Pemalang //utamapost.com – Suasana haru bercampur kebahagiaan menyelimuti pelaksanaan program Bimas Islam MANTU yang diwujudkan melalui kegiatan nikah massal di Kabupaten Pemalang.
Kegiatan yang berlangsung di Joglo Istawa, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pemalang, ini juga dirangkaikan dengan peluncuran (launching) Plangisasi Penyuluh Agama, sebagai bagian dari penguatan layanan keagamaan kepada masyarakat.
Program tersebut menjadi representasi komitmen Kementerian Agama dalam menghadirkan pelayanan keagamaan yang semakin inklusif, humanis, profesional, dan mudah dijangkau seluruh lapisan masyarakat.
Tidak hanya memberikan kepastian hukum bagi pasangan suami istri, kegiatan ini juga diharapkan mampu memperkuat fondasi ketahanan keluarga sebagai pilar utama pembangunan bangsa.
Hadir dalam kesempatan tersebut, Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama, Prof. Dr. H. Abu Rokhmad, M.Ag., yang secara langsung memberikan doa dan pesan kepada seluruh pasangan peserta nikah massal.
Dalam sambutannya, Abu Rokhmad berharap seluruh pasangan mampu membangun rumah tangga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah, serta dianugerahi keturunan yang saleh dan salehah, sehingga dapat memberikan manfaat bagi keluarga, masyarakat, agama, bangsa, dan negara.
“Program Bimas Islam MANTU merupakan bentuk perhatian konkret pemerintah dalam membantu masyarakat yang sedang mempersiapkan kehidupan berumah tangga,” ujarnya.
Menurutnya, pernikahan bukan sekadar prosesi administratif maupun seremonial, melainkan ikatan suci yang menjadi awal terbentuknya keluarga berkualitas.
Karena itu, negara melalui Kementerian Agama terus berupaya menghadirkan layanan yang memberikan kemudahan, pendampingan, dan kepastian hukum bagi setiap warga negara yang akan menikah.
Sementara itu, peluncuran Plangisasi Penyuluh Agama menjadi langkah strategis untuk memperkuat identitas serta meningkatkan akses masyarakat terhadap peran penyuluh agama di tengah kehidupan sosial.
Kehadiran penyuluh agama diharapkan semakin mudah dikenali sehingga mampu memberikan edukasi, pembinaan, serta pendampingan keagamaan secara optimal.
Melalui sinergi program Bimas Islam MANTU dan penguatan peran penyuluh agama, Kementerian Agama menegaskan komitmennya dalam membangun masyarakat yang religius, harmonis, serta memiliki ketahanan keluarga yang kuat sebagai fondasi menuju Indonesia yang lebih maju dan berkeadaban.










