LEBAK — Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Javier yang berlokasi di Desa Sangiang, Kecamatan Maja, Kabupaten Lebak, menjadi sorotan. Kondisi fisik bangunan, khususnya bagian atap yang disebut masih menggunakan seng gelombang dan belum dilengkapi plafon, dipertanyakan dari sisi kelayakan untuk mendukung pengolahan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Sorotan tersebut disampaikan Badak Banten Perjuangan PAC Maja setelah melakukan pemantauan terhadap kondisi SPPG Javier. Berdasarkan pantauan di lapangan, bagian dalam bangunan terlihat belum memiliki plafon pada area atap yang menjadi perhatian.
Ketua Badak Banten Perjuangan PAC Maja, Marup, meminta kondisi tersebut tidak dibiarkan tanpa pemeriksaan dari instansi yang memiliki kewenangan.
“Kami mempertanyakan kelayakan SPPG Javier. Informasinya sudah hampir satu tahun beroperasi, tetapi bagian atap masih terbuka tanpa plafon. Kami meminta kondisi ini diperiksa secara langsung oleh instansi terkait, terutama dari sisi kebersihan, sanitasi dan keamanan pengolahan makanan,” ujar Marup, Sabtu (22/8/2026).
Menurut Marup, persoalan tersebut bukan semata-mata mengenai ada atau tidaknya plafon pada bangunan. Yang lebih penting, kata dia, adalah memastikan seluruh sarana dan prasarana SPPG memenuhi persyaratan higiene, sanitasi, keamanan pangan serta standar operasional yang berlaku.
Ia menilai pemeriksaan lapangan diperlukan agar tidak muncul dugaan bahwa aspek kelayakan bangunan diabaikan dalam pelaksanaan program MBG.
“Kalau memang kondisi bangunan tersebut masih memenuhi ketentuan, tentu harus dijelaskan berdasarkan hasil pemeriksaan. Tetapi kalau ada bagian yang tidak memenuhi standar, harus segera diperbaiki. Jangan sampai persoalan sarana baru menjadi perhatian setelah terjadi masalah,” tegasnya.
Sorotan serupa juga disampaikan salah seorang warga Desa Sangiang yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan. Warga tersebut menyatakan mendukung program MBG, namun berharap proses penyediaan makanan bagi anak-anak dilakukan di tempat yang benar-benar memenuhi aspek kebersihan dan keamanan pangan.
“Kami mendukung program MBG. Tetapi kami juga berharap pemerintah memastikan tempat pengolahan makanan benar-benar bersih dan layak, karena makanan tersebut diberikan kepada anak-anak,” ujarnya.
Atas kondisi tersebut, Badak Banten Perjuangan PAC Maja meminta Badan Gizi Nasional (BGN), Dinas Kesehatan, Pemerintah Kabupaten Lebak serta instansi terkait melakukan pemeriksaan langsung terhadap SPPG Javier.
Pemeriksaan yang diminta tidak hanya menyangkut kondisi atap dan bangunan, tetapi juga mencakup sarana sanitasi, kebersihan area pengolahan, fasilitas pendukung, serta kelayakan operasional secara keseluruhan.
“Kami meminta dilakukan pemeriksaan lapangan. Jika ditemukan kekurangan, pengelola harus diberi kesempatan dan kewajiban untuk melakukan perbaikan sesuai ketentuan. Kami tidak ingin kritik ini dianggap sebagai upaya menghambat program MBG,” kata Marup.
Ia menegaskan, pengawasan terhadap SPPG justru diperlukan untuk memastikan program MBG berjalan sesuai tujuan dan tidak mengabaikan aspek kesehatan penerima manfaat.
“Program MBG harus berjalan, tetapi kualitas dan keamanan makanan juga harus menjadi prioritas. Ini menyangkut kesehatan anak-anak. Karena itu, standar kebersihan, sanitasi dan kelayakan tempat pengolahan makanan harus benar-benar diperhatikan,” pungkasnya.
Hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh keterangan resmi dari pengelola SPPG Javier maupun instansi berwenang mengenai status kelayakan bangunan tersebut. Termasuk apakah kondisi atap tanpa plafon tersebut sesuai dengan persyaratan teknis dan sanitasi yang berlaku, masih menunggu penjelasan resmi dari pihak terkait.
Redaksi tetap membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi pengelola SPPG Javier maupun instansi terkait guna memastikan pemberitaan berimbang dan sesuai fakta di lapangan.
Tri”










