Surian, Utamapost.com – Jembatan Gantung Keduo yang berada di Jorong Tambang, Nagari Surian, Kecamatan Pantai Cermin, Kabupaten Solok, roboh saat dilakukan perbaikan secara swadaya oleh masyarakat pada Rabu (3/6/2026) sekitar pukul 14.00 WIB.
Peristiwa tersebut terjadi ketika puluhan warga bergotong royong memasang papan lantai dan gelagar jembatan. Namun secara tiba-tiba sling atau kabel penyangga jembatan putus sehingga konstruksi yang sedang dikerjakan ambruk dan menyebabkan sejumlah warga terjatuh.
Akibat kejadian itu, sekitar 15 orang warga mengalami luka-luka dan beberapa di antaranya mengalami cedera serius. Salah seorang korban, Indra Medi, warga Surian Tigo Jorong Tambang, mengalami luka dan memar di bagian pinggang serta kepala akibat insiden tersebut.
Menurut keterangan warga, saat kejadian terdapat lebih dari 50 orang yang ikut bergotong royong memperbaiki jembatan yang selama ini menjadi urat nadi aktivitas masyarakat setempat.
Saat ditemui wartawan Utamapost.com di Surian Tigo, seorang warga bernama Asni berharap Pemerintah Kabupaten Solok segera merealisasikan pembangunan kembali jembatan gantung tersebut.
“Jembatan ini sangat dibutuhkan masyarakat untuk aktivitas sehari-hari. Anak-anak sekolah dari tingkat SD, SMP, SMA hingga SMK juga melewati jembatan ini setiap hari. Kalau tidak segera diperbaiki, masyarakat akan kesulitan beraktivitas,” ujar Asni.
Ia mengaku khawatir apabila akses tersebut tidak segera dipulihkan, maka anak-anak sekolah akan mengalami kesulitan untuk menuju sekolah karena jembatan gantung itu merupakan satu-satunya akses yang menghubungkan wilayah mereka dengan daerah luar.
Kekhawatiran serupa juga disampaikan warga lainnya, Lis, yang menilai keberadaan jembatan tersebut sangat vital bagi kehidupan masyarakat Jorong Tambang.
Menurut warga, sedikitnya 200 kepala keluarga (KK) di Surian Tigo sangat bergantung pada jembatan gantung tersebut untuk berbagai kebutuhan, mulai dari akses pendidikan, ekonomi, hingga pelayanan kesehatan.
“Kalau jembatan ini tidak segera diperbaiki, dampaknya sangat besar bagi masyarakat. Anak-anak sekolah bisa kesulitan berangkat, begitu juga warga yang hendak bekerja maupun berobat,” ungkap salah seorang warga.
Sementara itu, Wali Nagari Surian, Muhammad Ali, saat dikonfirmasi Utamapost.com mengatakan bahwa kondisi jembatan tersebut telah mendapat perhatian dari Pemerintah Kabupaten Solok melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU).
“Alhamdulillah, saat ini perbaikan jembatan gantung sudah mendapat perhatian dari Pemerintah Kabupaten Solok melalui Dinas PU. Petugas dari dinas juga sudah turun ke lokasi untuk melihat kondisi jembatan serta melakukan pengukuran panjang jembatan. Tentu saat ini tinggal menunggu proses penganggaran untuk pelaksanaannya. Semoga saja bisa segera direalisasikan,” kata Muhammad Ali.
Ia berharap pembangunan kembali jembatan tersebut dapat diprioritaskan mengingat fungsinya yang sangat vital bagi masyarakat Jorong Tambang.
Masyarakat pun berharap Pemerintah Kabupaten Solok dapat segera mengalokasikan anggaran dan mempercepat proses pembangunan jembatan gantung tersebut agar aktivitas warga kembali normal dan akses pendidikan bagi anak-anak tidak terganggu.
“Jembatan ini bukan sekadar sarana penghubung, tetapi menjadi satu-satunya akses utama bagi ratusan warga Jorong Tambang dalam menjalani aktivitas sehari-hari,” tutupnya. zulpancer










