Solok – Utamapost.com | Banjir bandang yang melanda Kabupaten Solok beberapa waktu lalu tak hanya meninggalkan kerusakan pada fasilitas umum, rumah warga, serta harta benda masyarakat. Di balik bencana yang mengguncang itu, tersimpan sebuah hikmah besar: lahirnya kembali kedamaian dan solidaritas antar pemuda Nagari Saniang Baka dan Muaro Pingai—dua pihak yang selama beberapa tahun terakhir kerap terlibat perselisihan dan hidup dalam ketegangan dan kekegoisan masing masing.

Putusnya akses jalan antara kedua nagari menjadi titik balik penting. Di tengah keterisolasian, masyarakat Muaro Pingai yang ingin mendapatkan kebutuhan pokok terhalang karena akses jalan Saning Baka-Muaro Pingai terputus akibat air dan material kiriman banjir. Situasi semakin berat ketika harga bahan pokok di wilayah terdampak melonjak tajam, bahkan harga cabai sempat menembus Rp200 ribu per kilogram akibat terputusnya suplai, bahkan kondisi beraspun sudah menipis.
Namun kondisi sulit itu justru menumbuhkan rasa kemanusiaan. Anak Nagari Saniang Baka, mengesampingkan konflik lama, tergerak membantu saudara mereka di Muaro Pingai dengan mengantarkan logistik dan kebutuhan dasar.
Peristiwa ini diawali penelusuran Anak Nagari Saniangbaka (Eldo dan Khairul), didapatkan informasi bahwa ada sekitar 400 orang warga Muaro Pingai yang belum mendapatkan logistik. Informasi ini diteruskan oleh Upiak Dnr dan Rozi Erdus pemuda Tikalak, di komunikasikan ke komunitas Gubuak Kopi dan Kukuak Balenggek Kreatif (Kubak)
“Jumat sore 28/11/2025 kami berkunjung ke Muaro Pingai, langsung dikomunikasikan ke komunitas Gubuk Kopi, malam langsung distribusikan bantuan ke Muaro Pingai. Kami harus bantu. Ini soal kemanusiaan,” tegas Anak Nagari Saniang Baka sebelum bergerak menyalurkan bantuan.
Dibuktikan Camat Junjung Sirih
Aksi kemanusiaan ini dibenarkan oleh Camat Junjung Sirih, Neni Amelia ketika di wawancarai media. Ia menjelaskan bahwa pada hari pertama bencana, pemuda Saniang Baka bersama komunitas Gubuk Kopi dan Kukuk Balenggek mengantarkan sekitar 250 bungkus nasi ke warga terdampak di Paninggahan. Sebelumnya, tim dari Saniang Baka juga telah menyalurkan bantuan makanan ke Muaro Pingai.
“Anak muda bergerak cepat tanpa memikirkan perbedaan. Ini bentuk solidaritas yang sangat mengharukan,” ujar Camat Neni.
Kesaksian Aktivis Nagari Saniang Baka
Aksi solidaritas itu juga dikuatkan oleh kesaksian Eldo Askia yang juga merupakan Ketua Pokdarwis Tangaya Saniangbaka. Saat dihubungi tim media pada Sabtu, 6 Desember 2025, ia mengungkapkan bahwa ia melihat beberapa pengungsi berjalan kaki dan kemudian mengetahui bahwa masih terdapat sekitar 600 warga lainnya di Muaro Pingai yang belum makan.
“Begitu mendengar kabar itu, kami warga Saning Baka yang sama sama dalam musibah tak bisa tinggal diam. Hati langsung tergerak,” ungkap Upik, yang turun bersama suaminya Eldo Askia dan para pemuda lainnya.
Untuk mencapai Muaro Pingai, perjalanan tidaklah mudah. Mereka harus menembus derasnya aliran air bah yang meluap ke badan jalan serta menyusuri gang-gang sempit yang terendam. Beberapa relawan yang menggunakan mobil bahkan terpaksa memutar balik karena kondisi jalan tak memungkinkan, sehingga perjalanan dilanjutkan dengan sepeda motor agar bantuan tetap bisa sampai.
Solidaritas Mengalahkan Dendam
Bantuan yang diberikan pemuda Saniang Baka disambut hangat oleh Wali Nagari dan Pemuda Muaro Pingai. Kedua kelompok yang sebelumnya berjarak kini terlihat bertegur sapa, bekerja sama, dan menunjukkan sikap saling menghargai. Bencana yang memutus infrastruktur justru menjadi jembatan yang menyambungkan kembali hubungan antarmanusia.
Masyarakat menilai peristiwa ini sebagai pelajaran bahwa dalam situasi darurat, solidaritas jauh lebih kuat daripada dendam masa lalu. Bencana mungkin merusak bangunan, tetapi ia juga mampu membangun kembali hubungan sosial yang sempat retak.
Harapan kini tumbuh: semoga kebersamaan yang lahir dari bencana ini tidak hanya menjadi cerita sesaat, tetapi menjadi fondasi baru bagi terciptanya nagari yang damai, saling mendukung, dan lebih kuat menghadapi masa depan. ( Abd21 )






