MAKASSAR — Warga Kaccia, Kelurahan Barombong, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, digegerkan dengan penemuan seorang laki-laki meninggal dunia di dalam rumah kontrakannya, Selasa (22/9/2026).
Korban diketahui berinisial AY, seorang laki-laki yang berprofesi sebagai wartawan media online. Korban disebut tinggal seorang diri di rumah kontrakan tersebut setelah tidak lagi tinggal serumah dengan istrinya selama beberapa tahun terakhir.
Korban pertama kali ditemukan dalam kondisi telah meninggal dunia di dalam rumah. Saat ditemukan, kondisi korban disebut tidak mengenakan pakaian dan terdapat busa pada bagian mulut. Temuan tersebut kemudian dilaporkan kepada pihak kepolisian.

Mendapat laporan warga, Kapolsek Tamalate Kompol Muhammad Idris, S.H., M.H., bersama personel langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan dan penanganan awal.
Pihak kepolisian kemudian berkoordinasi dengan Tim Inafis Satreskrim Polrestabes Makassar serta Tim Dokpol Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sulsel. Petugas juga melakukan koordinasi dengan pihak keluarga dan warga sekitar guna memperoleh informasi terkait penemuan korban.
Menurut keterangan istri korban kepada pihak kepolisian, AY diketahui telah lama menderita penyakit diabetes. Istri korban juga menerangkan bahwa dirinya dan korban sudah tidak tinggal serumah, sehingga korban selama ini tinggal seorang diri di rumah kontrakan tersebut.
Sekitar pukul 10.00 WITA, jenazah korban kemudian dibawa oleh Tim Dokpol RS Bhayangkara Polda Sulsel untuk keperluan pemeriksaan medis, termasuk persiapan visum dan autopsi apabila diperlukan.
Namun, berdasarkan keterangan Kapolsek Tamalate, dari pemeriksaan awal di lokasi tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan yang terlihat pada tubuh korban. Pihak keluarga kemudian menyatakan menolak dilakukan autopsi maupun pemeriksaan lebih lanjut terhadap jenazah.
“Jenazah kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk dibawa ke rumah duka dan selanjutnya dimakamkan,” kata Kompol Muhammad Idris.
Pihak keluarga menyatakan telah menerima kejadian tersebut dan memilih untuk tidak dilakukan visum maupun autopsi terhadap korban.
Hingga jenazah diserahkan kepada keluarga, tidak terdapat keterangan resmi yang menyatakan adanya tindak kekerasan maupun unsur pidana dalam kematian korban. Penyebab pasti kematian juga tidak dapat disimpulkan hanya berdasarkan kondisi saat ditemukan.
Peristiwa tersebut kini menjadi perhatian warga sekitar. Aparat kepolisian memastikan penanganan awal telah dilakukan dengan berkoordinasi bersama tim terkait dan pihak keluarga korban.










