Lebak – Warga Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, mengeluhkan kondisi aliran Sungai Cidikit yang mengalami kekeruhan cukup parah selama hampir sepekan terakhir. Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran masyarakat karena sungai tersebut merupakan salah satu sumber air baku bagi pelanggan PDAM Bayah.
Salah seorang warga Bayah, Deni Ismayadi, mengaku heran dengan kondisi air Sungai Cidikit yang terus keruh meski wilayah hulu dan sekitarnya tidak diguyur hujan selama beberapa hari terakhir.
“Sudah sekitar empat hari tidak ada hujan di wilayah hulu, tetapi air Sungai Cidikit masih terlihat keruh. Sementara itu, Sungai Cimadur yang lokasinya berdekatan justru terlihat sangat bening. Ini tentu menimbulkan tanda tanya besar,” ujar Deni, Sabtu (20/6/2026).
Menurutnya, kondisi tersebut memunculkan dugaan adanya aktivitas tertentu di wilayah hulu atau di sekitar aliran sungai yang berpotensi menyebabkan kekeruhan air.
“Pertanyaannya, ada apa di area hulu atau daerah dekat aliran sungainya? Apakah ada kegiatan pertambangan atau faktor lain yang menyebabkan kondisi ini? Sebagai warga sekaligus pelanggan aktif PDAM Bayah, saya merasa cemas,” katanya.
Deni juga meminta perhatian serius dari pemerintah daerah, instansi terkait, Aparat Penegak Hukum (APH), DPRD, DPR RI, hingga Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, agar segera melakukan penelusuran dan investigasi terhadap penyebab keruhnya aliran Sungai Cidikit.
Ia berharap pemerintah dan pihak berwenang dapat segera mengambil langkah konkret guna memastikan kualitas air tetap aman bagi masyarakat serta menjaga kelestarian lingkungan.
“Jangan sampai masyarakat yang tidak mengetahui persoalan sebenarnya menjadi pihak yang dirugikan. Jika kondisi ini terus berlanjut, kami khawatir akan berdampak terhadap kesehatan warga dan ekosistem yang hidup di sepanjang aliran sungai tersebut,” pungkasnya.
Masyarakat berharap adanya pemeriksaan lapangan dan kajian dari instansi terkait untuk memastikan penyebab kekeruhan serta mencegah potensi pencemaran yang dapat merugikan warga dan lingkungan sekitar.
Tri/Red”










