Kota Solok — Walikota Solok, H. Ramadahani Kirana Putra, S.E, M. M bersama Kajati Sumbar serta Kemenag Kota Solok hadir dalam Qiyamul lail tarawih bersama Ramadhan 1447 ( 4/3/2026 ) di Majid Agung Almuhsinin Kota Solok.
Hadir sebagai penceramah , H. Mustafa, M.M., menyampaikan pesan mendalam tentang hakikat kebahagiaan yang senantiasa didambakan setiap insan. “Setiap insan yang waras pasti ingin bahagia dunia dan akhirat. Hampir di setiap salat, kita memohon kebaikan di dunia dan akhirat. Padahal pada hakikatnya, surgalah yang merindukan orang-orang dengan amalan tertentu,” ujarnya di hadapan jamaah yang memenuhi Masjid Agung Kota Solok.
Ia kemudian memaparkan empat amalan utama yang dapat menjadi jalan meraih kebahagiaan sejati dan menjadi pribadi yang dirindukan surga.
Pertama, mencintai dan membiasakan diri membaca Al-Qur’an setiap hari. Di era digital yang serba cepat ini, H. Mustafa mengingatkan bahwa banyak manusia lebih sibuk membaca pesan di gawai daripada meluangkan waktu untuk Kalamullah. “Revitalisasi iman harus dimulai dari kedekatan kita dengan Al-Qur’an,” tegasnya.
Kedua, menjaga dan memelihara lisan. Ia menekankan pentingnya berkata baik atau diam, terlebih di bulan Ramadan yang penuh keberkahan. Lisan yang terjaga akan menghadirkan kedamaian, bukan perpecahan.
Ketiga, menumbuhkan rasa simpati dan kepedulian terhadap sesama. Ramadan adalah bulan berbagi dan memperkuat ukhuwah. Kepekaan sosial menjadi cerminan ketakwaan seorang hamba.

Keempat, menjalankan ibadah puasa Ramadan dengan penuh keimanan dan keikhlasan. Puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga melatih kesabaran, pengendalian diri, serta meningkatkan kualitas spiritual.
Kegiatan Ramadan ini menjadi momentum mempererat silaturahmi antara pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan masyarakat. Kehadiran unsur pimpinan daerah bersama jajaran kejaksaan menunjukkan komitmen bersama dalam membangun kehidupan religius yang harmonis di Kota Solok.
Melalui tausiyah yang sarat makna tersebut, jamaah diharapkan menjadikan Ramadan sebagai madrasah ruhani, tempat menempa diri agar menjadi insan bertakwa, pribadi yang bukan hanya merindukan surga, tetapi juga dirindukan oleh surga. ( abd21)










