Sidang Lanjutan Bongka Taufiq: Pengurus Wisma DPR tidak tahu ada pelaporan ancaman Terror ke DPR

- Jurnalis

Senin, 20 April 2026 - 11:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sidang Lanjutan Bongka Taufiq: Pengurus Wisma tidak tahu ada pelaporan ancaman Terror ke DPR

Sidang lanjutan perkara Bongka Taufiq mengungkap adanya ancaman pengeboman terhadap Wisma DPR yang berlokasi di daerah Puncak, Bogor. Informasi tersebut pertama kali diketahui dari tangkapan layar (screenshot) yang beredar dan menunjukkan adanya ancaman terhadap fasilitas milik Sekretariat Jenderal DPR RI tersebut.

Kepala pengurus wisma, Eko melaporkan adanya aktivitas pengancaman tersebut. Ia menyampaikan bahwa koordinasi segera dilakukan dengan pihak keamanan internal, termasuk Pangdal Wewed dan Polsek setempat. Meskipun lokasi kejadian berada di Bogor, pihak keamanan di Jakarta juga diminta untuk bersiaga sesuai prosedur operasional standar (SOP).

Namun demikian, Eko mengaku tidak mengetahui secara pasti siapa yang pertama kali melaporkan ancaman tersebut. Ia menduga informasi awal mungkin berasal dari Kasubag Pengamanan. Hingga saat ini, identitas akun yang memposting ancaman juga tidak dia ketahui.

Peristiwa ini bermula pada 6 Desember, saat saksi melihat unggahan yang berisi ancaman pengeboman. Saksi mengaku sempat panik, namun situasi di lapangan tetap kondusif. Ia juga tidak mengetahui adanya reaksi khusus dari kantor pusat terkait ancaman tersebut.

Advokat Bongka, Tombos S,H dalam persidangan menanyakan bagaimana pengamanan sehari-hari di wisma, kemudian apakah pernah terjadi kejadian penganaman tertentu.

Saksi menyatakan bahwa pengamanan sehari-hari di Wisma DPR tetap berjalan seperti biasa dan berada di bawah tanggung jawab petugas pengamanan dalam (Pamdal). Hingga 7 Desember, situasi dilaporkan aman tanpa adanya gangguan.

Terakhir, Ia kembali menegaskan bahwa meskipun sempat muncul gambar bertuliskan “Kita terror DPR”, Wisma DPR tidak pernah mengalami pengeboman atau terror secara langsung. Juga Pihak kepolisian setempat, termasuk Kapolsek, disebutkan tidak bersiaga selama kejadian berlangsung. Akhirnya, hingga saat ini tidak ditemukan adanya insiden nyata terkait ancaman tersebut.

Follow WhatsApp Channel utamapost.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polisi Peduli Korban Kebakaran, Kapolres Kuningan Salurkan Bantuan Material Bangunan di Desa Sumbakeling
Kapolda Jambi Salat Jumat Bersama Masyarakat, Ajak Perkuat Silaturahmi dan Jaga Kamtibmas
Dukung Kamtibnas, Kelompok Temenggung Roy Serahkan Tiga Pucuk Senjata Api Rakitan Ke Polsek VII Koto
RSUD Waled Jalani Penilaian Akreditasi, Optimistis Pertahankan Predikat Paripurna
Terobosan BESTARI-Saintek! 40 Relawan Tuli Kembangkan Teknologi AI untuk Layanan Darurat Call Center 112
Rawat Persaudaraan di Perantauan, DPP IPPSA Perkuat Konsolidasi Organisasi di Yogyakarta
Labfor Polda Jateng Selidiki Kebakaran Gudang Peleburan Aluminium di Kebasen, Empat Sampel Bukti Dibawa untuk Uji Laboratorium
Polisi Tangkap Pria Terduga Pelaku Pencabulan Anak di Bawah Umur di Pasaman Barat

Berita Terkait

Sabtu, 7 November 2026 - 06:16 WIB

Polisi Peduli Korban Kebakaran, Kapolres Kuningan Salurkan Bantuan Material Bangunan di Desa Sumbakeling

Jumat, 6 November 2026 - 19:52 WIB

Kapolda Jambi Salat Jumat Bersama Masyarakat, Ajak Perkuat Silaturahmi dan Jaga Kamtibmas

Kamis, 5 November 2026 - 16:01 WIB

Dukung Kamtibnas, Kelompok Temenggung Roy Serahkan Tiga Pucuk Senjata Api Rakitan Ke Polsek VII Koto

Kamis, 5 November 2026 - 07:32 WIB

RSUD Waled Jalani Penilaian Akreditasi, Optimistis Pertahankan Predikat Paripurna

Kamis, 5 November 2026 - 07:01 WIB

Terobosan BESTARI-Saintek! 40 Relawan Tuli Kembangkan Teknologi AI untuk Layanan Darurat Call Center 112

Berita Terbaru