Dugaan Kasus Malpraktik Hingga Izin Ilegal, Mahasiswa Minta Kapoldasu Periksa Pemilik Klinik Lulu

- Jurnalis

Senin, 29 September 2025 - 09:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Utamapost.com, Medan
Dugaan kasus malpraktik yang menimpa Jesica Feally Pardede di Klinik Lulu, Jalan Alpalah, Kota Medan, telah memicu gelombang keresahan publik sekaligus menyoroti kerapuhan pengawasan terhadap fasilitas kesehatan di kota tersebut. Jesica mengalami luka parah di wajah serta penurunan drastis rasa percaya diri setelah menjalani terapi kecantikan yang dilakukan oleh tenaga non-medis profesional di klinik Lulu.

Investigasi awal mengungkap bahwa Klinik Lulu beroperasi tanpa izin yang memadai dan dianggap tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Fakta ini mencerminkan kelalaian serius serta pembiaran fatal yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kota Medan. Meskipun izin operasional tidak memenuhi standar, Klinik Lulu tetap dibiarkan beroperasi, sehingga menimbulkan pertanyaan besar terkait efektivitas pengawasan pemerintah daerah.

Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi II DPRD Kota Medan pada tanggal 23 September 2025, terungkap dengan gamblang bahwa praktik operasional Klinik Lulu melanggar aturan serta izin usaha yang seharusnya dimiliki. Menyikapi temuan tersebut, DPRD Medan merekomendasikan penghentian sementara operasional klinik hingga seluruh persoalan dapat diselesaikan secara tuntas.

Tindakan yang dilakukan oleh Klinik Lulu tergolong pelanggaran serius terhadap Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, serta Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Lebih jauh, kasus ini juga melanggar prinsip hak asasi manusia yang menjamin setiap warga negara berhak memperoleh rasa aman, perlindungan diri, dan layanan kesehatan yang layak.

Kejadian ini telah menimbulkan krisis kepercayaan masyarakat luas, khususnya kalangan perempuan, yang semakin khawatir atas maraknya klinik kecantikan ilegal yang luput dari pengawasan. Jika tidak ditindak tegas, dikhawatirkan korban-korban serupa akan terus bermunculan. Sebagaimana yang disampaikan oleh Rusdy Mulia selaku Ketua PD IMPAS Sumut kepada wartawan belum lama ini.

Dimana, Pimpinan Daerah (PD) Ikatan Mahasiswa Peduli Keadilan Sosial (IMPAS) Sumatera Utara (Sumut) menanggapi bahwa pihaknya akan segera menggelar aksi unjuk rasa.

” IMPAS Sumut mendesak Kapolda Sumut, Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto, untuk segera membentuk Tim Khusus guna mengusut tuntas dugaan malpraktik dan pelanggaran hukum di Klinik Lulu, Jalan Alpalah, Medan”. Ujarnya.

Selain itu, pihaknya juga menuntut agar Kapolda Sumut segera menangkap dan memproses hukum pemilik Klinik Luluh yang diduga melakukan tindakan medis ilegal terhadap Jesica Feally Pardede. Walikota Medan turut didesak untuk mencabut dan menutup izin operasional Klinik Luluh secara permanen. Puncak tuntutan IMPAS Sumut adalah pencopotan Kepala Dinas Kesehatan Kota Medan atas kelalaian dan pembiaran klinik ilegal beroperasi, yang secara langsung berkontribusi pada insiden tragis ini.

Ia juga mengungkapkan bahwa, dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi II DPRD Kota Medan pada tanggal 23 September 2025, praktik Klinik Lulu secara resmi dinyatakan melanggar aturan dan izin usaha. DPRD Medan merekomendasikan penghentian sementara operasional klinik hingga persoalan dapat diselesaikan.

Namun, ketika dimintai tanggapan pada Sabtu (27/9/2025), Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Medan dari Fraksi Golkar, Modesta Marpaung, enggan memberikan keterangan resmi dan terkesan bungkam, sehingga menambah keraguan publik terhadap keseriusan penanganan kasus ini.

Follow WhatsApp Channel utamapost.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tujuh Tahun Berkarya, Forsilista Pekanbaru Mantapkan Langkah Menuju Organisasi yang Lebih Bermanfaat bagi Umat
Sejarah Baru Perdamaian di Tolikara, Dua Kelompok yang Bertikai Sepakat Akhiri Perang, Surat Pernyataan Sikap Ditandatangani
Perkuat Tata Kelola Pemerintahan, Wali Kota Cirebon Effendi Edo Tegaskan Pentingnya Integritas dan Pengawasan Anggaran
Memayu Buyut Trusmi Digelar, Jalur Plered–Tengah Tani Direkayasa! Pengendara Diminta Waspada
Dini Hari Mencekam! Gudang Peleburan Aluminium di PIK Kebasen Tegal Ludes Terbakar, Empat Armada Damkar Dikerahkan
DESAKAN KING BADAK BERBUAH HASIL, BPJS KETENAGAKERJAAN RANGKASBITUNG AKHIRNYA TERIMA BERKAS SANGGAHAN KLAIM JKM ALM. IBU LILIS
Cegah Stunting dari Hulu, Wabup Tegal Usulkan Pemeriksaan Kesehatan Catin Jadi Prioritas Sebelum Menikah
Kapolres Tegal Kota Tegaskan Keterbukaan terhadap Pers: Kritik dan Pemberitaan Jadi Bagian Penting Pengawasan Publik

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 21:23 WIB

Tujuh Tahun Berkarya, Forsilista Pekanbaru Mantapkan Langkah Menuju Organisasi yang Lebih Bermanfaat bagi Umat

Minggu, 1 November 2026 - 18:29 WIB

Sejarah Baru Perdamaian di Tolikara, Dua Kelompok yang Bertikai Sepakat Akhiri Perang, Surat Pernyataan Sikap Ditandatangani

Minggu, 1 November 2026 - 16:42 WIB

Perkuat Tata Kelola Pemerintahan, Wali Kota Cirebon Effendi Edo Tegaskan Pentingnya Integritas dan Pengawasan Anggaran

Minggu, 1 November 2026 - 06:31 WIB

Dini Hari Mencekam! Gudang Peleburan Aluminium di PIK Kebasen Tegal Ludes Terbakar, Empat Armada Damkar Dikerahkan

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 07:21 WIB

DESAKAN KING BADAK BERBUAH HASIL, BPJS KETENAGAKERJAAN RANGKASBITUNG AKHIRNYA TERIMA BERKAS SANGGAHAN KLAIM JKM ALM. IBU LILIS

Berita Terbaru