LEBAK –15/06/2026. Seorang oknum yang diduga mengatasnamakan oknum pegawai Badan Urusan Logistik (BULOG) dilaporkan terkait dugaan transaksi pengadaan barang yang menyebabkan kerugian korban hingga puluhan juta rupiah.
Diduga Korban penipuan dirugikan hingga mencapai puluhan juta rupiah, “Abdulrahman”warga kp Maja barat desa Sukaratu kecamatan majasari kabupaten pandeglang provinsi Banten.
sedangkan oknum pelaku bernama “Yan Prakoso” diduga pegawai Bulog kabupaten Lebak provinsi Banten.
Korban diketahui telah mentransfer dana secara bertahap ke rekening pribadi milik terduga pelaku. Berdasarkan bukti transfer yang dimiliki korban, terdapat transaksi senilai Rp37.600.000 dan Rp18.800.000 yang dilakukan pada Februari 2026.
Namun hingga batas waktu yang telah disepakati, barang yang dijanjikan tidak pernah diterima oleh korban. Saat dilakukan penagihan, terduga pelaku disebut mulai memberikan berbagai alasan dan terus mengulur waktu penyelesaian.
Dari hasil komunikasi dan dokumen yang dimiliki korban, ditemukan sejumlah kejanggalan yang diduga menguatkan adanya indikasi penawaran yang tidak sesuai dengan prosedur resmi,di antaranya,Identitas dan nomor registrasi yang digunakan disebut mengatasnamakan pegawai aktif BULOG.
Seluruh transaksi dilakukan melalui komunikasi pribadi tanpa adanya surat perjanjian resmi dari kantor BULOG.
Pembayaran diminta ditransfer ke rekening atas nama pribadi, bukan ke rekening resmi perusahaan,
Hingga saat ini barang yang dijanjikan tidak pernah diterima oleh korban.
Chat via WhatsApp “Abdulrahman” korban dugaan penipuan”.iya pak, Ets kapan pak,itu kuota baru ya pak,siap saya TF berapa pak ?dan saya TF awal Rp 18.800.000(delapan belas juta delapan ratus ribu rupiah) tgl 16 februari 2026,. Untuk 200 dus yah,dan di TF lagi pada tgl 20 februari 2026 Rp 37.600.000(tiga puluh tujuh juta enam ratus ribu rupiah) tapi jaminan saya apa pak,iya pak soalnya saya di nosindo sama cbd juga tapi saya ke kantornya, chat via WhatsApp antara Abdulrahman dan Yan Prakoso.
Dalam chatan via WhatsApp ” Yan Prakoso”Udah bukan lagi pak, soalnya kan yang 200 sudah a/n bapk, kalau mau langsung TF gak apa apa langsung tf aja nanti biar saya konfirmasi ke anak”.kamis atau Jum’at nya pak dikirim,yang 100 sisanya kayanya Rabu pak,yang kuota baru.
Sama kaya kemarin yang sisa 100 paling Rabu pas toko pada ngambil, besok saya mau libur dulu pak,nati dikabarin aja kalau sudah TF,biar langsung saya proses biar sama-sama enak yah pak saya kirim foto id card saya yah,biar sama” enak,no bapak saya Save yah.chat via WhatsApp Yan Prakoso.
Korban berharap pihak Bulog dapat memberikan klarifikasi atas dugaan tersebut serta menindaklanjuti laporan yang ada sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, pihak yang disebut belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan yang disampaikan korban. Media masih berupaya melakukan konfirmasi guna memperoleh informasi yang berimbang.
Wartawan Utamapos akan berusaha konfirmasi kepada pihak Bulog di kabupaten Lebak.
Tri”/Rudi”










