Kemarau Menggigit! Warga Jatinegara Tegal Terpaksa Mandi di Pinggir Sawah Demi Bertahan Hidup

- Jurnalis

Rabu, 22 Juli 2026 - 07:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tegal //utamapost.com – Musim kemarau mulai menunjukkan dampaknya di Kabupaten Tegal. Di Desa Tamansari, Kecamatan Jatinegara, krisis air bersih memaksa warga mengubah kebiasaan sehari-hari.

Pemandangan warga mandi dan mencuci di sumber air yang berada di pinggir persawahan kini menjadi rutinitas yang tak terhindarkan.

Mengeringnya sumur-sumur milik warga membuat pasokan air bersih semakin terbatas.

Demi mempertahankan kebutuhan pokok, masyarakat terpaksa menghemat setiap tetes air yang masih tersedia. Air dari sumur rumah hanya digunakan untuk kebutuhan paling mendesak, seperti memasak dan air minum.

Musim kemarau yang baru berlangsung beberapa pekan telah menyebabkan debit air tanah menurun drastis.

Kondisi tersebut membuat sebagian besar warga harus mencari sumber air alternatif yang masih mengalir di kawasan persawahan untuk mandi dan mencuci pakaian.

“Kalau sumur saat ini masih bisa diambil airnya, tapi itu saja dua hari sekali dan itupun hanya untuk minum dan memasak. Kalau mandi dan mencuci ya ke sumber air yang masih ada di pinggir sawah,” ujar Wida (38), warga Desa Tamansari.

Kondisi ini menggambarkan beratnya perjuangan masyarakat menghadapi musim kemarau.

Selain harus mengantre untuk mendapatkan air, mereka juga dituntut mengatur penggunaan air secara bijak agar persediaan yang tersisa tidak habis sebelum hujan kembali turun.

Warga berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah cepat dengan menyalurkan bantuan air bersih ke wilayah yang mulai terdampak kekeringan.

Pasokan air dinilai menjadi kebutuhan paling mendesak agar aktivitas sehari-hari masyarakat dapat berjalan dengan layak.

Fenomena yang terjadi di Desa Tamansari menjadi pengingat bahwa ancaman kekeringan tidak hanya berdampak pada sektor pertanian, tetapi juga menyentuh kebutuhan dasar masyarakat.

Sinergi antara pemerintah, instansi terkait, dan berbagai elemen masyarakat diharapkan mampu menghadirkan solusi cepat guna meringankan beban warga selama musim kemarau berlangsung.

Follow WhatsApp Channel utamapost.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kapolda Jambi Salat Jumat Bersama Masyarakat, Ajak Perkuat Silaturahmi dan Jaga Kamtibmas
Dukung Kamtibnas, Kelompok Temenggung Roy Serahkan Tiga Pucuk Senjata Api Rakitan Ke Polsek VII Koto
RSUD Waled Jalani Penilaian Akreditasi, Optimistis Pertahankan Predikat Paripurna
Terobosan BESTARI-Saintek! 40 Relawan Tuli Kembangkan Teknologi AI untuk Layanan Darurat Call Center 112
Rawat Persaudaraan di Perantauan, DPP IPPSA Perkuat Konsolidasi Organisasi di Yogyakarta
Labfor Polda Jateng Selidiki Kebakaran Gudang Peleburan Aluminium di Kebasen, Empat Sampel Bukti Dibawa untuk Uji Laboratorium
Polisi Tangkap Pria Terduga Pelaku Pencabulan Anak di Bawah Umur di Pasaman Barat
Pemkab Solok Terima Bantuan dari Solok Saiyo Sakato (S3) untuk Korban Bencana Galodo di Arosuka

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 19:52 WIB

Kapolda Jambi Salat Jumat Bersama Masyarakat, Ajak Perkuat Silaturahmi dan Jaga Kamtibmas

Kamis, 5 November 2026 - 16:01 WIB

Dukung Kamtibnas, Kelompok Temenggung Roy Serahkan Tiga Pucuk Senjata Api Rakitan Ke Polsek VII Koto

Kamis, 5 November 2026 - 07:32 WIB

RSUD Waled Jalani Penilaian Akreditasi, Optimistis Pertahankan Predikat Paripurna

Kamis, 5 November 2026 - 07:01 WIB

Terobosan BESTARI-Saintek! 40 Relawan Tuli Kembangkan Teknologi AI untuk Layanan Darurat Call Center 112

Rabu, 4 November 2026 - 19:41 WIB

Rawat Persaudaraan di Perantauan, DPP IPPSA Perkuat Konsolidasi Organisasi di Yogyakarta

Berita Terbaru