Puluhan Peserta Trauma Healing Pasca Galodo Dilarikan ke RSUD Arosuka, Diduga Sakit Usai Konsumsi Susu Kambing

- Jurnalis

Senin, 5 Oktober 2026 - 00:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

SOLOK —Utamapost Kegiatan trauma healing bagi warga terdampak bencana galodo Arosuka berujung kepanikan. Sekitar 20 peserta, mayoritas anak-anak, dilarikan ke RSUD Arosuka, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, Sabtu (3/10/2026) malam, setelah mengalami keluhan mual dan muntah.

 

Para peserta mulai berdatangan ke Unit Gawat Darurat (UGD) RSUD Arosuka sekitar pukul 20.00 WIB. Keluhan yang paling banyak dilaporkan adalah mual hingga muntah setelah mengikuti kegiatan dan mengonsumsi susu kambing yang dibagikan seusai acara.

 

Kegiatan trauma healing tersebut digelar sejumlah komunitas relawan dari Kota Solok bagi warga yang terdampak bencana galodo Arosuka. Setelah kegiatan berakhir, peserta mendapat minuman susu kambing yang dibagikan oleh relawan.

 

Kondisi tersebut langsung menjadi perhatian kepolisian. Wakapolsek Gunung Talang Iptu Firman memastikan pihaknya masih menyelidiki penyebab gangguan kesehatan yang dialami para peserta.

 

«“Keracunan diduga dari pembagian minuman susu kambing setelah acara trauma healing oleh para relawan yang tergabung dari berbagai komunitas bencana dari wilayah Kota Solok kepada peserta,” ujar Firman saat mengunjungi pasien di RSUD Arosuka.»

 

Polisi telah meminta keterangan dari relawan yang terlibat dan melakukan pendataan terhadap peserta untuk memastikan jumlah orang yang mengalami keluhan.

 

“Malam ini ada 20 orang masuk UGD. Sementara dari informasi yang kita dapat, ada sekitar 30 orang mengikuti acara penyuluhan tersebut,” katanya.

Mayoritas Pasien Anak-Anak

 

Dokter M. Nandang Septiadi mengatakan seluruh pasien yang datang ke UGD telah mendapatkan penanganan medis.

 

“Para korban sudah kita tangani langsung yang datang ke UGD dan kita berikan obat. Rata-rata pasien mengeluhkan mual-mual,” jelasnya.

 

Pasien kemudian menjalani observasi sekitar dua jam. Mereka yang kondisinya membaik diperbolehkan pulang dan melanjutkan pengobatan secara rawat jalan.

 

Pihak rumah sakit meminta keluarga tetap memantau kondisi pasien selama tiga hari. Jika muncul keluhan kembali atau kondisi memburuk, pasien diminta segera dibawa ke rumah sakit.

Sisa Susu Diamankan Polisi

 

Dugaan gangguan kesehatan setelah konsumsi susu kambing kini menjadi bagian penting dalam penyelidikan polisi.

 

Relawan Hendra Saputra mengatakan susu kambing tersebut diperoleh dari peternak di Kota Solok. Sebanyak 25 botol susu dibawa untuk dibagikan kepada peserta.

 

Polisi kemudian mengamankan sisa susu sebagai sampel untuk pemeriksaan lebih lanjut. Pemeriksaan tersebut diharapkan dapat mengungkap apakah susu tersebut memang berkaitan dengan keluhan kesehatan yang dialami peserta.

 

Kesaksian salah seorang orang tua pasien turut memperkuat kronologi tersebut. Fadli mengatakan anaknya mengonsumsi susu sekitar pukul 18.00 WIB dan tidak lama kemudian mengalami muntah-muntah.

 

«“Anak saya setelah minum susu tersebut langsung muntah-muntah berkepanjangan. Makanya langsung kami bawa ke RSUD,” ujar Fadli.»

 

Meski dugaan sementara mengarah pada susu kambing yang dibagikan seusai kegiatan, penyebab pasti belum dapat dipastikan. Polisi masih mengumpulkan keterangan dari pihak rumah sakit, relawan, peserta, keluarga pasien, serta pihak terkait lainnya.

 

Hasil pemeriksaan sampel susu dan penyelidikan kepolisian nantinya akan menjadi penentu apakah gangguan kesehatan tersebut benar disebabkan oleh minuman yang dikonsumsi peserta atau terdapat faktor lain.

Source;wartakota

 

Kasus ini masih dalam penyelidikan.

Follow WhatsApp Channel utamapost.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Cegah Stunting dari Hulu, Wabup Tegal Usulkan Pemeriksaan Kesehatan Catin Jadi Prioritas Sebelum Menikah
Kapolres Tegal Kota Tegaskan Keterbukaan terhadap Pers: Kritik dan Pemberitaan Jadi Bagian Penting Pengawasan Publik
BIDIK SEJARAH DI PORPROV XV JABAR 2026, BASKET KOTA CIREBON SIAP KAWINKAN GELAR JUARA PUTRA-PUTRI
Diduga Bebas Beroperasi dan Lemahnya Kepolisian untuk Menindak Tegas Pengedar Obat Keras Daftar G di Babakan Setu, Kesehatan Masyarakat Terancam
Ranah Minang Bidik Tuan Rumah Munas KAHMI-FORHATI, Persiapan Pelantikan Dimatangkan
TINGGALKAN TPAS LAMA, KABUPATEN TEGAL BERSIAP MENUJU ERA BARU PENGELOLAAN SAMPAH! Lahan Baru TPAS Penujah Segera Dilapisi Geomembran
PASAR PAYAKUMBUH TERBAKAR LAGI, LBH PADANG SOROT DUGAAN KELALAIAN PEMKO DAN POTENSI PELANGGARAN HAM
Berakhir Sudah Pelaraian Pelaku Curas Solok Selatan di Depok Jawa Barat

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 06:28 WIB

Cegah Stunting dari Hulu, Wabup Tegal Usulkan Pemeriksaan Kesehatan Catin Jadi Prioritas Sebelum Menikah

Jumat, 30 Oktober 2026 - 19:49 WIB

Kapolres Tegal Kota Tegaskan Keterbukaan terhadap Pers: Kritik dan Pemberitaan Jadi Bagian Penting Pengawasan Publik

Jumat, 30 Oktober 2026 - 19:29 WIB

BIDIK SEJARAH DI PORPROV XV JABAR 2026, BASKET KOTA CIREBON SIAP KAWINKAN GELAR JUARA PUTRA-PUTRI

Jumat, 30 Oktober 2026 - 10:16 WIB

Diduga Bebas Beroperasi dan Lemahnya Kepolisian untuk Menindak Tegas Pengedar Obat Keras Daftar G di Babakan Setu, Kesehatan Masyarakat Terancam

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:55 WIB

Ranah Minang Bidik Tuan Rumah Munas KAHMI-FORHATI, Persiapan Pelantikan Dimatangkan

Berita Terbaru