Saok Laweh ,utamapost.com– Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan pemerintah terbukti membawa dampak besar bagi dunia pendidikan, khususnya bagi siswa SDN 01 Saok Laweh, Kecamatan Kubung, Kabupaten Solok. Sebanyak 268 siswa SD menikmati program yang digagas Presiden Prabowo Subianto. Program ini tidak hanya menjadi upaya pemerintah dalam memenuhi kebutuhan gizi anak-anak, tetapi juga memotivasi mereka untuk lebih bersemangat dalam belajar.
Sejak diterapkan, antusiasme siswa terlihat meningkat setiap harinya. Setiap pagi, mereka datang ke sekolah lebih awal dengan penuh semangat, menantikan waktu pembagian makanan bergizi yang telah dijadwalkan. Bagi sebagian besar siswa yang berasal dari keluarga dengan kondisi ekonomi menengah ke bawah, program ini menjadi sesuatu yang sangat berarti dan dinanti-nantikan.
Kepala SDN 01 Saok Laweh, Ali Candra, M.Pd, menjelaskan bahwa MBG tidak hanya sekadar memberikan makanan, tetapi juga membantu mengatasi masalah gizi yang selama ini dialami sebagian siswa.
“Program ini sangat membantu dalam pemenuhan gizi seimbang anak-anak. Kami melihat perubahan positif, anak-anak menjadi lebih sehat, aktif, dan bersemangat mengikuti pelajaran. Pembagian makanan dilakukan setiap pukul 09.45 saat jam istirahat, sehingga mereka bisa kembali belajar dengan fokus dan penuh energi,” ungkap Ali Candra saat ditemui di sekolah, Rabu (10/9/2025).

Ali Candra menambahkan, sejak adanya program MBG, tingkat kehadiran siswa juga mengalami peningkatan. Jika sebelumnya masih ada siswa yang sering datang terlambat, kini mereka justru hadir lebih awal agar tidak melewatkan kesempatan menikmati makanan bergizi yang disediakan. Hal ini berdampak positif pada proses pembelajaran di sekolah.
Salah seorang siswa kelas IV, Tio Juandes Putra mengaku sangat senang dengan adanya program MBG ini. Menurutnya, makanan yang diberikan tidak hanya enak, tetapi juga membuat dirinya lebih semangat belajar.
“Saya senang sekali ada program makan gratis ini. Saya jadi semangat ke sekolah dan tidak pernah terlambat lagi. Teman-teman juga jadi rajin datang pagi-pagi, apalagi menu hari ini sesuai dengan favorit saya ayam goreng ” ucap Tio Juandes Putra dengan senyum ceria.

Program MBG ini menjadi jawaban atas tantangan yang dihadapi banyak keluarga di daerah tersebut, yang sebagian besar bekerja sebagai petani dan buruh harian dengan penghasilan terbatas. Bagi mereka, menyediakan makanan bergizi setiap hari untuk anak-anak bukanlah hal yang mudah, sangat membantu dslam mengatasi gizi dan perlahan terbebas dari makanan tinggi penyedap yang dijual bebas diluar lingkungan sekolah.
Melalui program MBG, pemerintah berharap masalah gizi buruk dan stunting dapat ditekan sekaligus mendukung peningkatan kualitas pendidikan. Anak-anak yang sehat dan cukup gizi diyakini akan memiliki daya konsentrasi yang lebih baik, sehingga prestasi akademik mereka pun meningkat.
Kepala sekolah juga menyampaikan harapan agar program ini terus berlanjut dan mendapat dukungan dari semua pihak.
“Kami berharap program ini bisa berjalan dalam jangka panjang. Tidak hanya membantu anak-anak di sekolah ini, tetapi juga memberikan dampak positif bagi generasi muda secara keseluruhan. Dengan anak yang sehat dan cerdas, masa depan bangsa akan lebih cerah, ” tegasnya.
Dengan keberhasilan awal yang terlihat di SDN 01 Saok Laweh, diharapkan program MBG dapat diperluas secepat mungkin sekolah-sekolah lain di Kabupaten Solok. Program ini menjadi bukti nyata bahwa perhatian terhadap gizi anak-anak merupakan langkah penting dalam menciptakan generasi penerus yang berkualitas dan siap bersaing di masa depan. ( Abd21 )






