Massa Aksi Minta Gubernur Khofifah Telusuri Dugaan Tindakan Asusila oleh Okum ASN Eselon II di Pemprov Jatim

- Jurnalis

Kamis, 23 April 2026 - 23:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Surabaya – Aksi demonstrasi Komunitas Peduli Jawa Timur (KOPJA) di depan Gedung Negara Grahadi Surabaya, pada Kamis (23/4) menyoroti dugaan tindakan asusila dan perselingkuhan pejabat Eselon II di lingkungan Pemerintah Provinsi Jatim.

 

Mereka meminta Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa bertindak tegas dengan memberikan sanksi terhadap oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang diduga berlaku amoral dan mencemarkan nama baik Jatim.

 

Menurut Ali, koordinator lapangan dalam aksi KOPJA, menyebut bahwa dugaan tindakan asusila oleh oknum ASN tersebut telah menjadi perbincangan di sejumlah kalangan, namun Gubernur Khofifah belum bereaksi terhadap isu tersebut.

 

“Oknum ASN ini jabatanya di Eselon II, dugaan tindakan asusila dan perselingkuhan ini telah menjadi perhatian publik dan belum juga ada penjelasan terbuka atau klarifikasi dari Pemprov,” kata Ali dalam keterangannya setelah aksi di depan Gedung Grahadi.

 

Ali menambahkan dugaan tindakan amoral oleh oknum ASN tersebut seakan dibiarkan dan ia menyakini bahwa Gubernur Khofifah juga mengetahui.

 

Hal ini, lanjut Ali, yang mendasari kasus ini harus disuarakan sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungkan pemerintahan yang bersih dari tindakan-tindakan amoral.

 

“Aksi ini bentuk kepedulian kami terhadap lingkungan pemprov yang bersih dari isu-isu yang tercela akibat tindakan oknum ASN sendiri,” tegas Ali.

 

Untuk itu, Ali menegaskan bahwa kepercayaan publik terhadap birokrasi di Jatim harus terus dijaga dan adanya dugaan kasus asusila dan perselingkuhan ini tidak boleh dibiarkan tanpa kejelasan.

 

“Gubernur Khofifah harus melakukan penelusuran yang objektif terkait dugaan tindakan asusila dan pelenggaran etik oleh bawahannya itu, demi menjaga integritas institusi dan memberikan kepastian kepada seluruh pihak,” tegasnya.

 

Ia juga memastikan bahwa aksi demonstrasi akan terus dilakukan sampai Gubernur Khofifah memberikan tindakan tegas terhadap oknum ASN tersebut.

 

“Kami pastikan aksi demonstrasi untuk menuntut hal yang sama akan terus dilakukan, sampai Ibu Khofifah menindaklanjuti dugaan amoral anak buahnya tersebut,” pungkas Ali.

Follow WhatsApp Channel utamapost.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Komitmen Untuk Berbenah, BAN PDM Lakukan Visitasi Akreditasi Pondok Pesantren MTI Ashabul Kahfi Surantiah
SEKDA MEDISON LANTIK DIREKSI PERUMDA TIRTA SOLOK NAN INDAH, FEBRI FAUZA KEMBALI DAPAT AMANAH.
Ricuh Suku Anak DalaPermalink: https://utamapost.com/ricuh-suku-anak-…alak-dharmasraya/ ‎Suntingm Perkara Mencuri Buah Durian Dengan Warga Nagari Padukuan Kecamatan Koto Salak Dharmasraya
PERWAST Desak Polres Serang Tangkap DC Pinjol yang Dinilai Meresahkan
Sidang Lanjutan Bongka Taufiq: Pengurus Wisma DPR tidak tahu ada pelaporan ancaman Terror ke DPR
Halal Bihalal IKB-P Pekanbaru Pererat Silaturahmi, Lepas Calon Jamaah Haji dan Lantik Pengurus Mahasiswa Baturijal
MN KAHMI Angkat Spirit Karbala Dalam Geopolitik Timur Tengah
Ketua Pemuda Lira Riau: Riau dalam Lingkaran Darurat Narkoba Penegakan Hukum di nilai gagal.

Berita Terkait

Kamis, 23 April 2026 - 23:52 WIB

Massa Aksi Minta Gubernur Khofifah Telusuri Dugaan Tindakan Asusila oleh Okum ASN Eselon II di Pemprov Jatim

Kamis, 23 April 2026 - 14:10 WIB

SEKDA MEDISON LANTIK DIREKSI PERUMDA TIRTA SOLOK NAN INDAH, FEBRI FAUZA KEMBALI DAPAT AMANAH.

Kamis, 23 April 2026 - 13:29 WIB

Ricuh Suku Anak DalaPermalink: https://utamapost.com/ricuh-suku-anak-…alak-dharmasraya/ ‎Suntingm Perkara Mencuri Buah Durian Dengan Warga Nagari Padukuan Kecamatan Koto Salak Dharmasraya

Senin, 20 April 2026 - 23:35 WIB

PERWAST Desak Polres Serang Tangkap DC Pinjol yang Dinilai Meresahkan

Senin, 20 April 2026 - 11:01 WIB

Sidang Lanjutan Bongka Taufiq: Pengurus Wisma DPR tidak tahu ada pelaporan ancaman Terror ke DPR

Berita Terbaru