” Pelayanan kesehatan mesti berbanding lurus dengan jumlah Tenaga medis, kekurangan personil nakes puskesmas sirukam dikhawatirkan menjadi salah satu faktor lemahnya layanan “
Sirukam, utamapost.com |Puskesmas atau Pusat Kesehatan Masyarakat memiliki peran vital sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan di tingkat dasar. Di tengah dinamika perkembangan zaman dan tantangan kesehatan masyarakat yang semakin kompleks, Puskesmas hadir tidak hanya sebagai tempat berobat, tetapi juga sebagai pusat edukasi, pencegahan, dan pembinaan kesehatan bagi seluruh lapisan masyarakat.
Keberadaan Puskesmas sangat penting, terutama di wilayah pedesaan dan pelosok, di mana akses terhadap rumah sakit besar masih terbatas. Puskesmas menjadi harapan pertama dan utama bagi masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan dengan biaya terjangkau. Dengan tenaga medis yang sigap dan program-program preventif seperti imunisasi, posyandu, pemeriksaan ibu hamil, serta promosi hidup bersih dan sehat. Puskesmas juga berperan besar dalam menekan angka kesakitan dan kematian yang dapat dicegah.

Lebih dari sekadar tempat pengobatan, Puskesmas adalah mitra masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang sehat secara menyeluruh—fisik, mental, dan sosial. Oleh karena itu, dukungan dari semua pihak sangat diperlukan agar pelayanan Puskesmas semakin optimal, merata, dan berkelanjutan.
Kenyataan kurangnya tenaga medis saat ini tengah dirasakan Puskesmas Sirukam. Dengan kebutuhan pelayanan kesehatan yang semakin meningkat, Puskesmas Sirukam menghadapi tantangan besar akibat kekurangan Para medis. Puskesmas, yang seharusnya menjadi garda terdepan dalam pelayanan kesehatan masyarakat, kini harus berjuang keras untuk memenuhi kebutuhan dasar kesehatan warganya. Dengan jumlah tenaga medis yang terbatas, seperti dokter, perawat, dan bidan, pelayanan kepada pasien sering kali terhambat.
Kekurangan tenaga medis di Puskesmas ini terjadi karena berbagai faktor, seperti terbatasnya anggaran pemerintah, kurangnya minat tenaga medis untuk bekerja di daerah terpencil, serta adanya beberapa tenaga medis memasuki masa purna bakti sehingga tenaga yang ada harus rela berbagi badan untuk melayani masyarakat dengan jam yang panjang serta jumlah pasien meningkat.
Kondisi ini tentu membuat ketidaknyamanan pasien, mereka harus menunggu lama untuk mendapatakan pelayanan dan pemeriksaan yang mereka butuhkan.
Tak hanya itu , selain mengganggu proses pelayanan kesehatan, juga menambah beban psikologis bagi tenaga medis yang ada, yang harus berjuang melayani dengan sumber daya yang terbatas.
Solusi untuk mengatasi masalah ini memerlukan perhatian serius dari pemerintah, baik dalam hal peningkatan jumlah tenaga medis, distribusi yang merata, serta peningkatan fasilitas dan kesejahteraan para tenaga medis yang bekerja di Puskesmas. Sebuah upaya kolektif diperlukan untuk memastikan setiap warga negara dapat mengakses pelayanan kesehatan yang layak dan berkualitas.
Ahda Saspera S.Km kepala Puskesmas sirukam menyampaikan untuk saat ini jumlah tenaga medis tak mencukupi untuk memaksimalkan pelayanan kesehatan. Tahun 2023 satu orang perawat masuki masa pensiun dan pindah tugas bidan sebanyak 4 org.
Lebih lanjut ia menjelaskan ditahun 2024 kembali satu orang perawat masuki masa purna bakti , dan pindah tugas kedaerah lain dikarenakan lulus PNS dan akan pensiun 1 perawat lagi.
” Untuk penambahan dan penggantian tenaga yang pindah tidak ada, beban kerja bertambah, saat ini puskesmas sirukam sudah mengaktifkan ruang khusus bersalin yang sudah terpisah dengan ruang rawat inap ( bekas rumah dinas camat) dimana untuk persalinan normal sudah wajib di puskesmas ” kata Ahda Saspera.
Untuk petugas IGD kami harus libatkan bidan desa, kondisi ini sangat tidak efektif , bahkan ada satu bidan harus menghandle lebih dari dua jorong, imbuhnya.
Ahda Saspera berharap dengan telah diusulkannya penambahan Para medis, kondisi ini bisa cepat teratasi supaya bisa lebih maksimal melayani masyarakat. ( Abd21 )







