Kabupaten Solok, utamapost.Com– Sejumlah pelanggan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) di Nagari Sumani, Kabupaten Solok, mengeluhkan kondisi air yang mereka terima dalam beberapa waktu terakhir.
Air yang mengalir ke rumah warga dilaporkan keruh, berbau, bahkan terdapat jentik, sehingga dinilai tidak layak untuk kebutuhan sehari-hari.
Salah seorang pelanggan yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan kekecewaannya kepada awak media. Ia berharap pihak PDAM segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi permasalahan tersebut.
Menurut keterangan warga, kondisi air yang memburuk ini diduga terjadi sejak banjir bandang yang melanda beberapa bulan lalu. Sumber air yang berasal dari sungai disebut-sebut menjadi penyebab utama menurunnya kualitas air yang disalurkan ke pelanggan.
“Sekarang memang tidak bayar alias gratis, tapi kalau airnya seperti ini, kami menolak. Lebih baik bayar seperti biasa tapi airnya bersih. Jangankan untuk masak, untuk mencuci saja tidak bisa. Airnya seperti air kubangan kerbau, berbau, keruh, dan ada jentik,” ungkapnya dengan nada kesal.
Menanggapi keluhan tersebut, Direktur PDAM Kabupaten Solok, Febri, menyampaikan Via telpon Whatsup ( 10/04/2026 ) bahwa kondisi air saat ini bersifat sementara akibat dampak bencana yang merusak infrastruktur.
“Ini hanya air sementara. Saat ini kami kekurangan pipa induk sepanjang 4.500 meter akibat bencana. Kami sedang berupaya untuk bisa kembali ke kondisi normal. Untuk sementara, kami menyuplai kebutuhan masyarakat di tiga nagari, yakni Saning Bakar, Sumani, dan Koto Sani dengan sumber air seadanya. Saat ini meteran kami nolkan,” jelasnya.

Terkait adanya jentik dalam air, Febri meminta masyarakat untuk bersabar. Ia menjelaskan bahwa kondisi tersebut kemungkinan terjadi karena air terkontaminasi dari lingkungan sekitar, termasuk air sawah.
“Mohon bersabar dalam beberapa hari ini. Jentik mungkin masuk karena air terkontaminasi oleh air sawah. Kami akan mengganti pipa secepatnya, petugas sedang bekerja. Insya Allah dalam minggu ini selesai, sedang untuk kembali normal seperti dahulu membutuhkan biaya yang sangat besar dan waktu lama, ini sedang dalam upaya ” tambahnya
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada media yang telah membantu menyampaikan informasi kepada masyarakat.
Warga berharap upaya perbaikan yang dilakukan PDAM dapat segera rampung, sehingga pasokan air bersih kembali normal dan layak digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. ( Admin)






