Rokan Hilir, Utamapost.com | Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Rokan Hilir merespons cepat keluhan warga terkait bau busuk yang diduga berasal dari limbah Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PT Sinergi Integritas Agroindustri (SIA) yang berlokasi di Kepenghuluan Bahtera Makmur, Kecamatan Bagan Sinembah.
Kepala DLH Rokan Hilir, Suwandi, S.Sos, kepada Haluanriau.co, Minggu (25/5/2025), menyampaikan apresiasinya atas laporan warga tersebut dan menegaskan bahwa tim Penegakan Hukum (Gakkum) akan segera diturunkan ke lokasi untuk melakukan pengecekan.
“Kami berterima kasih atas informasi dari masyarakat ini. Jangankan aduan sebesar ini, ada asap dari pembakaran tempurung atau bau dari distribusi ayam di pasar saja kami turun, apalagi ini menyangkut kenyamanan masyarakat banyak,” kata Suwandi.
Ia menambahkan, dalam waktu dekat pihaknya akan menurunkan Tim Gakkum DLH Rohil ke PKS PT SIA untuk melakukan verifikasi lapangan dan pengujian terkait potensi pencemaran udara.
“Jika tidak ada halangan, besok atau dalam waktu dekat, tim akan turun ke PKS SIA untuk melakukan pengecekan dan pengujian kebauan di lapangan,” pungkasnya.
Sebelumnya, sejumlah warga Kepenghuluan Bahtera Makmur, Kecamatan Bagan Sinembah, mengeluhkan bau menyengat yang diduga berasal dari limbah PKS PT SIA. Bau tersebut dinilai sangat mengganggu kenyamanan dan kesehatan warga.
Azwan Habib Gultom, warga yang berdomisili di KM 5 Bahtera Makmur, mengatakan bahwa bau busuk muncul pada dini hari, sekitar pukul 03.00 hingga 04.00 WIB. Ia menduga sumber bau berasal dari limbah pabrik yang hanya berjarak sekitar 500 meter dari pemukiman warga.
“Tadi pagi sekitar pukul 03.40 WIB sampai pukul 04.00 WIB bau sangat parah. Kalau angin mengarah ke pemukiman kami, langsung tercium menyengat. Kami menduga bau berasal dari limbah PKS SIA,” ujar Gultom.
Ia menyebut bau tersebut membuat warga sulit bernapas dan mengganggu waktu istirahat.
“Pernafasan kami jadi terganggu, bisa sesak napas karena bau limbah ini. Kami minta Pemkab Rohil, khususnya DLH, segera turun ke lapangan untuk mengecek limbah dari PKS SIA,” pintanya.
Hal senada juga disampaikan Taupik, warga lainnya. Ia mengatakan bahwa bau busuk muncul hampir setiap malam, terutama sekitar pukul 21.00 WIB hingga dini hari.
“Yang parah itu kalau duduk di dekat Kafe Kok Tong, sangat terasa bau limbahnya. Tadi pagi dari pukul 03.40 WIB hingga subuh masih bau. Apalagi kalau hujan turun, baunya semakin menyengat,” ujar Taupik.
Ia juga menyoroti adanya kepulan asap hitam dari cerobong pabrik yang dirasa sangat mengganggu.
“Kami tidak melarang perusahaan beroperasi di daerah ini, tapi mereka juga harus peduli terhadap lingkungan sekitar. Jangan seperti pepatah, orang makan nangka, kami yang kena getahnya,” tegasnya.
Sementara itu, pihak Humas PKS PT SIA, Kalvin, belum berhasil dikonfirmasi hingga berita ini diturunkan. (Rls/Haluanriau.co/Ibr)






