Desil DTSEN Dipertanyakan Warga, DPRD Cirebon Soroti Akurasi Data Sosial Ekonomi

- Jurnalis

Jumat, 18 September 2026 - 05:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Cirebon //utamapost.com — Sejumlah kantor kelurahan hingga instansi pemerintah di Kota Cirebon belakangan ramai didatangi warga yang mempertanyakan status desil mereka dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

Warga mendatangi berbagai instansi, mulai dari kantor kelurahan, Dinas Sosial (Dinsos), Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), hingga Badan Pusat Statistik (BPS).

Mereka mempertanyakan kesesuaian status desil yang tercantum dalam data dengan kondisi sosial ekonomi yang mereka alami.

Persoalan tersebut kemudian mendapat perhatian dari DPRD Kota Cirebon. Anggota Komisi III DPRD Kota Cirebon, Rinna Suryanti, meminta pemerintah daerah tidak memandang fenomena tersebut sebatas keluhan warga yang ingin mengubah status desil.

Menurut Rinna, banyaknya warga yang datang dan mempertanyakan status mereka justru perlu menjadi bahan evaluasi terhadap akurasi serta proses pemutakhiran data sosial ekonomi.

“Meningkatnya warga Kota Cirebon yang mendatangi kelurahan, Dinsos, Disdukcapil maupun BPS karena merasa status desilnya tidak sesuai dengan kondisi ekonomi sebenarnya harus dibaca sebagai alarm serius bagi pemerintah daerah,” kata Rinna.

Ia menilai, persoalan data sosial ekonomi perlu ditangani secara cermat karena data tersebut berkaitan dengan penentuan sasaran berbagai program pemerintah.

Karena itu, pemerintah daerah bersama instansi terkait dinilai perlu membuka ruang verifikasi dan klarifikasi bagi masyarakat yang merasa kondisi faktualnya tidak tercermin dalam data.

Langkah tersebut penting agar data yang digunakan pemerintah benar-benar menggambarkan kondisi masyarakat di lapangan, sekaligus meminimalkan potensi kesalahan dalam penentuan penerima program sosial maupun intervensi pemerintah lainnya.

Fenomena warga yang berbondong-bondong mempertanyakan status desil tersebut pada akhirnya menjadi momentum bagi pemerintah untuk memastikan bahwa proses pendataan, verifikasi, dan pemutakhiran DTSEN berjalan secara akurat, transparan, serta responsif terhadap kondisi masyarakat.

Follow WhatsApp Channel utamapost.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Rawat Persaudaraan di Perantauan, DPP IPPSA Perkuat Konsolidasi Organisasi di Yogyakarta
Labfor Polda Jateng Selidiki Kebakaran Gudang Peleburan Aluminium di Kebasen, Empat Sampel Bukti Dibawa untuk Uji Laboratorium
Polisi Tangkap Pria Terduga Pelaku Pencabulan Anak di Bawah Umur di Pasaman Barat
Pemkab Solok Terima Bantuan dari Solok Saiyo Sakato (S3) untuk Korban Bencana Galodo di Arosuka
Tokoh Perempuan Papua Pegunungan Rida Kogoya Salurkan Bantuan Rp15 Juta untuk Konferensi Gereja Baptis Wilayah Dimba
Polresta Cirebon Musnahkan Ribuan Botol Miras dan 4.841 Knalpot Brong, Hasil Operasi Sebulan Terakhir
Oknum Pemain Solar di Kabupaten Bogor
Polisi Peduli Pendidikan, Kapolsek VII Koto Ilir Tanamkan Disiplin dan Cegah Bullying Di SDN 05 Balai Rajo

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 19:41 WIB

Rawat Persaudaraan di Perantauan, DPP IPPSA Perkuat Konsolidasi Organisasi di Yogyakarta

Selasa, 3 November 2026 - 19:33 WIB

Polisi Tangkap Pria Terduga Pelaku Pencabulan Anak di Bawah Umur di Pasaman Barat

Selasa, 3 November 2026 - 19:25 WIB

Pemkab Solok Terima Bantuan dari Solok Saiyo Sakato (S3) untuk Korban Bencana Galodo di Arosuka

Selasa, 3 November 2026 - 08:31 WIB

Tokoh Perempuan Papua Pegunungan Rida Kogoya Salurkan Bantuan Rp15 Juta untuk Konferensi Gereja Baptis Wilayah Dimba

Selasa, 3 November 2026 - 06:03 WIB

Polresta Cirebon Musnahkan Ribuan Botol Miras dan 4.841 Knalpot Brong, Hasil Operasi Sebulan Terakhir

Berita Terbaru