Ponari, Kelompok Nanas Berduri Rimbo Panjang, Dapat Suntikan Ilmu Bisnis dan Produksi dari Mahasiswa KUKERTA MBKM FEB Universitas Riau
RIMBO PANJANG – KAMPAR – Di Desa Rimbo Panjang, Kecamatan Tambang, terdapat kelompok usaha yang menjadi kebanggaan warga: Ponari (Kelompok Nanas Berduri). Nama “Ponari” bukan sekadar unik, tetapi mencerminkan semangat kerja keras dan kebersamaan para anggotanya. Kelompok ini dikenal sebagai produsen sirup dan olahan nanas berkualitas yang memanfaatkan potensi nanas lokal, salah satu komoditas unggulan di wilayah tersebut.
Selama ini, Ponari telah memproduksi berbagai olahan nanas yang digemari masyarakat setempat, mulai dari sirup manis yang segar hingga olahan khas yang mempertahankan cita rasa asli buah tropis ini. Namun, di tengah pesatnya persaingan pasar dan semakin tingginya tuntutan konsumen terhadap mutu dan keamanan produk, Ponari memerlukan sistem pengelolaan usaha yang lebih modern dan terarah agar dapat terus berkembang dan menembus pasar yang lebih luas.
Melihat potensi besar tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KUKERTA) MBKM Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Riau menjadikan Ponari sebagai UMKM fokus pendampingan selama program berlangsung. Program ini tidak hanya bertujuan membantu meningkatkan kualitas produksi, tetapi juga memperkuat strategi bisnis agar Ponari siap bersaing di tingkat regional bahkan nasional.
Sebagai bentuk dukungan nyata, tim KUKERTA menggelar Sosialisasi Standar Operasional Prosedur (SOP) yang mencakup SOP Produksi, SOP Alat Produksi, serta pelatihan Business Model Canvas (BMC).
Materi SOP Produksi dipimpin oleh Helena Suryana, membahas secara detail mulai dari pemilihan nanas terbaik sebagai bahan baku, proses pembersihan, pengolahan menjadi sirup dan olahan lainnya, hingga teknik pengemasan yang aman, higienis, dan menarik bagi konsumen.
Materi BMC dibawakan oleh Dila Citra, yang memandu Ponari memetakan model bisnis secara utuh, mencakup identifikasi segmen pelanggan, strategi pemasaran yang efektif, analisis nilai tambah produk, hingga perencanaan sumber pendapatan dan pengelolaan biaya.
Materi SOP Alat Produksi dipandu oleh Macelbayu Sugito, yang menekankan pentingnya penggunaan peralatan secara tepat, prosedur perawatan rutin, serta penerapan standar keamanan kerja untuk menjamin kelancaran proses produksi.
Dosen Pembimbing Lapangan, Ibu Bunga Chintia Utami, S.IP., M.E., mengapresiasi kegiatan ini. “Program ini membantu UMKM seperti Ponari menggabungkan potensi lokal dengan manajemen modern. SOP akan menjaga konsistensi dan keamanan produk, sedangkan BMC menjadi panduan mereka merancang langkah bisnis yang lebih terarah,” ujarnya.
Ketua Kelompok Ponari, Ibu Wilda, juga menyampaikan rasa terima kasihnya atas pendampingan yang diberikan. “Kami sangat berterima kasih atas sosialisasi yang diberikan. Materi yang disampaikan mudah dipahami dan sangat membantu kami untuk meningkatkan kualitas produk serta mengelola usaha dengan lebih baik. Harapan kami, ilmu ini bisa kami terapkan agar Ponari semakin berkembang dan dikenal luas,” ungkapnya.
Kegiatan ini diharapkan tidak hanya memberikan manfaat jangka pendek berupa peningkatan keterampilan dan pemahaman anggota Ponari, tetapi juga menjadi bekal jangka panjang untuk keberlanjutan usaha. Dengan penerapan SOP yang tepat dan strategi bisnis berbasis BMC, Kelompok Nanas Berduri ini memiliki peluang besar untuk mengembangkan pasar, memperluas jaringan kemitraan, dan menjadi ikon olahan nanas dari Rimbo Panjang yang mampu bersaing di pasar modern.
Penulis: KKN Universitas Riau 2025










