkut buah sawitnya. Kalau keadaan begini mungkin besok baru bisa kita angkut hasil dari kebun dan ini sudah kerap terjadi,” keluh seorang petani.
Kecurigaan warga semakin kuat setelah terlihat kendaraan pengangkut batu bara dan CPO diduga turut melakukan pengisian BBM bersubsidi di SPBU tersebut. Aktivitas kendaraan tersebut bahkan disebut telah didokumentasikan oleh wartawan di lapangan.
Warga menduga adanya penggunaan barcode cadangan atau barcode yang tidak semestinya untuk mengakali sistem penyaluran BBM bersubsidi. Namun, dugaan tersebut masih memerlukan pemeriksaan dan verifikasi dari pihak berwenang.
Masyarakat meminta PT Pertamina dan instansi terkait segera melakukan inspeksi mendadak (sidak) serta memeriksa sistem penyaluran BBM di SPBU tersebut. Mereka juga meminta agar apabila ditemukan pelanggaran, sanksi diberikan sesuai ketentuan yang berlaku.
“Kita meminta kepada pihak Pertamina agar sidak ke SPBU yang dimaksud agar keadaan Pertamina benar-benar membantu masyarakat tempatan dan mobil yang melintas saat membutuhkan pengisian BBM dengan berbagai jenis,” tegas warga.
Hingga berita ini diturunkan, pihak pengelola SPBU nomor registrasi 14.293.688 maupun Pertamina belum memberikan tanggapan resmi terkait dugaan penyalahgunaan BBM bersubsidi tersebut. (iin)










