Ponari, Kelompok Nanas Berduri Rimbo Panjang, Dapat Suntikan Ilmu Bisnis dan Produksi dari Mahasiswa KUKERTA MBKM FEB Universitas Riau

- Jurnalis

Rabu, 6 Agustus 2025 - 12:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ponari, Kelompok Nanas Berduri Rimbo Panjang, Dapat Suntikan Ilmu Bisnis dan Produksi dari Mahasiswa KUKERTA MBKM FEB Universitas Riau

RIMBO PANJANG – KAMPAR – Di Desa Rimbo Panjang, Kecamatan Tambang, terdapat kelompok usaha yang menjadi kebanggaan warga: Ponari (Kelompok Nanas Berduri). Nama “Ponari” bukan sekadar unik, tetapi mencerminkan semangat kerja keras dan kebersamaan para anggotanya. Kelompok ini dikenal sebagai produsen sirup dan olahan nanas berkualitas yang memanfaatkan potensi nanas lokal, salah satu komoditas unggulan di wilayah tersebut.

Selama ini, Ponari telah memproduksi berbagai olahan nanas yang digemari masyarakat setempat, mulai dari sirup manis yang segar hingga olahan khas yang mempertahankan cita rasa asli buah tropis ini. Namun, di tengah pesatnya persaingan pasar dan semakin tingginya tuntutan konsumen terhadap mutu dan keamanan produk, Ponari memerlukan sistem pengelolaan usaha yang lebih modern dan terarah agar dapat terus berkembang dan menembus pasar yang lebih luas.

Melihat potensi besar tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KUKERTA) MBKM Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Riau menjadikan Ponari sebagai UMKM fokus pendampingan selama program berlangsung. Program ini tidak hanya bertujuan membantu meningkatkan kualitas produksi, tetapi juga memperkuat strategi bisnis agar Ponari siap bersaing di tingkat regional bahkan nasional.

Sebagai bentuk dukungan nyata, tim KUKERTA menggelar Sosialisasi Standar Operasional Prosedur (SOP) yang mencakup SOP Produksi, SOP Alat Produksi, serta pelatihan Business Model Canvas (BMC).

Materi SOP Produksi dipimpin oleh Helena Suryana, membahas secara detail mulai dari pemilihan nanas terbaik sebagai bahan baku, proses pembersihan, pengolahan menjadi sirup dan olahan lainnya, hingga teknik pengemasan yang aman, higienis, dan menarik bagi konsumen.

Materi BMC dibawakan oleh Dila Citra, yang memandu Ponari memetakan model bisnis secara utuh, mencakup identifikasi segmen pelanggan, strategi pemasaran yang efektif, analisis nilai tambah produk, hingga perencanaan sumber pendapatan dan pengelolaan biaya.

Materi SOP Alat Produksi dipandu oleh Macelbayu Sugito, yang menekankan pentingnya penggunaan peralatan secara tepat, prosedur perawatan rutin, serta penerapan standar keamanan kerja untuk menjamin kelancaran proses produksi.

Dosen Pembimbing Lapangan, Ibu Bunga Chintia Utami, S.IP., M.E., mengapresiasi kegiatan ini. “Program ini membantu UMKM seperti Ponari menggabungkan potensi lokal dengan manajemen modern. SOP akan menjaga konsistensi dan keamanan produk, sedangkan BMC menjadi panduan mereka merancang langkah bisnis yang lebih terarah,” ujarnya.

Ketua Kelompok Ponari, Ibu Wilda, juga menyampaikan rasa terima kasihnya atas pendampingan yang diberikan. “Kami sangat berterima kasih atas sosialisasi yang diberikan. Materi yang disampaikan mudah dipahami dan sangat membantu kami untuk meningkatkan kualitas produk serta mengelola usaha dengan lebih baik. Harapan kami, ilmu ini bisa kami terapkan agar Ponari semakin berkembang dan dikenal luas,” ungkapnya.

Kegiatan ini diharapkan tidak hanya memberikan manfaat jangka pendek berupa peningkatan keterampilan dan pemahaman anggota Ponari, tetapi juga menjadi bekal jangka panjang untuk keberlanjutan usaha. Dengan penerapan SOP yang tepat dan strategi bisnis berbasis BMC, Kelompok Nanas Berduri ini memiliki peluang besar untuk mengembangkan pasar, memperluas jaringan kemitraan, dan menjadi ikon olahan nanas dari Rimbo Panjang yang mampu bersaing di pasar modern.

Penulis: KKN Universitas Riau 2025

Follow WhatsApp Channel utamapost.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Rawat Persaudaraan di Perantauan, DPP IPPSA Perkuat Konsolidasi Organisasi di Yogyakarta
SENGKETA LAHAN MILIK IBU ETIN DISEBUT BELUM TUNTAS, WARTAWAN DIHALANGI MELIPUT DI LINGKUNGAN PT CEMINDO GEMILANG.
SENGKETA LAHAN PT CEMINDO GEMILANG MEMANAS, HAK AHLI WARIS DIPERJUANGKAN, AKSES LIPUTAN WARTAWAN DIPERTANYAKAN.
Konflik Kawasan Hutan dan Perda Adat, AMAN Inhu Minta Siti Aisyah Perjuangkan Ke Tingkat Pusat
Labfor Polda Jateng Selidiki Kebakaran Gudang Peleburan Aluminium di Kebasen, Empat Sampel Bukti Dibawa untuk Uji Laboratorium
Wabup Tebo Lepas Kafilah MTQ, Beri Motivasi dan Harapkan Prestasi Di Tingkat Provinsi
Polisi Tangkap Pria Terduga Pelaku Pencabulan Anak di Bawah Umur di Pasaman Barat
Pemkab Solok Terima Bantuan dari Solok Saiyo Sakato (S3) untuk Korban Bencana Galodo di Arosuka

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 19:41 WIB

Rawat Persaudaraan di Perantauan, DPP IPPSA Perkuat Konsolidasi Organisasi di Yogyakarta

Rabu, 4 November 2026 - 15:54 WIB

SENGKETA LAHAN MILIK IBU ETIN DISEBUT BELUM TUNTAS, WARTAWAN DIHALANGI MELIPUT DI LINGKUNGAN PT CEMINDO GEMILANG.

Rabu, 4 November 2026 - 15:51 WIB

SENGKETA LAHAN PT CEMINDO GEMILANG MEMANAS, HAK AHLI WARIS DIPERJUANGKAN, AKSES LIPUTAN WARTAWAN DIPERTANYAKAN.

Rabu, 4 November 2026 - 12:53 WIB

Konflik Kawasan Hutan dan Perda Adat, AMAN Inhu Minta Siti Aisyah Perjuangkan Ke Tingkat Pusat

Selasa, 3 November 2026 - 20:34 WIB

Wabup Tebo Lepas Kafilah MTQ, Beri Motivasi dan Harapkan Prestasi Di Tingkat Provinsi

Berita Terbaru