Diduga Disalahgunakan, Sopir Keluhkan Barcode BBM di SPBU Panyaungan Bogor

- Jurnalis

Sabtu, 27 September 2025 - 00:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bogor β€” Seorang sopir mobil πš‹πšŽπš›πš’πš—πš’πšœπš’πšŠπš•,” πš„πš–πšžπš‘, πš–engungkapkan dugaan penyalahgunaan barcode pembelian bahan bakar minyak (BBM) di SPBU Panyaungan, Kabupaten Bogor.

 

Kepada awak media, ia menuturkan bahwa setiap kali hendak mengisi kuota BBM, barcode miliknya selalu habis kuota kerna ada yang pakai. Menurut pengakuannya, hal tersebut sudah beberapa kali terjadi.

 

“Ini pengisian dan transaksi nya di SPBU Panyaungan, apakah hal tersebut bisa diusut ?”πšžπš—πšπš”πšŠπš™πš—πš’πšŠ

 

β€œSaya dulu buatnya di SPBU Panyaungan. Saya menduga saat pembuatan barcode untuk kuota solar, barcode itu difoto, lalu kemudian dipakai pihak lain. Makanya ketika saya mau pakai, selalu habis pemakaian,” tambahnya

 

Sebagai bukti, sopir tersebut menunjukkan data pada aplikasi Pertamina yang menampilkan riwayat transaksi terakhir. Tertera bahwa barcode dengan nomor polisi A9362ZX tercatat telah digunakan untuk pengisian sebesar 66,17 liter di SPBU 3416609 pada tanggal 24 September 2025 pukul 05.03 WIB, sementara kuota maksimal hanya 80 liter. Artinya, sisa kuota yang seharusnya ia dapatkan tinggal 13,83 liter.

 

Menanggapi persoalan ini, sejumlah aktivis mendesak agar Pertamina maupun aparat terkait segera turun tangan melakukan investigasi. Mereka menilai praktik semacam ini jelas merugikan masyarakat kecil yang sangat bergantung pada kuota BBM subsidi.

 

β€œKalau benar ada oknum yang bermain dengan barcode, ini harus dibongkar dan ditindak tegas. Jangan sampai program subsidi yang seharusnya membantu rakyat malah dipermainkan,” tegas salah seorang aktivis.

 

Hingga berita ini diturunkan, pihak SPBU Panyaungan masih dalam proses konfirmasi.

 

 

“Tri /Tim”

Follow WhatsApp Channel utamapost.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

King Naga Apresiasi PTPN Kebun Cisalak Mengunjungi RS Kartini Jenguk Anak Yang Terperosok Proyek Parit dan Siap Bantu Biaya Medis
Fantastis! Rp3,9 Miliar Hanya untuk Ruas Jalan 536 Meter di Kempas Inhil, KGSAI Soroti Pengerjaan
PAVING BLOK RW 009 CIKAMUNDING JADI SOROTAN, DIDUGA DIKERJAKAN ASAL-ASALAN! DINAS PERKIM BANTEN DAN PPK DIMINTA JANGAN TUTUP MATA.
Kapolda Riau di Masjid Al-Muttaqin: Polisi Jangan Ditakuti, Harus Jadi Pelindung Masyarakat
DIDUGA TIPU DAYA KORBAN DENGAN MODAL PENGAKUAN KONTRAKTOR BESAR, RZ DILAPORKAN KE POLSEK KULIM, PUBLIK TUNGGU KETEGASAN PENYIDIK
DW, Oknum Sekdes Gunung Anten, Resmi Jadi Tersangka Dugaan KDRT; King Badak Desak Penyidik Segera Lakukan Penahanan
Jalan Beton Warunghasem–Cibogo Baru Selesai Sudah Retak, KOMPASR Desak DPUPR Lebak Buka Hasil Pengawasan dan Uji Mutu.
Gelar TKP Sengketa Tanah Pamubulan,Ahli Waris Tuntut Hak Dikembalikan, Wartawan Dilarang Liputan Di area PT CEMINDO GEMILANG.

Berita Terkait

Sabtu, 7 November 2026 - 21:06 WIB

King Naga Apresiasi PTPN Kebun Cisalak Mengunjungi RS Kartini Jenguk Anak Yang Terperosok Proyek Parit dan Siap Bantu Biaya Medis

Sabtu, 7 November 2026 - 21:01 WIB

Fantastis! Rp3,9 Miliar Hanya untuk Ruas Jalan 536 Meter di Kempas Inhil, KGSAI Soroti Pengerjaan

Sabtu, 7 November 2026 - 08:04 WIB

PAVING BLOK RW 009 CIKAMUNDING JADI SOROTAN, DIDUGA DIKERJAKAN ASAL-ASALAN! DINAS PERKIM BANTEN DAN PPK DIMINTA JANGAN TUTUP MATA.

Jumat, 6 November 2026 - 18:58 WIB

Kapolda Riau di Masjid Al-Muttaqin: Polisi Jangan Ditakuti, Harus Jadi Pelindung Masyarakat

Jumat, 6 November 2026 - 11:51 WIB

DIDUGA TIPU DAYA KORBAN DENGAN MODAL PENGAKUAN KONTRAKTOR BESAR, RZ DILAPORKAN KE POLSEK KULIM, PUBLIK TUNGGU KETEGASAN PENYIDIK

Berita Terbaru