Cupak, utamapost.com | SMP Negeri 6 Cupak, yang terletak di Jorong Sawah Padang, Nagari Cupak, Kabupaten Solok, tampil sebagai salah satu model sekolah inovatif yang memadukan kemajuan teknologi dengan pendidikan karakter Islami. Meski berstatus sekolah umum, SMP Negeri 6 Cupak mengusung konsep sekolah berbasis pesantren, di mana pembinaan akhlak dan nilai keagamaan menjadi ruh utama penyelenggaraan pendidikan.
Wajar saja jika sekolah ini dijuluki ” selangkah lebih maju ” menjadikannya sebagai sekolah acuan study komparatif dan percontohan sekolah lain di Sumatera Barat walau berada dipinggir perkampungan.
Baru baru ini, SMP 6 Cupak dikunjungi Kepala Sekolah SMP se Kabupaten 50 Kota ( MKKS, Kadis dan Kabid ) karena berbagai inovasi dan kemajuannya disegala sektor.
Kepala Sekolah, Kamislih, S. Pd, Rabu 21/01/2026 menjelaskan bahwa sekolah ini menerapkan sistem absensi digital berbasis chip melalui ID card yang dimiliki setiap siswa, guru dan kepala Sekolah. Kehadiran siswa tercatat secara otomatis saat memasuki area sekolah. Menariknya, sekolah ini tidak menggunakan bel sekolah dan tidak memasang CCTV. Kedisiplinan tidak dibangun melalui pengawasan teknologi atau instruksi bunyi, melainkan melalui kesadaran diri yang tumbuh dari internalisasi nilai-nilai agama Islam dalam keseharian siswa.

Katanya, pendekatan tersebut sengaja diterapkan untuk melahirkan peserta didik yang disiplin karena kesadaran, bukan karena tekanan.
“Kami menanamkan nilai agama sebagai pondasi utama. Dari sanalah tumbuh tanggung jawab, kedisiplinan, dan akhlak,” ulas Kamislih sang kepala Sekolah jurusan Matematika.
Salah satu program unggulan sekolah adalah pembelajaran penyelenggaraan jenazah. Siswa dibekali kemampuan praktis mulai dari memandikan, mengafani, menyalatkan, hingga menguburkan jenazah. Pembelajaran ini tidak sebatas teori, tetapi dilaksanakan melalui praktik langsung sebagai bekal pengabdian sosial di tengah masyarakat.
Di bidang penguatan spiritual, sekolah ini juga menjalankan program tahfiz Al-Qur’an yang telah menjadi kebiasaan harian siswa. Kegiatan tahfiz dilaksanakan sebelum proses belajar mengajar dimulai dan dibimbing oleh guru agama. Capaian siswa terbilang signifikan, bahkan beberapa di antaranya telah menghafal hingga tiga juz Al-Qur’an.
Penguatan kapasitas dakwah juga menjadi perhatian utama. Siswa laki-laki dibekali dasar-dasar dakwah dan khutbah Jumat, sementara siswa perempuan turut mendapatkan porsi yang sama untuk berlatih berceramah. Pada bulan Ramadhan, para siswa diberikan kesempatan untuk berdakwah langsung di lingkungan tempat tinggal masing-masing, menjadikan sekolah sebagai pusat pembentukan kader pendakwah muda.
Selain itu, SMP Negeri 6 Cupak menanamkan nilai kepedulian sosial melalui program sedekah. Sejak dini, siswa diajarkan untuk berbagi dan peduli terhadap sesama. Dana sedekah yang terkumpul dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan keagamaan sekolah serta peringatan Hari Besar Islam (PHBI).
Dampak dari program-program tersebut mulai dirasakan langsung oleh masyarakat. Seorang warga mengungkapkan bahwa siswa SMP Negeri 6 Cupak telah mampu terlibat aktif dalam penyelenggaraan jenazah di lingkungannya, bahkan sejak tahap awal seperti menyiapkan dan memotong kain kafan.
Seiring dengan transformasi digital pendidikan, SMP Negeri 6 Cupak juga telah meninggalkan sistem ujian berbasis kertas. Evaluasi pembelajaran kini dilakukan melalui Computer Assisted Test (CAT) menggunakan peramban Google Chrome yang dimulai sejak 2023 meliputi ujian tengah semester, ujian Semester, ujian Akhir Sekolah kls IX sampai sekarang, bahkan pemilihan Pengurus OSIS memakai aplikasi yang di rancang sendiri oleh Mursalin, MPd.I Wakil kurikulum sehingga kerahasian pilihan sangat terjaga.
Berbagai capaian tersebut menjadikan SMP Negeri 6 Cupak sebagai rujukan dan lokasi studi banding. Dengan pendekatan pendidikan yang holistik—mengintegrasikan teknologi, nilai keislaman, dan pembinaan sosial—SMP Negeri 6 Cupak membuktikan bahwa sekolah umum pun mampu melahirkan generasi yang cerdas, berkarakter, dan berakhlak mulia. ( abd21)










