LEBAK – Dukungan terhadap upaya pemberantasan korupsi di Kabupaten Lebak terus menguat. Kali ini, Badan Pembinaan Potensi Keluarga Besar (BPPKB) Banten Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Lebak menyatakan kesiapannya untuk turun langsung mendampingi aksi, apabila LSM Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) benar-benar menggelar unjuk rasa di kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Lebak.
Pernyataan tersebut disampaikan sebagai bentuk solidaritas antarorganisasi masyarakat dalam mengawal dugaan kasus korupsi yang dinilai merugikan keuangan negara serta mencederai kepercayaan publik.
Bellong Ketua BPPKB Banten DPC Lebak menegaskan bahwa pihaknya siap all out membersamai langkah GMBI jika aksi digelar, khususnya dalam mendorong aparat penegak hukum agar bertindak tegas dan transparan.
“Jika rekan-rekan dari GMBI melakukan aksi di Kejari Lebak dalam rangka mendorong pemberantasan korupsi, kami dari BPPKB siap turun bersama. Ini bentuk komitmen kami dalam mengawal penegakan hukum,” ujarnya.
Menurutnya, gerakan bersama ini bukan sekadar aksi seremonial, melainkan wujud kepedulian nyata agar daerah terbebas dari praktik korupsi yang menghambat laju pembangunan.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara elemen masyarakat dan aparat penegak hukum demi menciptakan pemerintahan yang bersih dan berintegritas.
“Korupsi adalah musuh bersama. Maka dari itu, seluruh elemen masyarakat harus bersatu dalam mengawal dan memastikan proses hukum berjalan sebagaimana mestinya,” tambahnya.
BPPKB berharap, jika aksi tersebut terlaksana, dapat menjadi momentum memperkuat komitmen bersama dalam memberantas korupsi serta mendorong transparansi di setiap lini pemerintahan Kabupaten Lebak.
Sementara itu, hingga saat ini belum ada pernyataan resmi dari pihak Kejaksaan Negeri Lebak terkait rencana aksi tersebut. Namun, publik terus menantikan langkah konkret aparat penegak hukum dalam merespons aspirasi yang berkembang
Tri







