” Perayaan kegiatan 17 Agustusan bukanlah hal terbilang wajib, namun suasana gembira dalam berbagai perlombaan dan kegiatan sebagai bentuk perayaan yang rutin dilaksanakan tiap tahun dari pusat sampai kedaerah “
Singkarak, utamapost.com | Warga Kecamatan X Koto Singkarak dibuat kecewa karena pada tahun ini tidak ada kegiatan perayaan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia yang biasanya diadakan setiap 17 Agustus.
Kegiatan yang biasanya diinisiasi dan difasilitasi Camat dalam bentuk kegiatan seperti lomba rakyat, upacara bendera, ataupun malam hiburan yang sudah menjadi tradisi tahunan musim ini Nihil tanpa ada kegiatan.
Alhasil kegiatan yang biasanya ikut diisi oleh sekolah sekolah dan kantor di kecamatan X Koto Singkarak musim ini sepi tak bergeming, tak seperti kecamatan lain dikabupaten Solok.
Sebut saja kecamatan Bukit Sundi yang hari ini Kamis 14 Agustus 2025 seluruh elemen masyarakatnya sibuk dengan rentetan acaranya, sampai sampai peserta gerak jalan capai ratusan bahkan ribuan orang, begitu antusiasnya mereka bekerja sama demi perayaan kemerdekaan Republik Indonesia ke 80.
Beberapa tokoh masyarakat menilai, keputusan tersebut membuat suasana kemerdekaan terasa hambar di wilayah itu. Padahal, perayaan 17 Agustus bukan hanya sebagai bentuk hiburan, tetapi juga sarana mempererat persatuan dan menumbuhkan rasa nasionalisme warga.
“Biasanya kami mengadakan lomba tarik tambang, panjat pinang, dan karnaval yang diikuti seluruh elemen dari Nagari nagari yang ada dikecamatan X Koto Singkarak. Tapi tahun ini, sepi sekali. Tidak ada pengumuman atau ajakan dari pihak kecamatan,” ujar salah satu warga.
Ketua Koordinator Wilayah UPTD Pendidikan Dasar dan Menengah Pertama Yongkerman, S.Pd yang baru beberapa hari dilantik sebagai pengurus Dewan Pendidikan kabupaten Solok, ketika dihubungi Via Whatsup oleh media utamapost.com mengatakan bahwa kegiatan ini kewenangan kecamatan.
” Yang berkewenangan menjadi kapalo arak ( Ketua/minang.red ) adalah pihak kecamatan dalam hal ini tentu Camat, tetapi jika kami diberikan kuasa kami akan laksanakan sebagaimana tahun tahun sebelumnya, apalagi ditingkat sekolah ” tegasnya.
Selanjutnya Yongkerman, S.Pd menambahkan, ditahun tahun sebelumnya kami laksanakan kegiatan ini dengan dana seadanya, tetapi acara cukup meriah Pungkasnya.
Salah seorang kepala sekolah ketika diwawancarai tim media mengatakan bahwa, untuk saat ini kami inisiasi perayaan kecil kecilan disekolah, sepertinya untuk kegiatan besar kita berharap tahun depan. Sedang pelaksanaan upacara bendera diserahkan kemasing masing Nagari terangnya.
Polemik singkarak sepi perayaan ini tentu manjadi pertanyaan besar. Sepertinya Singkarak bak Istri ditinggal mati suami sehingga larut dalam kesedihan. Ditahun sebelumnya singkarak pecah rekor menyelenggarakan upacara bendera 17 Agustus di Danau Singkarak. Apa mungkin karena singkarak sudah ditinggalkan Sang Kapten ? , Apa iya Singkarak kehilangan Nahkoda sehingga tak sedikitpun ada kegiatan perayaan 17 Agustusan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan resmi dari pihak kecamatan mengenai alasan tidak diselenggarakannya kegiatan peringatan kemerdekaan tersebut. Warga berharap, di tahun mendatang pihak kecamatan dapat kembali menghidupkan semangat 17 Agustus sebagaimana mestinya.










