Kuningan //utamapost.com – Ambruknya bangunan SDN 3 Cihirup, Kecamatan Ciawigebang, Kabupaten Kuningan, menyisakan persoalan yang membutuhkan penanganan segera.
Di tengah upaya membersihkan puing-puing bangunan, pihak sekolah dan orang tua siswa kini menantikan kepastian perbaikan gedung agar kegiatan belajar mengajar dapat berlangsung dengan aman dan nyaman.
Sebagai langkah awal, pihak sekolah bersama komite, orang tua siswa, serta pemerintah desa berencana menggelar kerja bakti untuk membongkar dan membersihkan material bangunan yang ambruk.
Rencana tersebut dibahas dalam rapat yang berlangsung di salah satu ruang kelas SDN 3 Cihirup, Kamis (15/10/2026).
Pertemuan itu menjadi bagian dari koordinasi untuk mempersiapkan kegiatan kerja bakti sekaligus menyosialisasikan rencana pembongkaran kepada orang tua siswa.
Anggota Komite SDN 3 Cihirup, Asep Bayu, mengatakan kegiatan tersebut diperlukan agar puing-puing bangunan tidak terus menumpuk di lingkungan sekolah dan berpotensi mengganggu aktivitas pendidikan maupun membahayakan keselamatan peserta didik.
“Rapat tersebut untuk menyosialisasikan kepada orang tua wali murid terkait rencana pembongkaran gedung sekolah yang ambruk. Sebab, jika dibiarkan, puing-puing tersebut dapat mengganggu dan membahayakan para murid,” tutur Bayu.
Semangat kebersamaan juga terlihat dari kesediaan orang tua siswa untuk mendukung pelaksanaan kerja bakti.
Selain membantu proses pembongkaran dan pembersihan, mereka bersedia menyediakan makanan dan minuman bagi warga yang terlibat dalam kegiatan tersebut.
Kerja bakti dijadwalkan berlangsung pada Minggu (18/10/2026), mulai pukul 07.00 WIB.
Gotong royong ini diharapkan menjadi langkah awal untuk menciptakan kembali lingkungan sekolah yang lebih aman bagi para siswa. Namun, pembersihan puing-puing saja belum cukup untuk menjawab persoalan yang dihadapi sekolah.
Kepastian mengenai penanganan lanjutan dan perbaikan gedung tetap menjadi hal yang dinantikan pihak sekolah, orang tua, serta masyarakat. Sebab, keselamatan peserta didik dan keberlangsungan proses belajar mengajar harus menjadi perhatian utama.
Masyarakat berharap adanya langkah konkret dari pihak terkait agar persoalan ambruknya bangunan SDN 3 Cihirup tidak berlarut-larut, sehingga para siswa dapat kembali belajar dengan aman dan memperoleh fasilitas pendidikan yang layak.










