Pak Abu Disebut “Raja Peti” di Muara Lembu, Kebun Sawit Disulap Jadi “Kubangan PETI”

- Jurnalis

Jumat, 18 September 2026 - 07:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_131072

i

Oplus_131072

Muara Lembu – Aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Kelurahan Muara Lembu, Kecamatan Singingi, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau, kembali mencuat. Warga menyebut seorang berinisial A alias Abu sebagai sosok yang dikenal lama beroperasi dan memiliki banyak unit dompeng di lokasi tersebut.

Berdasarkan penelusuran di lokasi yang ditunjuk warga, area yang semula diduga kebun di pinggir sungai kini berubah menjadi  area tambang. Pohon sawit tampak hanya tersisa di barisan tepi sungai, sementara sebagian batang ditimbun tanah, diduga untuk menyamarkan aktivitas agar tidak mudah terlihat dari jarak jauh, Kamis (17/9/2026).

Warga yang enggan disebutkan namanya menuturkan bahwa suara mesin dompeng masih terdengar hingga kini, dan alat berat jenis excavator disebut digunakan untuk mempermudah penggalian. Klaim ini muncul di tengah gencarnya operasi penertiban oleh Polresta/Polda Riau dalam beberapa bulan terakhir.

Sepanjang 2025–2026, Polda Riau bersama Polres Kuansing mencatat puluhan hingga ratusan rakit PETI dimusnahkan dalam berbagai operasi, termasuk Operasi PETI Kuantan Merah Putih yang berhasil memusnahkan ratusan unit dan menjerat puluhan tersangka.

Di Muara Lembu sendiri, Polsek Singingi beberapa kali melakukan penertiban. Pada 13 September 2026, misalnya, petugas menemukan dua unit rakit PETI tidak beroperasi di kelurahan tersebut dan langsung merusak serta membakarnya untuk mencegah penggunaan kembali.  Sebelumnya, pada akhir Januari 2026, tim juga menemukan dua unit rakit PETI yang disembunyikan di Muara Lembu dan melakukan tindakan diskresi dengan membakar rakit tersebut.

Meski demikian, laporan warga dan sejumlah pemberitaan menyebutkan aktivitas PETI di Muara Lembu seolah “tak pernah benar-benar hilang”, dengan puluhan dompeng dilaporkan kembali beroperasi pada periode tertentu.

Narasi yang berkembang di masyarakat menyoroti kemungkinan “main mata” antara oknum aparat penegak hukum (APH) dengan pelaku PETI, mengingat aktivitas dinilai terus berjalan meski operasi rutin dilakukan. Tuduan ini, sejauh ini, masih berupa klaim warga dan perlu pembuktian lebih lanjut melalui investigasi independen serta audit internal jika diperlukan.

Di sisi lain, Kapolda Riau dan jajaran secara terbuka menegaskan komitmen menumpas PETI, termasuk menjerat pemodal, pengolah, hingga penadah dalam jaringan ilegal. Dalam satu operasi Agustus 2026, misalnya, 17 tersangka diamankan dan ratusan gram emas serta alat tambang disita.

Aktivitas PETI di Kuansing telah lama dikaitkan dengan kerusakan lingkungan, termasuk perubahan aliran sungai, pendangkalan, dan pencemaran air. Pada periode tertentu, warga bahkan melaporkan sungai yang semula keruh akibat PETI kembali jernih usai penertiban besar-besaran, menunjukkan korelasi langsung antara operasi dan pemulihan kondisi sungai.

Namun, ketika aktivitas kembali muncul, kekhawatiran akan dampak kesehatan, keselamatan kerja informal, dan konflik sosial juga ikut mengemuka, terutama di wilayah permukiman dekat lokasi tambang.

Sejalan dengan Kode Etik Jurnalistik, redaksi membuka ruang hak jawab, hak koreksi, dan klarifikasi kepada pihak-pihak yang disebut dalam narasi ini, termasuk pihak berinisial A alias Abu, pengelola lahan, serta instansi terkait. Langkah ini diambil untuk menjaga prinsip keberimbangan dan akurasi informasi. (Red)

Follow WhatsApp Channel utamapost.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Rawat Persaudaraan di Perantauan, DPP IPPSA Perkuat Konsolidasi Organisasi di Yogyakarta
Labfor Polda Jateng Selidiki Kebakaran Gudang Peleburan Aluminium di Kebasen, Empat Sampel Bukti Dibawa untuk Uji Laboratorium
Polisi Tangkap Pria Terduga Pelaku Pencabulan Anak di Bawah Umur di Pasaman Barat
Pemkab Solok Terima Bantuan dari Solok Saiyo Sakato (S3) untuk Korban Bencana Galodo di Arosuka
Tokoh Perempuan Papua Pegunungan Rida Kogoya Salurkan Bantuan Rp15 Juta untuk Konferensi Gereja Baptis Wilayah Dimba
Polresta Cirebon Musnahkan Ribuan Botol Miras dan 4.841 Knalpot Brong, Hasil Operasi Sebulan Terakhir
Oknum Pemain Solar di Kabupaten Bogor
Polisi Peduli Pendidikan, Kapolsek VII Koto Ilir Tanamkan Disiplin dan Cegah Bullying Di SDN 05 Balai Rajo

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 19:41 WIB

Rawat Persaudaraan di Perantauan, DPP IPPSA Perkuat Konsolidasi Organisasi di Yogyakarta

Selasa, 3 November 2026 - 19:33 WIB

Polisi Tangkap Pria Terduga Pelaku Pencabulan Anak di Bawah Umur di Pasaman Barat

Selasa, 3 November 2026 - 19:25 WIB

Pemkab Solok Terima Bantuan dari Solok Saiyo Sakato (S3) untuk Korban Bencana Galodo di Arosuka

Selasa, 3 November 2026 - 08:31 WIB

Tokoh Perempuan Papua Pegunungan Rida Kogoya Salurkan Bantuan Rp15 Juta untuk Konferensi Gereja Baptis Wilayah Dimba

Selasa, 3 November 2026 - 06:03 WIB

Polresta Cirebon Musnahkan Ribuan Botol Miras dan 4.841 Knalpot Brong, Hasil Operasi Sebulan Terakhir

Berita Terbaru