Kemenparekraf Gelar ‘Bicara Film’ di Medan, Angkat Kearifan Lokal Sebagai DNA Perfilman Indonesia

- Jurnalis

Kamis, 20 November 2025 - 01:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Utamapost.com, Medan
Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) terus menggeliatkan industri perfilman tanah air dengan menggelar acara “Bicara Film: Merayakan Kearifan Lokal Lewat Sinema” di Cinepolis Lippo Plaza Medan, Kamis (19/11/2025). Acara ini menjadi wadah bagi bertemunya berbagai elemen penting dalam dunia perfilman, mulai dari sineas nasional, komunitas film lokal, hingga pelaku industri kreatif.

Lebih dari sekadar perayaan, “Bicara Film” menjadi platform diskusi mendalam mengenai pemanfaatan kearifan lokal sebagai sumber inspirasi tak terbatas dalam menciptakan karya film yang otentik dan berdaya saing. Acara ini menyoroti proses kreatif di balik film Tak Kenal Maka Taaruf, serta dua film pendek komunitas Medan yang berjudul The Fanciful of Piso Serit dan Gurda Gurdi.

Kearifan Lokal: Pondasi Kuat untuk Film Mendunia

Deputi Bidang Kreativitas Media, Agustini Rahayu, dalam sambutannya menegaskan bahwa program “Bicara Film” adalah manifestasi dukungan pemerintah dalam memperkokoh ekosistem perfilman yang berbasis kearifan lokal. Kolaborasi hexahelix – yang merangkul pemerintah, industri, komunitas, akademisi, media, dan lembaga keuangan – menjadi kunci untuk mengangkat film-film daerah ke level nasional dan internasional.

“Kearifan lokal adalah kekuatan kita di panggung global,” tegas Agustini Rahayu, menyemangati para peserta.

Sesi pemutaran film Tak Kenal Maka Taaruf memicu diskusi menarik tentang bagaimana adaptasi novel ke layar lebar dapat mempertahankan “ruh” cerita aslinya. Tantangan kreatif dalam menerjemahkan teks menjadi bahasa visual yang memikat juga menjadi fokus pembahasan.

Dua film pendek dari komunitas Medan berhasil memukau para hadirin, membuktikan bahwa kekayaan budaya, tradisi, dan identitas lokal dapat menjadi fondasi yang kokoh untuk menghasilkan film yang berkarakter dan relevan.

Produser Mim Yudiarto, yang turut hadir dalam acara tersebut, memberikan apresiasi atas inisiatif Kemenparekraf. Menurutnya, “Bicara Film” memberikan ruang yang sangat berharga bagi para sineas untuk belajar, berjejaring, dan saling bertukar ide.

“Setiap cerita punya potensi menjadi film kuat dan relevan. Semoga kegiatan seperti ini terus menginspirasi sineas lokal,” ungkap Mim Yudiarto.

Komunitas Film: Motor Penggerak Perfilman Daerah

Peran vital komunitas film di Medan mendapat sorotan khusus dalam acara ini. Komunitas film dinilai sebagai motor penggerak dalam menumbuhkan talenta-talenta baru dan memproduksi karya-karya lokal yang berkualitas. Diskusi yang berlangsung menyoroti berbagai tantangan yang dihadapi komunitas, mulai dari masalah produksi, strategi distribusi, hingga peluang kolaborasi yang menjanjikan.

Direktur Film, Animasi, dan Video, Doni Setiawan, menyebut komunitas sebagai ujung tombak dari industri perfilman daerah. Pihaknya berkomitmen untuk memberikan dukungan penuh kepada komunitas agar mereka memiliki ruang yang memadai untuk belajar, berkarya, dan berkolaborasi.

Dukungan terhadap pengembangan perfilman daerah juga datang dari Pemerintah Kota Medan. M. Odi Anggia Batubara (Kadis Pariwisata Medan) dan H. Iswanda Ramli, SE (Sekretaris Komisi II DPRD Medan) turut hadir dan menyampaikan komitmen mereka untuk mendukung kemajuan perfilman lokal.

Mewujudkan Ekosistem Perfilman yang Inklusif dan Berkelanjutan

“Bicara Film” di Medan bukan hanya menjadi ajang untuk mengapresiasi karya, tetapi juga menjadi wadah untuk menumbuhkan ide-ide segar yang dapat memperkaya perfilman Indonesia. Semangat gotong royong menjadi kunci dalam membangun ekosistem perfilman yang inklusif dan berkelanjutan.

Lebih dari sekadar hiburan, film dipandang sebagai cermin budaya dan peluang ekonomi kreatif yang dapat tumbuh dari akar lokal. Harapan besar muncul dari forum ini agar semakin banyak karya-karya daerah yang bersinar, merekatkan nilai-nilai budaya, memperkuat identitas bangsa, dan membawa nama Indonesia semakin diperhitungkan di panggung perfilman global.

Follow WhatsApp Channel utamapost.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sejarah Baru Perdamaian di Tolikara, Dua Kelompok yang Bertikai Sepakat Akhiri Perang, Surat Pernyataan Sikap Ditandatangani
DESAKAN KING BADAK BERBUAH HASIL, BPJS KETENAGAKERJAAN RANGKASBITUNG AKHIRNYA TERIMA BERKAS SANGGAHAN KLAIM JKM ALM. IBU LILIS
Belasan Excavator Diduga Bebas Keruk Emas di Sungai Lasi dan X Koto Diateh, Kapolres Solok Kota Didesak Jangan Tutup Mata!
Bupati Agus Rubiyanto Pimpin Upacara Sumpah Pemuda Ke-98, Serukan Pemuda Tebo Jadi Penggerak Kemajuan Daerah
oknum kades di kecamatan rakit kulim Akui Pungutan PETI Rp5 Juta, Pengepul Rp20 Ribu per Gram
PEMBANGUNAN PAVING BLOCK DI DESA CIKAMUNDING DISOROT, DINAS PUPR DAN PENGAWAS TEKNIS DIMINTA BERTINDAK TEGAS.
SK Bupati Lebak Tentang Pemberhentian Riki Dari Jabatan Kades Kerta Batal Demi Hukum
PARES ADHARA DESAK PRESIDEN EVALUASI PENGELOLAAN SDA, DUGAAN KEJAHATAN LINGKUNGAN DIMINTA DIUSUT TUNTAS.

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 18:29 WIB

Sejarah Baru Perdamaian di Tolikara, Dua Kelompok yang Bertikai Sepakat Akhiri Perang, Surat Pernyataan Sikap Ditandatangani

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 07:21 WIB

DESAKAN KING BADAK BERBUAH HASIL, BPJS KETENAGAKERJAAN RANGKASBITUNG AKHIRNYA TERIMA BERKAS SANGGAHAN KLAIM JKM ALM. IBU LILIS

Jumat, 30 Oktober 2026 - 17:13 WIB

Belasan Excavator Diduga Bebas Keruk Emas di Sungai Lasi dan X Koto Diateh, Kapolres Solok Kota Didesak Jangan Tutup Mata!

Jumat, 30 Oktober 2026 - 12:57 WIB

Bupati Agus Rubiyanto Pimpin Upacara Sumpah Pemuda Ke-98, Serukan Pemuda Tebo Jadi Penggerak Kemajuan Daerah

Jumat, 30 Oktober 2026 - 11:39 WIB

oknum kades di kecamatan rakit kulim Akui Pungutan PETI Rp5 Juta, Pengepul Rp20 Ribu per Gram

Berita Terbaru