Sawahlunto – utamapost.com |Pemerintah Kota Sawahlunto terus memperkuat komitmen dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan sumber daya manusia (SDM) yang produktif. Salah satu upaya nyata diwujudkan melalui kegiatan Pelatihan Membatik dengan durasi 80 jam pelajaran (10 hari) yang diikuti oleh 16 peserta, bertempat di Rumah Baca Ar-Rasyid.
Hadir sebagai narasumber Yusrizal owner batik Tanah Liat Salingka Tabek nagari Koto Baru kecamatan Kubung kabupaten Solok
Kegiatan ini terselenggara berkat kerja sama antara Pemerintah Kota Sawahlunto dengan Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Padang sebagai sumber pendanaan. Pelatihan ini menjadi bagian dari implementasi misi Pemko Sawahlunto dalam “Penguatan unsur-unsur penunjang terwujudnya kesejahteraan masyarakat.”
Dalam situasi kebijakan efisiensi anggaran yang diberlakukan pemerintah pusat, strategi kolaboratif antara Pemko Sawahlunto dan BPVP Padang dinilai sangat penting untuk menciptakan solusi konkret di bidang peningkatan kapasitas SDM.
Melalui metode Project Based Learning (PBL) di program Pembuatan konten visual untuk media Sosial dan Pelatihan membatik. Pelatihan membatik ini tidak hanya berfokus pada keterampilan teknis, tetapi juga menanamkan nilai-nilai kewirausahaan.
Tujuan utama kegiatan ini adalah menciptakan wirausaha muda di desa dan kelurahan yang mampu mengembangkan potensi lokal melalui produk kreatif seperti batik. Menciptakan Enterpreneur muda adalah salah satu upaya menumbuhkan semangat kewirausahawan dikalangan generasi muda, dan bisa mandiri secara ekonomi dan turut membuka lapangan kerja baru di lingkungannya sehingga mampu berkontribusi dalam pengembangan ekonomi kota Sawah Lunto.

Ke depan, hasil dari pelatihan ini akan ditindaklanjuti dengan menjalin kerja sama bersama Rumah Batik Salingka Tabek Kabupaten Solok dalam hal pemasaran dan pengembangan produk. Sinergi ini diharapkan mampu menjadi langkah konkret dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif masyarakat Sawahlunto.
Yusrizal juga menyampaikan harapan yang sama pada kelanjutan program membatik kali ini.
” Saat ini kami kewalahan karna tingginya angka pesenan, sedang produksi sangat terbatas. Kita berharap kota Sawah Lunto bisa menghasilkan Batik Tanah Liek , dan bisa dipasarkan serta diaplikasikan dalam bentuk kerjasama ” Ujar Yusrizal . ( Abd21 )










