Koalisi Rakyat Bersatu Melawan Akan Bergerak Melakukan Open Donasi Memperjuangkan Hak Rakyat

- Jurnalis

Sabtu, 20 September 2025 - 04:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Koalisi Rakyat Bersatu Melawan Akan Bergerak Melakukan Open Donasi Memperjuangkan Hak Rakyat

LEBAK – Seruan Open Donasi yang digagas Koalisi Rakyat Bersatu Melawan (ARBM) bukan sekadar aksi solidaritas sosial, melainkan juga bentuk perlawanan terhadap berbagai persoalan akut di Kabupaten Lebak. Donasi ini, diharapkan mampu mengetuk nurani masyarakat sekaligus membuka mata atas deretan ketidakadilan yang masih menghantui rakyat kecil.

“Tujuan Open Donasi mengajak rakyat untuk membuka mata, membuka hati nurani untuk perubahan di Kabupaten Lebak,” tegas Andi Amrillah salah satu Aktivis ARBM dalam seruannya, di Rangkasbitung, Jumat (19/9/2025)

ARBM kata Andi menilai, ada banyak masalah mendasar yang hingga kini tak terselesaikan, yaitu :

1. Hukum tumpul – penegakan hukum dianggap lebih memilih kompromi ketimbang tegas memberantas korupsi.

2. Bantuan rakyat miskin tak transparan – distribusi tidak merata, cenderung tertutup.

3. Pelayanan kesehatan sinis dan tidak humanis – rakyat kecil masih kesulitan mendapatkan layanan layak.

4. Administrasi rumit – mulai dari tingkat desa hingga dinas sosial.

5. Dana PIP di dunia pendidikan rawan penyelewengan – banyak dugaan tidak transparan dan tidak adil.

6. Tambang ilegal merajalela – pasir, batu bara, galian tanah menimbulkan korban dan pencemaran lingkungan.

7. Pengangguran tak terurus – lapangan kerja hanya untuk segelintir orang.

8. BUMD bobrok – distribusi PDAM buruk, air kotor dan sering tak mengalir.

9. LKM tak dirasakan manfaatnya meski bertahun-tahun mendapat modal.

10. Gaji DPRD selangit – dinilai tak sebanding dengan kinerja bagi rakyat.

11. Rumah tak layak huni masih banyak belum tersentuh perhatian.

12. Janji palsu peluang usaha – justru rakyat kecil dicekik e-parking demi PAD.

13. Komunikasi antar OPD buruk – penegakan perda lemah, Satpol PP dianggap tak berfungsi.

14. Pertanian terabaikan – petani tetap bekerja keras tanpa dukungan nyata.

15. Program makan siang gratis basi – dinilai pengkhianatan terhadap cita-cita nasional.

16. Premanisme dan intimidasi dari oknum suruhan pejabat masih terjadi.

17. CSR tidak tepat sasaran – dana hanya dihamburkan tanpa manfaat.

18. Kinerja Inspektorat dipertanyakan – temuan demi temuan tidak jelas tindak lanjutnya.

19. Tunjangan pejabat tak transparan – dari bupati hingga direktur BUMD.

Dengan daftar panjang permasalahan tersebut, Fam Fuk Tjhonf menambahkan bahwa Open Donasi adalah simbol perlawanan rakyat terhadap ketidakadilan, sekaligus wadah solidaritas. Posko Donasi yang dibuka mulai Minggu, 22 September 2025 ini menerima bantuan berupa air mineral, mie instan, dana, dan kebutuhan lain.

“Jika suara tangisan tak didengar, jika keadilan sudah jadi bayangan, jika bantuan orang miskin tidak merata, pengangguran merajalela, dan keringat rakyat hanya diperas untuk PAD, tidak ada kata lain selain turun ke jalan dan melawan,” tegas Tjhong.

Senada, Sutisna Ketua Umum LSM PBR Mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersatu, bangkit dan membuat sejarah perubahan di Lebak agar seluruh Program pembangunan, Bantuan Orang Miskin, Rumah Tidak Layak Huni dan masalah lainnya segera di atasi oleh pemerintah.

“Kami mengajak seluas luasnya kepada masyarakat Lebak mari bersatu demi perubahan, demi masa depan. Kalau bukan kita siapa lagi. Mau dian ditindas atau bangkit melawan.Melawan dengan aksi solidaritas menyampaikan aspirasi dimuka umum dengan damai namun tegas,”tandasnya.

Diketahui sebelumnya, Rabu (17/9/2025) ARBM melakukan aksi unjuk rasa di depan Kantor Bupati dan DPRD Kabupaten Lebak.

Dalam aksinya mereka diantaranya menyoroti, Tunjangan DPRD, Tambang Ilegal, dan sejumlah kebijakan lain yang dinilai tak pro rakyat.

“Tri”

Follow WhatsApp Channel utamapost.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

King Naga Apresiasi PTPN Kebun Cisalak Mengunjungi RS Kartini Jenguk Anak Yang Terperosok Proyek Parit dan Siap Bantu Biaya Medis
Fantastis! Rp3,9 Miliar Hanya untuk Ruas Jalan 536 Meter di Kempas Inhil, KGSAI Soroti Pengerjaan
PAVING BLOK RW 009 CIKAMUNDING JADI SOROTAN, DIDUGA DIKERJAKAN ASAL-ASALAN! DINAS PERKIM BANTEN DAN PPK DIMINTA JANGAN TUTUP MATA.
Kapolda Riau di Masjid Al-Muttaqin: Polisi Jangan Ditakuti, Harus Jadi Pelindung Masyarakat
DIDUGA TIPU DAYA KORBAN DENGAN MODAL PENGAKUAN KONTRAKTOR BESAR, RZ DILAPORKAN KE POLSEK KULIM, PUBLIK TUNGGU KETEGASAN PENYIDIK
DW, Oknum Sekdes Gunung Anten, Resmi Jadi Tersangka Dugaan KDRT; King Badak Desak Penyidik Segera Lakukan Penahanan
Jalan Beton Warunghasem–Cibogo Baru Selesai Sudah Retak, KOMPASR Desak DPUPR Lebak Buka Hasil Pengawasan dan Uji Mutu.
Gelar TKP Sengketa Tanah Pamubulan,Ahli Waris Tuntut Hak Dikembalikan, Wartawan Dilarang Liputan Di area PT CEMINDO GEMILANG.

Berita Terkait

Sabtu, 7 November 2026 - 21:06 WIB

King Naga Apresiasi PTPN Kebun Cisalak Mengunjungi RS Kartini Jenguk Anak Yang Terperosok Proyek Parit dan Siap Bantu Biaya Medis

Sabtu, 7 November 2026 - 21:01 WIB

Fantastis! Rp3,9 Miliar Hanya untuk Ruas Jalan 536 Meter di Kempas Inhil, KGSAI Soroti Pengerjaan

Sabtu, 7 November 2026 - 08:04 WIB

PAVING BLOK RW 009 CIKAMUNDING JADI SOROTAN, DIDUGA DIKERJAKAN ASAL-ASALAN! DINAS PERKIM BANTEN DAN PPK DIMINTA JANGAN TUTUP MATA.

Jumat, 6 November 2026 - 18:58 WIB

Kapolda Riau di Masjid Al-Muttaqin: Polisi Jangan Ditakuti, Harus Jadi Pelindung Masyarakat

Jumat, 6 November 2026 - 11:51 WIB

DIDUGA TIPU DAYA KORBAN DENGAN MODAL PENGAKUAN KONTRAKTOR BESAR, RZ DILAPORKAN KE POLSEK KULIM, PUBLIK TUNGGU KETEGASAN PENYIDIK

Berita Terbaru