Warga Bongkal Malang Resah: “Kafe Peyek” Diduga Sarang Miras dan Prostitusi Terselubung
INHU — Ketenteraman warga Desa Bongkal Malang, Kecamatan Kelayang, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), terusik oleh aktivitas mencurigakan dari sebuah kafe remang-remang yang dikenal luas dengan nama “Kafe Bunda” atau “Kafe Peyek”. Terletak di jalur strategis Taluk – Air Molek, kafe ini diduga menjadi lokasi peredaran minuman keras (miras) dan praktik prostitusi terselubung.
Warga setempat, terutama para ibu rumah tangga, menyatakan keresahan yang semakin memuncak. “Ini sangat meresahkan kami. Lokasinya dekat pemukiman. Tapi yang terjadi di dalam kafe itu sungguh tak pantas,” ujar SC (40), salah satu warga, kepada media.

Berdasarkan investigasi di lapangan, kafe tersebut beroperasi dari pagi hingga sore hari dengan kedok usaha biasa. Namun, di balik itu, ditemukan bukti kuat adanya penjualan miras seperti anggur merah, serta praktik penyediaan wanita penghibur yang didatangkan dari luar daerah.
“Sistemnya seperti booking-an. Pemilik kafe menyediakan kamar untuk ‘berduaan’ dengan tarif tambahan. Itu sudah rahasia umum,” lanjut SC.
Ketika awak media menyamar sebagai pengunjung, miras ditemukan dijual bebas. Salah satu wanita penghibur bahkan mengakui bahwa praktik kencan singkat memang terjadi di dalam kamar yang tersedia di lokasi tersebut.
Kepala Desa Bongkal Malang tak menampik laporan tersebut. “Iya, Bang, infonya begitu. Nanti kita akan cek,” ujarnya singkat saat dikonfirmasi.
Warga mendesak aparat berwenang segera mengambil langkah tegas. Mereka khawatir keberadaan kafe tersebut akan merusak moral masyarakat dan menciptakan citra buruk bagi desa yang selama ini dikenal sebagai kawasan religius dan ramah keluarga. (***)







