Lebak 27/02/2026- Sejumlah pihak menyoroti penyaluran menu dari dapur MBG di Yayasan Darul Qur’an Mulia yang beralamat di desa gunung batu kecamatan Cilograng kabupaten Lebak provinsi Banten,.diduga tidak layak konsumsi. Pasalnya, dalam pendistribusian menu makanan kering ditemukan makanan yang sudah basi serta buah salak yang dalam kondisi busuk.
Temuan tersebut menimbulkan kekecewaan dan kekhawatiran orang tua siswa dan pihak sekolah, mengingat program MBG seharusnya memperhatikan standar kebersihan, kualitas, dan kelayakan gizi sebelum makanan disalurkan kepada penerima manfaat. Dugaan menu yang dibagikan secara asal-asalan dinilai mencederai tujuan utama program yang mengedepankan pemenuhan gizi dan kesehatan.
Sejumlah orang tua murid dan kepala sekolah di salah satu SDN desa cijengkol menyampaikan kekecewaan serta menyayangkan penyaluran menu Program Makan Bergizi (MBG) yang diterima siswa dalam tiga hari terakhir, yakni Kamis, Jum’at, dan Sabtu.
Berdasarkan keterangan yang dihimpun, paket menu yang dibagikan kepada siswa terdiri dari dua susu kotak merek susu sekolah, satu buah salak, tiga butir kurma, satu buah jeruk, satu butir telur, satu kue, satu risol, serta satu porsi bubur. Namun, orang tua dan pihak sekolah menilai komposisi menu tersebut kurang layak dan tidak sesuai dengan harapan program pemenuhan gizi anak.
Bahkan, diduga salah satu menu berupa buah salak busuk,bubur dalam kondisi sudah tidak layak konsumsi atau basi saat diterima siswa. Hal ini menimbulkan kekhawatiran para orang tua terhadap kesehatan anak-anak mereka.
Program MBG yang merupakan bagian dari kebijakan pemerintah pusat melalui Badan Gizi Nasional (BGN) diharapkan dapat benar-benar memperhatikan kualitas, kebersihan, serta kandungan gizi makanan yang disalurkan kepada peserta didik. Orang tua dan pihak sekolah meminta agar pihak penyelenggara melakukan evaluasi menyeluruh terhadap proses pengadaan, distribusi, hingga pengawasan kualitas makanan.
Dikonfirmasi pihak sppi yayasan darul Qur’an mulia “Alvi”via WhatsApp tidak menjawab.
Masyarakat maupun publik berharap pihak pengelola dapur MBG Yayasan Darul Qur’an Mulia segera memberikan klarifikasi resmi terkait dugaan tersebut. Selain itu, instansi terkait juga diminta turun tangan melakukan evaluasi dan pengawasan menyeluruh agar kejadian serupa tidak terulang kembali.
Transparansi dalam pengelolaan dan distribusi makanan dinilai sangat penting demi menjaga kepercayaan publik serta memastikan seluruh penerima manfaat mendapatkan makanan yang layak dan sesuai standar.
Tri






