Lebak – PT Tureloto Battu Indah (TBI) membantah adanya paket pengerjaan gorong-gorong Proyek dalam pembangunan jalan Simpang-Bayah di Kabupaten Lebak, Banten, yang didanai oleh Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Direktorat Jenderal Bina Marga, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Banten.
Terkait ada bagian rigid beton yang patah itu bukan karena mutu beton sehingga menimbulkan tudingan bahkan pengerjaannya tidak sesuai Rencana Anggaran Biaya (RAB). Patahan yang terjadi itu merupakan emotongan pada perkerasan kaku (Rigid Pavement).
“Soal ada beberapa titik rigid beton yang retak tepatnya di segmen 1 box culvert 2 itu karena ada sejumlah kendaraan besar dengan muatan puluhan ton memaksa melintas sebelum beton masuk umur sekitar dua hari ketika terjadi macet lalin saat masyarakat menggelar maulid nabi.
Kalau gagal produk mari kita cek bersama ada berapa puluh titik yang retak,” ujar Direktur cabang (Dircab) Banten PT TBI, Din Din Komarudin.
Namun demikian, lanjut Dindin, pihaknya akan bertanggung jawab melakukan perbaikan atau membongkar rigid beton pada segmen yang mengalami retak. “Pekerjaan masih on proses belum lagi masa pemeliharaan yang lamanya satu tahun jadi kalaupun ada yang rusak kami akan bertanggung jawab,”ujarnya menegaskan.
Din Din, menuturkan, pihaknya akan menerima kritikan untuk perbaikan pekerjaan proyek selama kritiknya konstruktif untuk perbaikan dan peningkatan kualitas pembangunan. “Kalau kritik membangun, tidak sepihak atau pemberitaannya berimbang kami akan sangat berterima kasih.
Tetapi jika kritiknya untuk hal lain apalagi terdapat kepentingan yang akan merusak citra profesi kami siap menghadapi dengan menurunman tim lawyer perusahaan,”tuturnya.
Menurut, Din Din, patahan terjadi karena sesuai metode harus ada pemotongan pada perkerasan kaku namun warga awan terkadang menyebutnya beton tidak berkualitas atau bahkan bermasalah.
“Pada jarak tertentu atau tiap segmen sepanjang 5 meter, sengaja dipotong tujuannya untuk mengantisipasi dan membatasi retak susut, bisa berupa pemotongan atau cutting dengan lebar kedalaman seperempat tebal plat beton. Potongan beton ini biasa disebut dengan contraction joint,”tuturnya menjelaskan.” Tri,/tim”










