Krisis Air Bersih Mulai Melanda, PMI Kabupaten Tegal Salurkan 368 Ribu Liter Air untuk Ribuan Warga Terdampak Kekeringan

- Jurnalis

Jumat, 3 Juli 2026 - 09:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tegal  //uramapost com – Musim kemarau yang mulai berlangsung membawa dampak serius bagi sejumlah wilayah di Kabupaten Tegal.

Sedikitnya delapan desa yang tersebar di empat kecamatan kini mulai dilanda kekeringan, memicu krisis air bersih akibat menyusutnya debit mata air dan mengeringnya sumur-sumur warga.

Kondisi tersebut membuat ribuan warga kesulitan memenuhi kebutuhan dasar, mulai dari memasak, mandi, mencuci hingga memperoleh air minum layak.

Merespons situasi tersebut, Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Tegal bergerak cepat menyalurkan bantuan air bersih ke wilayah-wilayah terdampak.

PMI telah mendistribusikan sebanyak 92 tangki air bersih atau setara 368.000 liter untuk membantu masyarakat menghadapi dampak kekeringan.

Ketua PMI Kabupaten Tegal, Iman Sisworo, melalui Kepala Markas PMI Kabupaten Tegal, Sunarto, mengatakan penyaluran bantuan dilakukan sebagai bentuk kepedulian kemanusiaan terhadap warga yang mulai mengalami krisis air bersih.

“Total bantuan air bersih yang telah disalurkan mencapai 368.000 liter atau 92 tangki. Bantuan tersebut telah menjangkau 8.342 kepala keluarga atau sekitar 49.069 jiwa.

Kami berharap air bersih ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk memenuhi kebutuhan pokok masyarakat,” ujar Sunarto.

Ia menambahkan, PMI terus memantau perkembangan kondisi di lapangan dan siap menambah distribusi air bersih apabila musim kemarau semakin panjang dan kebutuhan masyarakat meningkat.

PMI juga mengimbau masyarakat agar menggunakan air secara bijaksana serta menjaga sumber-sumber air yang masih tersedia. Koordinasi dengan pemerintah daerah, relawan, dan berbagai pihak terus dilakukan agar penanganan dampak kekeringan dapat berjalan cepat dan tepat sasaran.

Dengan potensi kemarau yang masih berlangsung dalam beberapa pekan ke depan, kewaspadaan terhadap ancaman krisis air bersih di Kabupaten Tegal perlu terus ditingkatkan.

Sinergi antara pemerintah, lembaga kemanusiaan, dan masyarakat menjadi kunci agar kebutuhan air bersih warga tetap terpenuhi selama musim kemarau.

Follow WhatsApp Channel utamapost.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polisi Peduli Korban Kebakaran, Kapolres Kuningan Salurkan Bantuan Material Bangunan di Desa Sumbakeling
Kapolda Jambi Salat Jumat Bersama Masyarakat, Ajak Perkuat Silaturahmi dan Jaga Kamtibmas
Dukung Kamtibnas, Kelompok Temenggung Roy Serahkan Tiga Pucuk Senjata Api Rakitan Ke Polsek VII Koto
RSUD Waled Jalani Penilaian Akreditasi, Optimistis Pertahankan Predikat Paripurna
Terobosan BESTARI-Saintek! 40 Relawan Tuli Kembangkan Teknologi AI untuk Layanan Darurat Call Center 112
Rawat Persaudaraan di Perantauan, DPP IPPSA Perkuat Konsolidasi Organisasi di Yogyakarta
Labfor Polda Jateng Selidiki Kebakaran Gudang Peleburan Aluminium di Kebasen, Empat Sampel Bukti Dibawa untuk Uji Laboratorium
Polisi Tangkap Pria Terduga Pelaku Pencabulan Anak di Bawah Umur di Pasaman Barat

Berita Terkait

Sabtu, 7 November 2026 - 06:16 WIB

Polisi Peduli Korban Kebakaran, Kapolres Kuningan Salurkan Bantuan Material Bangunan di Desa Sumbakeling

Jumat, 6 November 2026 - 19:52 WIB

Kapolda Jambi Salat Jumat Bersama Masyarakat, Ajak Perkuat Silaturahmi dan Jaga Kamtibmas

Kamis, 5 November 2026 - 16:01 WIB

Dukung Kamtibnas, Kelompok Temenggung Roy Serahkan Tiga Pucuk Senjata Api Rakitan Ke Polsek VII Koto

Kamis, 5 November 2026 - 07:32 WIB

RSUD Waled Jalani Penilaian Akreditasi, Optimistis Pertahankan Predikat Paripurna

Kamis, 5 November 2026 - 07:01 WIB

Terobosan BESTARI-Saintek! 40 Relawan Tuli Kembangkan Teknologi AI untuk Layanan Darurat Call Center 112

Berita Terbaru