Outdoor Experience Darel Ilmi Sumatera Barat, Fasilitator BPBD 50 Kota Tekankan Pentingnya Penanganan Korban Bencana yang Tepat.

- Jurnalis

Sabtu, 15 November 2025 - 07:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

filter: 0; fileterIntensity: 0.0; filterMask: 0; module: j; 
hw-remosaic: 0; 
touch: (-1.0, -1.0); 
modeInfo: ; 
sceneMode: Night; 
cct_value: 0; 
AI_Scene: (200, -1); 
aec_lux: 312.02173; 
hist255: 0.0; 
hist252~255: 0.0; 
hist0~15: 0.0;

i

filter: 0; fileterIntensity: 0.0; filterMask: 0; module: j; hw-remosaic: 0; touch: (-1.0, -1.0); modeInfo: ; sceneMode: Night; cct_value: 0; AI_Scene: (200, -1); aec_lux: 312.02173; hist255: 0.0; hist252~255: 0.0; hist0~15: 0.0;

Torang Sari Bulan , Limapuluh Kota –utamapost.com | Pernyataan  tersebut disampaikan Fasilitator BPBD Kabupaten Lima Puluh Kota, M. Rinaldi Yulianto, kepada seluruh peserta kegiatan pembinaan relawan yang ikut dalam Outdoor Experience Darel Ilmi Sumatera Barat , Sabtu 15/11/2025.

Menurutnya peran relawan sangat penting dalam mengurangi risiko bencana, dengan memahami dan mengenali potensi bahaya di daerah masing-masing. Pemahaman awal ini menjadi dasar penting dalam upaya mitigasi dan respon bencana di lapangan.

Dalam arahannya, Rinaldi mengingatkan bahwa relawan harus sangat berhati-hati dalam menangani korban di lokasi kejadian. Posisi korban tidak boleh diubah secara sembarangan, kecuali setelah melihat kondisi dan memastikan perubahan posisi tidak menimbulkan risiko tambahan.

“Usahakan proses evakuasi dilakukan dalam posisi korban sebagaimana pertama kali ditemukan. Jika terdapat indikasi patah tulang atau cedera serius, gunakan peralatan bidai untuk mengurangi risiko cedera yang lebih parah,” tegasnya.

Muhammad Rinaldi Yulianto, Fasilitator BPBD 50 Kota Sumatera Barat.

 

Rinaldi menambahkan bahwa para relawan bukan tenaga medis sehingga tindakan yang diberikan sebatas pertolongan pertama untuk memastikan korban tetap selamat hingga tiba di titik evakuasi atau ke tenaga medis profesional.

“Relawan tidak boleh membiarkan korban tertidur bahkan sampai berubah menjadi pingsan. Seringkali penanganan laka lantas tidak mengikuti SOP, korban dibawa tergesa gesa naik mobil pick up dengan kondsisi dipaksakan, padahal kondisinya perlu penanganan awal, akhirnya kondisi korban menjadi lebih parah. Pihak medis yang menangani korban tidak akan ” Speak Up ” Tegas Rinaldi.

 

Ia juga mengingatkan bahwa dalam kondisi emergency tingkat tinggi, berbagai kemungkinan tindakan boleh dilakukan dengan catatan tidak memperparah keadaan korban. Namun, relawan harus tetap mengutamakan prinsip kehati-hatian.

“Merubah posisi korban secara tergesa-gesa justru berpotensi memperburuk kondisi. Dalam beberapa situasi, relawan bahkan tidak perlu menggeser korban sampai tim medis tiba,” tambahnya.

 

Kegiatan pembinaan ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan relawan dalam penanganan awal di lokasi bencana sehingga upaya penyelamatan dapat berjalan lebih cepat, aman, dan sesuai standar.

Beberapa SOP Umum BPBD dalam Penanganan Korban Bencana

1. Penilaian Keamanan Lokasi (Safety First)

Pastikan area aman dari ancaman lanjutan (longsor susulan, bangunan runtuh, aliran listrik, banjir).
Jika lokasi tidak aman, segera pindahkan diri dan korban hanya bila keselamatan sangat terancam.

2. Pemeriksaan Awal Korban
Cek respons: sadar/tidak sadar.
Periksa napas dan denyut nadi.
Identifikasi adanya perdarahan, patah tulang, atau cedera berat.

3. Prinsip Penanganan Pertama
Jangan mengubah posisi korban kecuali untuk menyelamatkan nyawanya.
Jaga kestabilan kepala, leher, dan tulang belakang.
Hentikan perdarahan menggunakan pressure bandage.
Gunakan bidai jika diduga patah tulang.
Jaga korban tetap hangat dengan selimut darurat.

4. Menjaga Korban Tetap Sadar
Ajak berbicara ringan.
Jangan biarkan korban tertidur kecuali atas instruksi medis.
Awasi perubahan kondisi: mulai dari sadar → linglung → pingsan.

5. Prosedur Evakuasi
Evakuasi hanya dilakukan bila aman.
Gunakan teknik angkut yang sesuai (fireman carry, tandu, drag method).
Jangan mengangkat korban dengan cedera tulang belakang tanpa alat bantu.

6. Komunikasi dan Koordinasi
Laporkan kondisi korban ke Posko BPBD.
Catat perubahan kondisi apa pun.
Ikuti instruksi komandan lapangan (Kalaksa/Koordinator Rescue).

7. Serah Terima ke Tim Medis
Berikan laporan singkat mengenai:
kondisi awal korban
tindakan pertolongan pertama yang telah diberikan
waktu ditemukannya korban perubahan kondisi selama evakuasi.

Follow WhatsApp Channel utamapost.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dukung Kamtibnas, Kelompok Temenggung Roy Serahkan Tiga Pucuk Senjata Api Rakitan Ke Polsek VII Koto
Rawat Persaudaraan di Perantauan, DPP IPPSA Perkuat Konsolidasi Organisasi di Yogyakarta
Polisi Peduli Pendidikan, Kapolsek VII Koto Ilir Tanamkan Disiplin dan Cegah Bullying Di SDN 05 Balai Rajo
Bupati Solok Jon Firman Pandu Melantik Rudi Repenaldi Rilis Sebagai Sekretaris Daerah Kabupaten Solok
Waka Polres Dharmasraya Jadi Pembina Upacara di SMPN 2 Pulau Punjung, Ajak Pelajar Jauhi Bullying dan Tawuran
Gerak Cepat! Kurang dari 24 Jam, Polda Jambi Bekuk 8 Pelaku Penyerangan dan Penembakan Mako Polres Merangin
Sat Reskrim Polres Payakumbuh Amankan Terduga Pelaku Curanmor, Satu Unit Suzuki FU Disita
Wabup Tebo Hadiri Sosialisasi dan FGD Bapas Kelas II Muara Bungo, Perkuat Sinergi Pembinaan dan Reintegrasi Sosial

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 16:01 WIB

Dukung Kamtibnas, Kelompok Temenggung Roy Serahkan Tiga Pucuk Senjata Api Rakitan Ke Polsek VII Koto

Rabu, 4 November 2026 - 19:41 WIB

Rawat Persaudaraan di Perantauan, DPP IPPSA Perkuat Konsolidasi Organisasi di Yogyakarta

Senin, 2 November 2026 - 17:28 WIB

Polisi Peduli Pendidikan, Kapolsek VII Koto Ilir Tanamkan Disiplin dan Cegah Bullying Di SDN 05 Balai Rajo

Senin, 2 November 2026 - 14:09 WIB

Bupati Solok Jon Firman Pandu Melantik Rudi Repenaldi Rilis Sebagai Sekretaris Daerah Kabupaten Solok

Senin, 2 November 2026 - 13:36 WIB

Waka Polres Dharmasraya Jadi Pembina Upacara di SMPN 2 Pulau Punjung, Ajak Pelajar Jauhi Bullying dan Tawuran

Berita Terbaru