Tolikara, Papua Pegunungan — Pemerintah Kampung Wonabunggame, Distrik Yuneri, Kabupaten Tolikara, Papua Pegunungan, menggunakan Dana Kampung tahap II Tahun Anggaran 2025 dan tahap I Tahun Anggaran 2026 untuk mendukung pembangunan kantor kampung.
Kepala Kampung Wonabunggame, Mipalius Kogoya, mengatakan pembangunan kantor kampung tersebut dilakukan secara bertahap dengan menyesuaikan ketersediaan anggaran serta kondisi harga material bangunan di wilayah Papua Pegunungan.

Menurut Mipalius, sejumlah material yang dibeli menggunakan anggaran tersebut antara lain seng, triplek, cat tembok dan paku. Selain material, anggaran juga digunakan untuk memenuhi kebutuhan transportasi dalam proses pengadaan dan pembangunan.
“Kami belanja seng, triplek, cat tembok, paku dan membayar biaya transportasi. Di Papua Pegunungan harga barang-barang cukup mahal, sehingga kami hanya bisa membeli beberapa bahan untuk pembangunan kantor desa,” ujar Mipalius Kogoya.
Ia menjelaskan, keterbatasan anggaran menjadi salah satu faktor yang membuat pembangunan kantor kampung harus dilakukan secara bertahap. Pemerintah Kampung berupaya menyesuaikan program pembangunan dengan kemampuan anggaran yang tersedia.
Selain pembangunan kantor kampung, Dana Kampung juga dialokasikan untuk program yang berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat, termasuk Bantuan Langsung Tunai (BLT) bagi warga yang memenuhi ketentuan sebagai penerima.
Mipalius menyebutkan, anggaran Dana Kampung yang diterima pemerintah kampung pada tahun berjalan belum sepenuhnya dapat mendukung seluruh program yang telah direncanakan. Ia mengungkapkan adanya keterbatasan pencairan yang menurutnya berdampak terhadap pelaksanaan sejumlah program kampung.
“Dana kampung ini ada dua tahap, tetapi yang diberikan pemerintah hanya sekitar 40 persen dari yang biasanya 60 persen. Kondisi ini membuat beberapa program kampung yang diharapkan masyarakat belum dapat dilaksanakan secara maksimal,” katanya.
Meski demikian, Pemerintah Kampung Wonabunggame menyatakan tetap berupaya mengelola anggaran yang tersedia dengan menyesuaikan skala prioritas pembangunan dan kebutuhan masyarakat.
Mipalius berharap pengelolaan dan penyaluran Dana Kampung ke depan dapat berjalan lebih efektif dan sesuai dengan kebutuhan pembangunan di wilayahnya.
“Kami berharap pengelolaan dana kampung bisa lebih efektif agar pembangunan di Pemerintah Kampung Wonabunggame dapat berjalan dan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat setempat,” pungkasnya.










